Virus Corona Majalengka

Program 3M dan 1T Harus Menjadi Program Prioritas di Kabupaten Majalengka

Semakin banyak warga yang disiplin dan patuh mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, maka semakin berkurang penularan Covid-19.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Sejumlah siswa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengikuti uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 2 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota sudah di bawah satu. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka membuat keperihatinan semua pihak, tak terkecuali Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Edy Anas Djunaedi. 

Politikus PDIP ini, meminta seluruh warga Jawa Barat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M (Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak) dan ditambah 1T (Tidak Berkerumun).

Sebab, semakin banyak warga yang melakukan 3M dan 1T, maka penularan Covid-19 bisa dikurangi.

"Himbauan ini sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh setiap warga, 3T ditambah 1T, tapi ini harus menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari warga saat pandemi Covid-19," ujar Edy, Jumat (27/11/2020).

Menurut dia, semua warga harus menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

Semakin banyak warga yang disiplin dan patuh mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, maka semakin berkurang penularan Covid-19.

Dari informasi yang diperolehnya, lanjut mantan birokrat Pemkab Majalengka ini, berdasarkan hasil Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan September menyebutkan bahwa lebih dari 90.000 warga Indonesia yang disurvei sudah menggunakan masker.

Sementara itu, 75,35% dari warga yang disurvei sudah mencuci tangan menggunakan sabun selama 20 detik dan 73,54% menerapkan jaga jarak atau physical distancing.

Baca juga: PMI Asal Indramayu di Taiwan Ini Alami Depresi Parah, Diberi Roti Bilang Allah Aku Makan Ya

Baca juga: Pria Berpeci Hitam Tertunduk Lesu Jelang Sidang Perdata, Ternyata Digugat oleh Anaknya Sendiri

"Kendati sejumlah warga sudah menerapkan 3M cukup banyak, namun bukan berarti semuanya sudah menerapkan 3M secara tepat. Masih banyak warga yang mencuci tangan, tapi tidak menggunakan sabun atau masih menggunakan masker asal-asalan," ucapnya.

Ia pun meminta kepada Pemkab Majalengka supaya 3M dan1T menjadi program prioritas.

"Selama belum ada obat dan vaksinnya, maka saat ini protokol kesehatan merupakan satu-satunya 'senjata' memerangi Covid-19," jelas dia.

Sosialisasi dan edukasi tentang 3M dan 1T kepada warga, bisa dilakukan dengan memanfaatkan kearifan lokal agar warga memahami secara menyeluruh pesannya.

Menggunakan ikon-ikon lokal supaya pesan lebih sampai kepada warga.

Selain itu, melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat dalam edukasi dan sosialisasi bisa menjadi kekuatan dalam memperkuat pemahaman warga terhadap pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved