Breaking News:

Sekolah Tatap Muka Mau Dimulai Januari 2021? Tunggu Dulu, Baca Penjelasan Dokter Kamil Ini

melihat kondisi saat ini, ada kekhawatiran jika sekolah tatap muka kembali dibuka, kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan.

Editor: Machmud Mubarok
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
KBM Tatap Muka di salah satu sekolah di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka 

TRIBUNCIREBON.COM - Wacana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada Januari 2021 menjadi perhatian para orangtua di Indonesia.

Wacana tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melalui kanal YouTube Kemendikbud pada 20 November lalu. 

Orangtua murid diberi opsi atau pilihan apakah ingin mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka atau tidak.

Namun, melihat kondisi saat ini, ada kekhawatiran jika sekolah tatap muka kembali dibuka, kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan.

Sementara di sisi lain, anak sudah merasa jenuh mengikuti kegiatan belajar mengajar secara virtual dan sudah tidak sabar ingin bertemu teman-temannya di sekolah.

Lalu bagaimana pandangan para ahli terkait pembelajaran tatap muka di sekolah yang dijadwalkan akan dibuka di bulan Januari 2021 mendatang?

Dr Muhammad Kamil, peneliti kanker otak di Kagoshima University, Jepang, meneliti persepsi masyarakat Indonesia terhadap kebijakan sekolah yang akan dibuka kembali.

Bersama kedua rekannya, Kamil menciptakan akun Instagram Pandemic Talks. Akun ini menyajikan data-data resmi seputar pandemi Covid-19.

"Kita ambil data dari Google. Karena menurut kami di Pandemic Talks, orang Indonesia kebanyakan mengakses informasi lewat Google, dan Google bisa menjadi representasi sebagian masyarakat Indonesia." Begitu kata Kamil dalam acara "Kapan Boleh Sekolah Lagi?" yang diselenggarakan Sekolah Gemala Ananda secara virtual pada Rabu (23/12/2020).

Dari data yang diambil tim Kamil di Pandemic Talks, terungkap kata "sekolah corona" menjadi topik yang sering diinput orang ke mesin pencari Google.

Topik "sekolah corona" lebih banyak dicari di Google oleh masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa, dari data tersebut.

Masyarakat di Pulau Sumatera lebih banyak mengakses topik "sekolah libur", sedangkan topik "sekolah buka" banyak dicari masyarakat di Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan Tengah.

"Pencarian topik 'sekolah libur' sempat melonjak, khususnya di tanggal 8-9 Desember, ketika dilaksanakan Pilkada serentak di seluruh Indonesia," tutur dia.

"Dari data kami bisa dilihat, masyarakat di tiap pulau di Indonesia membicarakan sekolah, yang mana ini menjadi isu yang dianggap jauh lebih penting dibandingkan vaksin."

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved