Pengamat Militer: TNI Baiknya Tak Ikut-ikutan Soal Copot Mencopot Baliho Habib Rizieq Shihab

tidak ada alasan yang sangat krusial hingga TNI terjun dan turut terlibat dalam urusan pencopotan spanduk dan baliho Rizieq Shihab.

Editor: Machmud Mubarok
KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO
Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman (kanan, melambaikan tangan) memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab. Foto diambil saat momen demonstrasi di Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta pada Selasa (13/10/2020) sore 

TRIBUNCIREBON.COM - Pengamat Militer dari Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis (LESPERSSI) Beni Sukadis mengingatkan TNI untuk tidak terlibat dalam urusan penegakan hukum serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal itu menyusul pencopotan spanduk dan baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam ( FPI), Rizieq Shihab.

"Sebaiknya TNI tidak terlibat dalam hal penegakan hukum dan kamtibmas," ujar Beni kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Jawaban Aa Gym dan Ustaz Abdul Somad Soal Haters dan Lovers: Pujian Lebih Bahaya daripada Cacian

Baca juga: PROMO JSM Indomaret Hari Ini Berlaku hingga 22 November 2020, Lengkap dengan Katalog Super Hemat

Baca juga: Wanita Harus Tahu Ini Penyebab Kanker Rahim, Kesuburan dan Nyawa Bisa Jadi Taruhan, Kenali Tandanya

Baca juga: Kenapa Masih Ada yang Belum Dapat BLT Karyawan Tahap II? Begini Penjelasan Menaker

Beni menuturkan, TNI semestinya fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai alat pertahanan negara dengan menjaga kedaulatan nasional.

Menurutnya, tidak ada alasan yang sangat krusial hingga TNI terjun dan turut terlibat dalam urusan pencopotan spanduk dan baliho Rizieq Shihab.

TNI Lucu

Kuasa Hukum Front Pembela Islam ( FPI) Aziz Yanuar mempertanyakan sikap Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pimpinan FPI Rizieq Shihab.

"Lucu juga ya kalau benar TNI mengurus baliho," kata Aziz kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Aziz mengatakan, urusan baliho harusnya bukan ranah TNI. Apalagi berkomentar soal pembubaran ormas FPI.

"Apalagi TNI bahas soal pembubaran ormas, tambah lucu," katanya. 

Ia menilai Pangdam Jaya layak mendapat sanksi karena mengurus sesuatu yang bukan ranahnya.

"Kemarin (anggota TNI) yang komen soal HRS (Rizieq) pulang saja diborgol dan dibui, ini kok yang komentar soal ormas dengan emosional begitu enggak ada sanksi ya?" ujar Aziz.

Pasukan TNI menggelar razia di wilayah Jakarta untuk mencopot spanduk dan baliho bergambar Rizieq Shihab, Jumat.

Pantauan Kompas.com, pasukan TNI mulai patroli dari kawasan Monas hingga Slipi. Awalnya, pasukan TNI dengan mengendarai sepeda motor menggelar razia dari arah Monas menuju Patung Kuda, kemudian ke arah Bank Indonesia, pasar Tanah Abang, Slipi, lalu kembali ke Monas.

Mereka langsung mencopot baliho bergambar Rizieq Shihab yang ditemui di sepanjang jalan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved