Jalan Puncak Darma Ciletuh Tertimbun Longsor, Ikuti Jalur Alternatif Ini untuk ke Pantai Palangpang

ketika melewati jalur tersebut via Simpenan, bisa dua kali lipat dibandingkan melalui jalur Loji-Sangrawayang yang melewati Puncak Darma.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Jalan raya tanjakan Puncak Darma di Kampung Pasir Muncang, Desa Giri Mukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor, Senin (7/12/2020). 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Ketika jalan raya tanjakan Puncak Darma di Kampung Pasir Muncang, Desa Giri Mukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor.

Bagi wisatawan dari arah Palabuhanratu atau Sukabumi, yang biasa menggunakan jalur Loji - Puncak Darma untuk sampai ke Pantai Palangpang tak perlu khawatir terhalang longsor.

Karena ada jalan alternatif lain untuk sampai ke tempat wisata pantai Palangpang dan Pulau Kunti.

Baca juga: H-1 Pilkada Indramayu 2020, Seluruh Logistik Mulai Bergeser ke KPPS

Baca juga: Masih Zona Merah Covid, MTQ ke-50 Tingkat Majalengka Tetap Digelar, Petugas Gabungan Amankan Acara

Baca juga: Siap-siap, di Daerah Ini Pemadaman Listrik Sampai 6 Jam, Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Lokasi

Dari arah Loji Kecamatan Simpenan anda langsung masuk ke jalur Cigaru, Kiara dua, lalu belok kanan ke arah jalan raya Waluran, lalu masuk ke arah Cimulek, Mareleng, masuk ke arah Tamanjaya, Ciwaru dan anda akan sampai ke pantai Palangpang, Curug Cimarinjung tanpa melewati jalur Puncak Darma.

Memang, ketika melewati jalur tersebut via Simpenan, bisa dua kali lipat dibandingkan melalui jalur Loji-Sangrawayang yang melewati Puncak Darma.

Longsor Tahunan

Camat Ciemas Ahmad Gangga Sanjaya mengatakan longsor di jalur Puncak Darma Geopark Ciletuh, Kampung Pasir Muncang, Desa Giri Mukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sudah sering terjadi.

Menurutnya, longsor di jalur tersebut merupakan longsor musiman yang terjadi setiap tahunnya.

"Iya (musiman), itu dulu pernah dua tahun ke belakang, ada marger yang longsor. Tapi (longsor semalam, red) tadi pagi sudah jalan lagi (normal)," ujarnya, Senin (7/12/2020).

Kapolsek Ciemas AKP Iwan Kusmawan juga mengatakan bahwa longsor sudah sering terjadi setiap tahun.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari masyarakat, longsor terjadi setiap tahun akibat angin barat dan hujan deras.

"Betul, info masyarakat sudah rutin per tahun angin barat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan,  jalan raya tanjakan Puncak Darma Geopark Ciletuh Km 226300, Kampung Pasir Muncang, Desa Giri Mukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tertimbun longsor.

Kapolsek Ciemas AKP Iwan Kusmawan mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Minggu (6/12/2020) malam. Menurutnya, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

"Longsor diakibatkan hujan deras yang terjadi Minggu malam, yang mengakibatkan dapuran Bambu jatuh ke jalan," ujarnya via pesan singkat, Senin (7/12/2020).

Saat ini, pihaknya bersama warga dan intansi terkait telah melakukan evakuasi material longsor. Sehingga jalan raya kembali bisa dilewati.

"Namun akses Jalan masih dapat dilalui dari kedua arah, dan saat ini sedang dievakuasi oleh pihak PU Provinsi. Dengan kejadian tersebut tidak ada korban," katanya.

 Jalan raya provinsi tanjakan Puncak Darma Geopark Ciletuh, tepatnya di Kampung Pasir Muncang, Desa Giri Mukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kembali normal.

Sebelumnya jalur wisata tersebut tertimbun longsor. Camat Ciemas Ahmad Gangga Sanjaya mengatakan, saat ini kondisi jalan sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan.

"Udah di sini, tadi dikirim alat sama PU Provinsi. Sekarang sudah bisa dilalui lagi," ujarnya via sambungan telepon, Senin (7/12/2020). (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved