Semburan Gas Liar Makin Parah

Warga Dilarang Mendekat ke Lokasi Semburan Gas Liar oleh BPBD Indramayu, Semburan Makin Parah

BPBD Kabupaten Indramayu pun meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk mengedukasi warga agar mementingkan keselamatan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Petugas saat mengecek lokasi semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu mengimbau agar masyarakat tidak mendekat ke titik lokasi semburan gas liar atau bubble.

Semburan gas liar tersebut diketahui muncul kembali di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu pada Sabtu (28/11/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Padahal, semburan gas liar yang masuk areal sumur bor bekas pemerintahan Belanda itu sebelumnya sempat berhenti dan dilakukan perbaikan dengan pemasangan pipa oleh PT Pertamina (Persero) pada Rabu (25/11/2020) kemarin.

Baca juga: BREAKING NEWS Semburan Gas Liar di Indramayu Kembali Terjadi Bahkan Semakin Parah

Baca juga: Warga Ketakutan Semburan Gas Liar di Indramayu Muncul Lagi, Khawatir Terjadi Bencana Lapindo

"Bisa dikatakan ini kondisinya semakin parah," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Indramayu, A Fatah kepada Tribuncirebon.com di lokasi kejadian, Senin (30/11/2020).

BPBD Kabupaten Indramayu pun meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk mengedukasi warga agar mementingkan keselamatan.

Dalam hal ini, disampaikan A Fatah, pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk dilakukan penanggulangan segera.

Pantauan Tribuncirebon.com, pada pagi ini, beberapa pihak terlihat melakukan pengecekan, mulai dari petugas BPBD Kabupaten Indramayu, PT Pertamina, Polres Indramayu, hingga Kodim 0616/Indramayu.

Mereka juga memasang garis polisi sebagai batas aman.

"Inginnya warga, ya selalu aman jangan sampai bikin keresahan, cepet ditanggulangi, diperbaiki atau apa," ucap salah seorang warga, Dana (54).

Warga Ketakutan Terjadi Bencana Lapindo

Warga di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu ketakutan dengan fenomena muncul kembalinya semburan gas liar atau bubble.

Pasalnya, semburan gas liar tersebut kondisinya semakin parah dari sebelumnya.

Gas yang masih masuk areal sumber bor bekas pemerintahan zaman Belanda itu menyembur ke atas dengan posisi miring dan mengeluarkan bunyi bising yang keras.

Petugas saat mengecek lokasi semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020.
Petugas saat mengecek lokasi semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020. (handhika Rahman/Tribuncirebon.com)

Semburan gas liar tersebut juga bercampur dengan lumpur.

Salah seorang warga, Dana (54) mengatakan, meski tidak ada ledakan, namun kondisi tersebut tetap membuat khawatir warga.

"Apalagi bunyi bisingnya itu, bunyinya kaya kapal turun," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (30/11/2020).

Ia menyampaikan, yang ditakutkan warga adalah bilamana ledakan besar terjadi.

Dari ledakan itu, mereka khawatir akan timbul bencana semisal lumpur Lapindo di desa setempat.

Dana berharap, semburan gas liar ini segera diperbaiki dan cepat dibenahi.

"Kemarin kan gak terlalu besar, sekarang makin besar. Inginnya warga, ya selalu aman jangan sampai bikin keresahan, cepet ditanggulangi, diperbaiki atau apa," ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul kembalinya gas liar tersebut terjadi pada Sabtu (28/11/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Padahal semburan gas tersebut sudah berhenti dan diperbaiki oleh PT Pertamina dengan memasang pipa pada Rabu (25/11/2020) kemarin.

Baca juga: BREAKING NEWS Semburan Gas Liar di Indramayu Kembali Terjadi Bahkan Semakin Parah

Baca juga: Semburan Gas Liar di Indramayu Kian Mengkhawatirkan, Lubangnya Kini Berdiameter 1,5 Meter

Semburan Semakin Parah 

Semburan gas liar atau bubble di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu muncul kembali.

Kondisinya pun semakin parah, gas itu menyemburkan ke atas dengan posisi menyerong seperti air mancur dan bercampur lumpur.

Dari titik semburan juga menimbulkan bau yang menyengat.

Padahal, titik semburan gas liar itu sempat berhenti dan diperbaiki oleh pihak PT Pertamina (Persero) dengan memasang pipa pada Rabu (25/11/2020) kemarin.

Petugas saat mengecek semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020).
Petugas saat mengecek semburan gas liar yang kembali muncul di Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (30/11/2020). (handhika Rahman/Tribuncirebon.com)

"Muncul laginya tuh Malam Minggu (28/11/2020) jam 11 malam," ujar salah seorang warga, Dana (54) kepada Tribuncirebon.com, Senin (30/11/2020).

Dana menceritakan, pada malam itu, tiba-tiba ada bunyi bising yang keras. Setelah dicek, bunyi tersebut berasal dari titik semburan gas.

Warga yang panik lalu berkumpul menyaksikan semburan yang muncul itu dari pemukiman dan langsung melapor kepada pemerintah desa.

Pantauan Tribuncirebon.com, pada pagi ini sejumlah petugas mulai dari BPBD Kabupaten Indramayu, PT Pertamina, Polres Indramayu, hingga Kodim 0616/Indramayu melakukan peninjauan.

Mereka juga memasang garis polisi agar warga tidak mendekat.

"Warga jelas khawatir, inginnya cepat dibenahi," ujar dia.

Baca juga: 10 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Cipali KM 78 Dini Hari Tadi, Begini Kronologisnya

Baca juga: Konsumsi Bawang Merah Sebelum Tidur Khasiatnya Dahsyat, Gairah Seksual Akan Meningkat

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved