Breaking News:

Dua Kapolda Dicopot Jabatannya Terkait Kepulangan Rizieq Shihab, Guru Besar Unpad: Sudah Tepat

Masalah utamanya ialah kerumunan massa menyambut Habib Rizieq Shihab itu dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAIHAQI
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi (kiri): Pencopotan jabatan dua kapolda terkait kepulangan Rizieq Shihab 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dua Kapolda dicopot jabatannya buntut dari berkerumunnya massa pada saat penyambutan Rizieq Shihab.

Guru besar Ilmu Politik dan Keamanan Unpad, Muradi berpendapat pencopotan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriady dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana oleh Kapolri sebagai tindakan sudah tepat. 

Kebijakan itu juga sekaligus menjawab pertanyaan publik tentang polisi tidak berbuat banyak dalam penanganan kerumunan massa di Megamendung Kabupaten Bogor dan Petamburan Jakarta Pusat.

Apalagi, kerumunan massa itu dilakukan di tengah pandemi Covid-19

Menurutnya, ada tiga model evaluasi tindakan yang dilakukan aparat keamanan terhadap dinamika masyarakat, terutama yang terjadi di Megamendung dan Petamburan.

Pertama, keberhasilan, kedua evaluasi yang dilakukan dan ketiga, gabungan dari pertama dan kedua.

"Yang dilakukan Kapolri sudah benar karena ternyata justru tidak ada ketegasan (dari aparat keamanan) normatif dan prosedural seperti membubarkan (kerumunan) atau membatasi.

Ini seolah dibiarkan, ada massa sampai bangun tenda di Petamburan, misalnya. Itu sudah melecehkan entitas aparat keamanan. Termasuk di Megamendung juga sama," ucap Muradi, saat dihubungi Tribun pada Senin (16/11/2020).

Masalah utamanya ialah kerumunan massa menyambut Habib Rizieq Shihab itu dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Halaman
123
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved