Jembatan Penghubung di Kuningan Ambruk

Komisi III DPRD Kuningan Bakal Tinjau Lokasi Jembatan Ambruk di Desa Ciherang

Komisi III DPRD Kuningan menanggapi soal jembatan penghubungan yang ambruk di Desa Ciherang.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Komisi III DPRD Kuningan menanggapi soal jembatan penghubungan yang ambruk di Desa Ciherang.

"Kami akan lakukan jadwal turun dan tinjau lokasi jembatan ambruk, sekaligus sebagai bentuk pencegahan serta edukasi kepada warga dalam menghadapi musim hujan dari ancaman bencana alam," kata Ketua Komisi III DPRD Kuningan, Dede Sudrajat yang juga Politisi Fraksi PKS DPRD Kuningan, Minggu (8/11/2020).

Catatan kerja Komisi III DPRD Kuningan, kata dia, sebagai lembaga pemerintah dalam melakukan di antaranya pengawasan.

Baca juga: Istri Ngobrol dengan Pria Lain, Afif Pukuli Istri Pakai Patahan Kursi, Kepala & Punggung Korban Luka

"Hingga saat ini, ada sekitar 5 buah jembatan yang sudah diperbaiki. Seperti jembatan gantung di Kecamatan Ciawigebang dan daerah Desa Tangkolo serta lainnya," katanya.

Untuk menghadapi musim penghujan, kata dia, sosialiasi kepada warga tetap dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam.

"Kami minta warga waspada dalam menghadapi musim hujan," katanya.

Detik-detik jembatan penghubung di Desa Ciherang Kuningan ambruk

Warga mengungkapkan detik-detik Jembatan penghubung antara Desa Ciherang dan Desa Jambar, Kuningan ambruk.

"Awalnya hanya bagian ujung bangunan jembatan itu retak," ungkap Kuswari (48), warga desa setempat saat ditemui di lokasi jembatan ambruk, Minggu (8/11/2020).

Kuswari yang juga petani desa mengatakan, pagi tadi sempat melintasi jembatan saat hendak berangkat ke area sawah garapannya.

Baca juga: Mantan Ketua Parfi Gatot Brajamusti Meninggal, Dulu Pernah Ditangkap Karena Terlibat Sejumlah Kasus

"Ambruknya jembatan hingga putus seperti ini, persis terjadi pukul 09:00 WIB," ungkapnya.

Jadi, kata dia, ambruk jembatan itu hancur dalam hitungan tiga jam sejak pagi tadi.

"Ya pas ambruk tadi, kebetulan tidak ada warga yang melintas dan tidak korban sama sekali," katanya.

Jembatan Penghubung Desa Ciherang dan Desa Jambar Kuningan Ambruk, Dinas PUTR Lakukan Ini

 Jembatan penghubung antara Desa Ciherang dan Desa Jambar, di Kecamatan Kadugede, Kuningan yang ambruk telah mendapat penanganan.

"Kami sudah mulai bergerak di lokasi kejadian," ungkap Kepala Bidang Bina Marga, Tedi Sukmajayadi mewakili Kepala Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang), HM. Ridwan Setiawan, saat dihubungi, Minggu (8/11/2020).

Tedi mengatakan, untuk tindakan cepat itu sudah dilakukan perhitungan dalam menentukan berapa banyak anggaran yang akan di keluarkan untuk kembali bangun jembatan tersebut.

Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai
Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai (Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Baca juga: Anggota DPRD Kuningan Minta Pemkab Segera Perbaiki Jembatan Ambruk di Desa Ciherang

"Kemudian untuk sementara ini, kami akan bangun jembatan semi permanen untuk lalu lalang warga desa sekitar," katanya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya telah berkordinasi dengan lembaga pemerintah terkait, seperti BPBD, BPKAD dan lembaga lain, untuk segera melakukan penanganan fasilitas umum ini.

Menyingung soal jumlah jembatan di Kuningan, kata dia, belum lama dilakukan pendataan itu ada sebanyak 505 jembatan.

"Dari 505 baru lima buah jembatan diperbaiki dan ada 20 gorong - gorong yang sudah diperbaiki," katanya.

Anggota DPRD Kuningan

Anggota DPRD Kuningan, Susanto minta Pemkab segera bangun jembatan ambruk yang terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede, Minggu (8/11/2020).

