Pasien Covid 19 Tewas Terpeleset

Seorang Pasien Covid-19 Kota Tasik Tewas Diduga Terpeleset di Tangga Tempat Isolasi Rusunawa Unsil

Seorang pasien asal Kecamatan Cibeureum diketahui meninggal dunia, Kamis (26/11). Bukan karena penyakit Covid-19 yang dideritanya, tapi terpeleset saa

Editor: Machmud Mubarok
tribunjabar/firman suryaman
Pasien tinggal di kamar mewah dan nyaman Rusunawa Unsil, sedang petugas kesehatan cukup di tenda BNPB 

Ruang isolasi pasien Covid-19 yang sempit dan menyeramkan, terhapus sudah ketika memasuki kamar-kamar Rusunawa Unsil, Kota Tasikmalaya, Mei lalu.

Saat itu Rusunawa uang terletak di Jalan Tamansari dan k dri permukiman itu, mulai dipersiapkan untuk menjaga kemungkinan lonjakan pasien Covid-19

Kondisi gedung yang masih baru, tentu saja menjadikan setiap kamarnya tampak masih asri dan nyaman. Fasilitas yang ada pun tampak masih baru.

Mulai dari tempat tidur, sprei, bantal, lemari pakaian, semua masih baru. Kamar mandi pun tampak masih bersih dan wangi.

Tak terasa, memasuki November 2020 sudah ratusan pasien positif Covid-19 dirawat di sana, dan seluruhnya berhasil disembuhkan. Saat ini jumlah pasien yang dirawat sebanyak 52 orang.

Beda dengan pasien yang tinggal di kamar nyaman, belasan petugas kesehatan yang bertugas di Rusunawa hanya menempati tenda besar milik BNPB.

Seluruh kegiatan petugas kesehatan dilakukan di dalam tenda. Mulai mempersiapkan obat-obatan, pengawasan jarak jauh, proses administrasi hingga tidur seadanya di velbet.

Keadaan itu mereka rasakan sejak bertugas sebagai petugas kesehatan Rusunawa sejak sekitar bulan Mei, bersamaan dengan mulai munculnya positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

"Segala kegiatan dilakukan di dalam tenda. Ini memang kondisi darurat, dan karena panggilan tugas, kami tidak pernah mengeluh," kata Ferry.

Menurutnya, menjalani perawatan Covid-19 di Rusunawa Unsil, ibarat tinggal di sebuah hotel.

Para pasien bebas melakukan berbagai aktivitas. Mereka pun diizinkan membawa ponsel untuk memudahkan komuniksi dengan keluarga maupun petugas.

"Pasien Covid-19 di Rusunawa ini semuanya berkategori tanpa gejala alias secara fisik sehat, sehingga aktivitas mereka pun layaknya orang sehat," kata Ferry.

Pagi-pagi, ketika suasana cerah, seluruh pasien diajak untuk berjemur matahari sekalian berolah raga. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Aktivitas sehari-hari mereka pun tidak kami batasi. Hanya saja harus tetap di lingkungan kamar masing-masing. Mereka bisa ke luar sekadar bersantai di balkon," ujar Ferry.

Dengan dibekali ponsel yang rata-rata bersistem operasi android, mereka juga bisa berkreasi mencari hiburan di dunia maya sesuai keinginan sendiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved