Pelaksanaan New Normal
Hah, Beneran Mau Masuk Kota Bandung Wajib Rapid Test Antigen Dulu? Sabar, Akan Segera Diumumkan
Tim Gugus Tugas penanganan percepatan Covid-19 Kota Bandung kembali mengelar rapat terbatas (Ratas)
Kalaupun ada, kata dia, besaran biayanya pun masih menjadi pertanyaan karena belum ditetapkan pemerintah pusat.
"Jujur, saya sendiri tidak tidak tahu dan saya yakin Mas juga pasti tidak tahu, di mana saja rumah sakit di kita (Kota Bandung) yang sudah menyediakan layanan itu (rapid tes antigen), untuk bepergian ke Jakarta atau Bali, karena belum ada sosialisasinya."
"Harapannya sih pemerintah bisa secara bertahap dalam menerapkan kebijakan ini, agar masyarakat tidak bingung," ucap warga Jalan Nilem tersebut.
Hal senada dikatakan oleh Laras Puti Maharani (32), warga Jalan Lengkong Besar, yang juga salah seorang karyawati dari perusahaan swasta di Jakarta.
Ia mengaku, penerapan kebijakan pemerintah yang terkesan terburu-buru tersebut dapat berdampak luas dan mengganggu rutinitas aktivitas dari masyarakat dan pelaku usaha.
Sebab, pekerja seperti dia tidak pernah tahu atau dipastikan kapan ia ditugaskan dinas ke luar Jakarta.
Kondisi ini, kata Laras, cukup merepotkan bila harus setiap saat dilakukan pemeriksaan kesehatan saat keluar masuk Kota Jakarta.
"Pastinya bakal repot, apalagi pemerintah belum menyosialisasikan berapa lama masa berlaku dari rapid test antigen ini."
"Khawatirnya sama seperti rapid test sebelumnya yang hanya beberapa hari, sementara kita tidak pernah tahu kapan kita ditugaskan untuk tugas keluar Jakarta dari kantor," ucapnya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara, membenarkan bahwa tidak semua rumah sakit atau faskes yang telah menyediakan layanan pemeriksaan rapid test antigen di Kota Bandung.
Layanan tersebut, setahu dua, baru ada di rumah sakit kelas A atau B, serta sejumlah laboratorium klinik di Kota Bandung.
"Setahu saya memang belum semua rumah sakit membuka pengetesan rapid antigen ini, tapi beberapa rumah sakit besar atau laboratorium klinik yang cukup besar biasanya memang sudah menyediakannya," katanya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (18/12/2020).
"Data pastinya nanti disampaikan setelah kami adakan pertemuan rapat dulu dengan para pemimpin rumah sakit di Bandung," kata Ahyani.