Menurut Susanto sekaligus warga desa setempat ini mengatakan, bahwa jembatan itu merupakan akses kehidupan warga desa sekitar dan  jalur perekonomian daerah sekitar.

Terlepas kerusakan jembatan akibat bencana alam atau sebagainya, menurutnya sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah.

Baca juga: Persib Jadi Juara ISL 2014 Jadi Momen Terindah Bagi I Made Wirawan, Ungkap Kenangan Adu Penalti

"Karena ini fasilitas umum yang menjadi prioritas warga," katanya.

Susanto yang juga Anggota Fraksi PKB DPRD Kuningan menambahkan, pihaknya komitmen melakukan pengawalan terhadap sejumlah program kerja pemerintah di kalangan masyarakat.

"Soal kasus bencana ini, kami akan kordinasikan dengan Komisi III DPRD kuningan. Ya, ini kan leading sektor bagian kemitraannya dengan dinas bersangkutan," katanya.

Baca juga: Kisah Cinta Sejati Pasutri Ini Viral, Nenek Zainun Meninggal, Suaminya pun Menyusul 15 Jam Kemudian

"Ini masalah fasilitas umum dan terjadi akibat bencana alam. Tidak menutup kemungkinan pengerjaannya bisa langsung digarap, sebab ini masuk kategori kedaruratan bencana alam," katanya.

 Jembatan Penghubung Desa Ciherang dan Desa Jambar Kuningan Ambruk

 Jembatan penghubung Desa Ciherang dan Desa Jambar, Kuningan putus alias ambruk.

Hal itu terjadi setelah sebelumnya, pondasi bangunan bawah jembatan tersebut habis terkikis air Sungai Cibulakan.

"Akhir-akhir ini memang sering terjadi hujan dan arus air sungai pun deras. Mungkin akibat terkikis air, bangunan pondasi tidak ada dan mengakibatkan begini," ungkap Sutardi (48), Warga Desa Ciherang saat ditemui di lokasi jembatan ambruk, Minggu (8/11/2020).

Akses jembatan selain menghubungkan dua desa, jalur itu juga biasa dilalui warga dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Kadugede, Nusaherang dan Darma.

Baca juga: Tak Perlu Pergi ke Dokter, Begini Cara Cek Kadar Kolesterol Anda di Rumah, Lakukan Langkah Ini

Baca juga: Anggota TNI di Sumedang Dikeroyok Tiga Pengendara Motor, Pelaku Berhasil Diringkus Polisi

"Iya akses jembatan ini untuk warga desa sekitar dan peristiwa ambruknya jembatan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB," katanya.

Tidak ada korban dalam kejadian ambruknya jembatan ini.

"Pihak pemerintah desa setempat telah memblokir jalur menuju jembatan tersebut dan melapor ke Polsek serta ke BPBD Kuningan," ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede, Masdja menyebutkan bahwa ambruknya jembatan penghubung Desa Ciherang dan Desa Jambar itu diduga karena jembatan tidak kuat lagi menahan beban karena pondasi yang tergerus aliran sungai.

Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai
Jembatan Ambruk di Desa Ciherang Akibat Pondasi Terkikis Aliran Sungai (Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

"Itu pondasinya terus terusan tergerus air sungai jadi kemungkinan sudah tidak kuat menahan beban. Juga usia jembatan yang sudah tua juga jadi salah satu penyebabnya," kata Masdja.

Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Senin 9 November: Waspada Hujan & Angin Kencang di 4 Wilayah

Akibat putusnya jembatan itu kata Masdja, warga Desa Ciherang yang ingin menuju Desa Jambar maupun sebaliknya harus melalui jalan lain dengan memutar sejauh 5 kilometer.

"Sementara muter dulu jalannya, lebih jauh kalau lewat jembatan ini kurang dari dua kilometer. Tapi kalau muter bisa lebih dari lima kilometer jaraknya," katanya.

Akibat ambruknya jembatan tadi, kata dia, area sawah yang berada tepat di sisi jembatan tersebut juga ikut terancam.

"Untuk irigasi luas sawah di desa kami memang sedikit gunakan air, namun lahan sawah Desa Bayuning (Desa tetangga) itu semua pengairan untuk sawah dari sungai ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved