Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Hasil Hitung Suara Pilkada Indramayu 2020 Sampai Pukul 16.30, Nina-Lucky Hakim Unggul Sementara

Hasil hitung suara Pilkada Indramayu 2020 berdasarkan sirekap KPU hingga pukul 16.30 WIB, pasangan calon Nina Agustina-Lucky Hakim unggul

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Hasil hitung suara sementara Pilkada Indramayu 2020 sampai Rabu (9/1/2/2020) pukul 16.30 WIB 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Hasil hitung suara Pilkada Indramayu 2020 berdasarkan situs rekapitulasi (sirekap) KPU hingga pukul 16.30 WIB, pasangan calon Nina Agustina-Lucky Hakim unggul sementara dari paslon lainnya.

Nina Agustina-Lucky Hakim mendapat 39,3 persen. Di urutan kedua, ada paslon Muhamad Sholihin-Ratnawati yang mendapat 29,1%.

Disusul paslon Daniel Mutaqien Syafiudin-Taufik Hidayat dengan perolehan 21,8%. Di urutan terakhir ada paslon Toto Sucartana-Deis Handika yang mendapat 9,8 persen.

Baca juga: Cawabup Atep Ucapkan Selamat kepada Dadang-Sahrul, Unggul Hasil Hitung Cepat Pilkada Kab Bandung

Baca juga: Putri Maruf Amin dan Keponakan Prabowo Kalah di Pilkada Tangsel Suara Masuk Hampir 100% Versi LSI

Baca juga: Hasil Quick Count Pilkada Kabupaten Bandung, Dadang-Sahrul Kantongi 56,3 Persen, Ungguli Nia & Yena

Baca juga: Hasil Hitung Cepat Pilwali Surabaya 2020, Pasangan Eri - Armuji Unggul Telak Versi 3 Lembaga Survei

Perlu diketahui, bahwa hasil hitung suara yang masuk sampai pukul 16.30 itu berasal dari  40 TPS (1.22%). Sementara jumlah TPS se Indramayu sebanyak 3.286. 

Untuk melihat pergerakan hasil hitung suara, bisa melalui link di bawah ini:

Hasil Hitung Suara Pilkada Indramayu

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya menyediakan situs web untuk memantau hasil sementara penghitungan suara Pilkada 2020.

Masyarakat dapat memantau hasil penghitungan suara sementara Pilkada 2020 di situs web berikut ini: https://pilkada2020.kpu.go.id/#/pkwkp

"Laman itu tampilan hasil sementara pilkada," kata Pramono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/12/2020).

Pramono menjelaskan, karena Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) tidak disetujui sebagai metode penetapan hasil, maka fungsinya hanya menjadi alat bantu dalam rekapitulasi dan fungsi publikasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved