Breaking News:

Jumlah Lubang Peluru di Jasad Anggota FPI Disinggung Refly Harun, Ada Perbedaan Versi Polisi dan FPI

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mempertanyakan dua versi yang beredar terkait penembakan enam laskar FPI tersebut.

Editor: Mumu Mujahidin
ISTIMEWA
Enam Anggota FPI yang tewas ditembak mati Polisi. Refly Harun sorot jumlah lubang peluru di tubuh jasad anggota FPI. 

TRIBUNCIREBON.COM - Ada perbedaan versi antara Polisi dan FPI terkait jumlah lubang peluru di tubuh jenazah anggota Front Pembela Islam ( FPI).

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mempertanyakan dua versi yang beredar terkait penembakan enam laskar FPI tersebut.

Hingga kini publik masih berspekulasi mengenai kronologi kematian 6 personel laskar khusus Front Pembela Islam (  FPI).

Diketahui, Bareskrim Polri telah menggelar rekonstruksi tewasnya 6 pengawal Imam Besar  FPI, Habib Rizieq Shihab.

Namun, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun masih menyoroti dua versi yang beredar antara  polisi dan  FPI.

Hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun, Senin (14/12/2020).

Diketahui enam simpatisan Pemimpin  FPI Habib Rizieq Shihab tewas ditembak setelah diduga mengancam aparat dengan senjata api dan senjata tajam pada Senin (7/12/2020) lalu.

Polisi kemudian menyebut tindakan tegas terukur itu sebagai pembelaan diri karena mendapat ancaman.

Refly Harun menilai ada kejanggalan dalam kedua versi yang beredar, baik dari pihak  FPI maupun  polisi.

"Persoalan sesungguhnya mengenai fenomena aneh, fenomena janggal terhadap tewasnya enam laskar  FPI," singgung Refly Harun.

Ia mengungkap ada versi yang menyebutkan ditemukan lebih dari satu luka akibat peluru.

Menurut dia, versi ini didapat berhasil autopsi para korban penembakan.

Jika versi tersebut benar, Refly Harun menyimpulkan setidaknya  polisi meletuskan 24 tembakan.

"Banyak sekali yang beredar versinya, salah satunya adalah ketika tubuh laskar tersebut ditandai dengan lubang- lubang peluru yang lebih dari satu," papar Refly.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved