Mahfud MD Cuit tentang Mimpi dan Mengutip Gus Dur, 'Katanya Demokrasi, Kok Bermimpi Saja Dilarang'
@mohmahfudmd menuliskan kisah Gus Dur yang bermimpi saat tengah mengikuti Penataran P4.
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUNCIREBON.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mencuit di Twitter berkaitan dengan mimpi. Cuitan itu sebanyak dua kali dengan rentang 6 jam, Rabu (16/12/2020).
Melalui akun @mohmahfudmd menuliskan kisah Gus Dur yang bermimpi saat tengah mengikuti Penataran P4.
"Saat penataran P4, Gus Dur (GD) tidur. Tiba2 dibangunkan oleh Penatar dan ditanya ttg konsep demokrasi. GD: Sy baru bermimpi bertemu dgn Bung Karno dan menceritakan kpd sy ttg konsep demokrasi. Penatar: Ini serius, jgn bcr mimpi. GD: Katanya demokrasi, kok bermimpi sj dilarang," tulis Mahfud MD.
Baca juga: ALHAMDULILLAH, Presiden Jokowi Menggratiskan Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Indonesia
Baca juga: Balita Babak Belur Dihajar Tetangga Karena Dituduh Rusak Tanaman Hias, Nangis Saat Pulang ke Rumah
Baca juga: Surat Terbuka untuk Gubernur Jabar dari Pegiat Aksara Sunda, Malu Liwat Saking Lihat Provinsi Lain
Lalu cuitan kedua, lagi-lagi tentang mimpi. Kali ini Mahfud MD menuliskan tentang pencipta Salawat Burdah yang bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW yang memberinya burdah (jubah).
"Salawat Burdah adl 160 bait syair dlm bhs Arab yg ditulis oleh Imam Al-Bushiry (1213-1396). Ditulis ketika sakit lumpuh berkepanjangan, lalu beliau bermimpi bertemu Nabi dan diberi burdah (Jubah). Saat bangun tidur beliau sembuh dari lumpuhnya dan syair ciptaannya dijuduli Burdah," tulis Mahfud MD.
Cuitan Mahfud ini tidak diketahui ditujukan kepada siapa. Namun melihat dari pemberitaan, ada berita yang menyebutkan Babe Haikal Hasan dilaporkan ke polisi karena mimpi bertemu Rasulullah SAW.
Sekjen Habib Rizieq Shihab Center, Haikal Hassan tidak terlalu memikirkan perihal dirinya dilaporkan ke polisi dengan tudingan menyebarkan berita bohong.
Diketahui, Husein Shihab melaporkan Haikal Hassan ke Polda Metro Jaya karena mengumbar cerita yang bersangkutan bermimpi bertemu Rasulullah SAW dalam pemakaman enam orang laskar FPI.
"Biarkan saja," ujar Haikal Hassan singkat, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (16/12/2020).
Pelapor dalam kasus ini yaitu Husein Shihab.
Dia melapor karena Haikal Hassan mengumbar cerita yang bersangkutan bermimpi bertemu Rasulullah SAW dalam pemakaman enam orang laskar FPI.
"Iya, saya melaporkan (Haikal Hassan) ke polisi. Benar," ujar Husein Shihab, saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (16/12/2020).
Baca juga: Viral Video Dinosaurus Ngamuk Turun dari Truk di Magetan, Berikut Sederet Faktanya
Baca juga: Mahfud MD: Kalau Negara Tak Mampu Tegakkan Keadilan, Tunggu Kehancuran
Husein mengatakan pelaporan ini bertujuan ingin memberikan efek jera agar orang yang memimpikan Rasulullah tidak mempublikasikannya ke masyarakat karena dapat menyesatkan jika menyematkan unsur politik di dalamnya.
"Kita itu ingin mencegah saja dan memberikan efek jera supaya orang yang bermimpi Rasulullah itu tidak semena-mena dipublikasikan ke masyarakat. Karena itu akan multitafsir dan menyesatkan kalau ternyata dipolitisir atau ada unsur-unsur politiknya dan kepentingannya disitu. Itu kan berbahaya," kata dia.
Husein juga menilai ceramah yang dilakukan Haikal Hassan seolah menggiring opini publik dengan menyebut enam orang laskar FPI yang tewas itu meninggal dalam keadaan syahid.
Baca juga: 25 Tahun Berpisah, Dua Sahabat Ini Bertemu di Bantaran Sungai Lamnyong Banda Aceh, Simak Kisahnya
Baca juga: Penuhi Panggilan Komnas HAM Soal Kasus 6 Laskar FPI, Dirut Jasa Marga: CCTV Semua Berfungsi