Breaking News:

Jembatan Penghubung di Kuningan Ambruk

VIDEO - Jembatan Penghubung Ciherang-Jambar di Kuningan Ambruk, Kendaraan Harus Putar Jalan

Pihak pemerintah desa setempat telah memblokir jalur menuju jembatan tersebut dan melapor ke Polsek serta ke BPBD Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Jembatan penghubung Desa Ciherang dan Desa Jambar, Kuningan putus alias ambruk.

Hal itu terjadi setelah sebelumnya, pondasi bangunan bawah jembatan tersebut habis terkikis air Sungai Cibulakan.

"Akhir-akhir ini memang sering terjadi hujan dan arus air sungai pun deras. Mungkin akibat terkikis air, bangunan pondasi tidak ada dan mengakibatkan begini," ungkap Sutardi (48), Warga Desa Ciherang saat ditemui di lokasi jembatan ambruk, Minggu (8/11/2020).

Akses jembatan selain menghubungkan dua desa, jalur itu juga biasa dilalui warga dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Kadugede, Nusaherang dan Darma.

"Iya akses jembatan ini untuk warga desa sekitar dan peristiwa ambruknya jembatan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB," katanya.

Tidak ada korban dalam kejadian ambruknya jembatan ini.

"Pihak pemerintah desa setempat telah memblokir jalur menuju jembatan tersebut dan melapor ke Polsek serta ke BPBD Kuningan," ungkapnya.

Baca juga: Tak Perlu Pergi ke Dokter, Begini Cara Cek Kadar Kolesterol Anda di Rumah, Lakukan Langkah Ini

Baca juga: Anggota TNI di Sumedang Dikeroyok Tiga Pengendara Motor, Pelaku Berhasil Diringkus Polisi

Hal serupa juga dikatakan Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede, Masdja menyebutkan bahwa ambruknya jembatan penghubung Desa Ciherang dan Desa Jambar itu diduga karena jembatan tidak kuat lagi menahan beban karena pondasi yang tergerus aliran sungai.

Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai
Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai (Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

"Itu pondasinya terus terusan tergerus air sungai jadi kemungkinan sudah tidak kuat menahan beban. Juga usia jembatan yang sudah tua juga jadi salah satu penyebabnya," kata Masdja.

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Senin 9 November: Waspada Hujan & Angin Kencang di 4 Wilayah

Akibat putusnya jembatan itu kata Masdja, warga Desa Ciherang yang ingin menuju Desa Jambar maupun sebaliknya harus melalui jalan lain dengan memutar sejauh 5 kilometer.

"Sementara muter dulu jalannya, lebih jauh kalau lewat jembatan ini kurang dari dua kilometer. Tapi kalau muter bisa lebih dari lima kilometer jaraknya," katanya.

Akibat ambruknya jembatan tadi, kata dia, area sawah yang berada tepat di sisi jembatan tersebut juga ikut terancam.

"Untuk irigasi luas sawah di desa kami memang sedikit gunakan air, namun lahan sawah Desa Bayuning (Desa tetangga) itu semua pengairan untuk sawah dari sungai ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved