Cikeusal Diserang Warga Desa Tetangga
Perusakan Rumah di Kuningan, Anggota DPRD Merasa Prihatin & Malu, Minta Ada Pembinaan Sosial & Agama
kami sangat prihatin dan sangat malu lah, sebab ini tidak mencerminkan warga Kuningan berbasis visi misi sebagai daerah Maju Agamis dan Pinunju
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
“Iya Kang benar warga kami,” jawab Maman saat dihubungi tadi.
Melihat kejadian tersebut, kata dia, tentu sangat prihatin dan ini di luar sangkaan selaku pemerintah desa.
“Iya gak tahu, tapi ini mau mediasi kang,” katanya.
Maman tidak banyak memberikan keterangan terhadap awak media, karena tengah dalam perjalanan ke Mapolsek Luragung.
“Kang maaf ini mau parkir dan sudah di Polsek Luragung, “sinkat dia.
Sementara berdasarkan keterangan Babinsa Koramil 1597/Luragung, yakni Serda Abdul Latif melaporkan dari saksi warga Desa Cikeusal yang diketahui bernama Asep dan Toni sebagai berikut.
“Untuk kronologi kejadian, sewaktu dini hari tadi. Ada perangkat Desa Cikeusal melapor telah terjadi perusakan rumah warga desa Cikeusal oleh anak- anak muda Desa Mulyajaya yang tidak di ketahui penyebabnya,” ujar Serda Abdul Latif.
Menurut keterangan saksi, ulas Serda Abdul Latif, kejadian berawal dari segerombolan pemuda Desa Mulyajaya dengan menggunakan kendaraan sepeda motor masuk Desa Cikeusal.
“Kemudian setibanya di ujung Desa Cikeusal segerombolan pemuda tersebut secara spontan tanpa sebab melakukan pelemparan batu ke arah rumah-rumah milik warga Desa Cikeusal.
Sehingga mengakibatkan genteng, jendela kaca rumah pecah,” katanya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian materil itu terdapat genteng pecah 153 buah, kaca jendela riben pecah 4 buah, kaca jendela biasa pecah 3 buah, asbes pecah 7 lembar.
Menerima kabar warga desa berbeda terlibat bentrok usai waktu pergantian malam tahun baru 2021, mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan H Acep Purnama.
“Iya info sudah masuk dan sekarang lagi lakukan mediasi di Polsek Luragung,” ujar Bupati Acep saat dihubungi selulernya, Jum’at (1/01/2021).
Menurutnya, kedua warga desa diakui sering mendapat ketidakpahaman satu sama lain. Sehingga percikan muncul mengakibatkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum terjadi.
“Iya itu hal kecil dan kita langsung bereskan kedua warga dari beda desa tersebut,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/rumah-rusak-diserang-di-cikeusal-2.jpg)