Breaking News:

Ingin Cari Ibu yang Pergi Sejak Bayi, Akbar Jadi Pemulung, Dedi Mulyadi: Seorang Ibu Punya Rasa

Dalam foto ia membaca Alquran di Jalan Braga, Kota Bandung, di tengah kesibukannya menjadi pemulung.

Istimewa/Awan Rozy
Muhammad Gifari Akbar saat membaca Alquran sambil berteduh dari hujan di Jalan Braga. 

Di foto itu, Akbar tengah berteduh di Jalan Braga saat turun hujan.

Sambil membawa karung untuk memulung, Akbar membaca Alquran.

Salah seorang warga mengabadikan kegiatan Akbar dan mengunggahnya di media sosial.

Sejak berumur 10 tahun, Akbar putus sekolah dari kelas 4 SD.

Ia lantas memutuskan untuk berkelana.

Sudah banyak daerah yang didatangi oleh Akbar.

Ia bahkan sempat menginjakan kaki hingga ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Lampung.

"Awalnya dulu Akbar pergi ke luar kota itu untuk mencari ibu kandungnya. Anaknya juga enggak betah diam di rumah," ujar nenek Akbar, Uti (71) ditemui di rumahnya.

Uti menyebut jika cucunya itu telah ditinggal ibu kandungnya sejak berusia 8 bulan.

Saat itu, ibunya berkata akan bekerja ke Arab Saudi.

Hingga kini, tak ada kabar dari ibu kandungnya.

"Sejak bayi, Akbar belum pernah ketemu ibu kandungnya. Makanya niat awal dia pergi dari rumah itu untuk mencari ibunya," katanya.

Ayah kandung Akbar telah menikah lagi.

Akbar disebut Uti tak betah diam di rumah dan memilih berhenti dari sekolah.

"Setelah keluar sekolab itu, Akbar pergi dari rumah. Awalnya dia ngamen terus suka mulung juga sekarang," ucapnya.

Akbar pun kini tinggal bersama nenek dan kakeknya.

Sejak enam tahun lalu, ia sering meninggalkan rumah berbulan-bulan.

Jika kembali, hanya satu atau dua hari saja dia berada di rumah.

Meski tak hidup bersama nenek dan kakeknya, Uti berpesan agar Akbar tak lupa untuk beribadah.

Salat dan membaca Alquran harus dilakulan walau berada di luar rumah.

Uti menambahkan, jika pergi dari rumah cucunya hanya bermodal pakaian di badan, karung untuk memulung, dan sebuah kitab suci Alquran.

"Dari dulu saya ajarin mengaji. Jadi waktu dia pergi dari rumah, pesan saya cuma jangan lupa untuk salat dan mengaji," ujarnya.

Bakal Dilantik jadi Direktur Bank Sampah di Subang

Viral foto Muhammad Gifari Akbar (16), bocah pemulung tengah berteduh dari hujan sambil baca Alquran di Jalan Braga, Kota Bandung, hingga kini masih menjadi perbincangan publik.

Kisah ini pun menarik perhatian anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang menelpon langsung Muhammad Gifari Akbar pada Kamis (5/11/2020) sore.

Dedi Mulyadi dari kediamannya di Subang menelpon Akbar yang tinggal di rumah neneknya di Garut. Handphone yang digunakan Akbar milik saudaranya.

Dalam perbincangan telepon selama sekitar 20 menit itu terungkap sikap Akbar yang membuat kagum Dedi Mulyadi.

Akbar mengaku dari hasil memulung rongsokan itu, uangnya sebagian untuk makan dirinya dan mengirim ke orangtuanya di kampung.

Selain itu Akbar pun mengaku sebagian penghasilannya kerap diberikan kepada sesama pemulung yang tengah kesusahan.

"Bayangkan dia sendiri hidup susah tapi masih bisa membagi rezeki kepada orang lain yang membutuhkan. Ini yang membuat saya tidak bisa menahan air mata haru," kata Dedi Mulyadi melalui ponselnya, Kamis (5/11/2020) malam.

Menurut Dedi Mulyadi, meski hidup tanpa kasih sayang ibunya karena sejak usia dua tahun sudah tidak berjumpa sang ibu, Akbar mampu tumbuh sempurna dari sisi sosial.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi menawari Akbar untuk mengajar ngaji kepada anak-anak di tempat tinggal Dedi di Lembur Pakuan di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Dedi Mulyadi juga menyiapkan seorang guru untuk Akbar guna mendalami kitab suci Alquran.

"Sehingga cita-cita Akbar setelah dewas ingin membangun pesantren, mudah-mudahan bisa terwujud. Dan Akbar mengaku siap ngajar ngaji dan belajar pendalaman kitab di tempat saya," kata Dedi.

Selain itu Dedi Mulyadi pun bakal melantik Akbar sebagai direktur bank sampah di Lembur Pakuan.

"Akbar ini kan pemulung, biasa mengurus botol bekas. Nanti akan saya lantik jadi direktur bank sampah di Lembur Pakuan. Jadi selain ngajar ngaji ke anak-anak, dia juga akan bekerja sebagai direktr pengelolaan sampah di Lembur Pakuan," kata Dedi.

Dedi Mulyadi juga telah menyiapkan uang Rp 10 juta untuk diberikan ke ayah Akbar guna sebagai modal usaha ayahnya di Garut.

"Saya siapkan uang Rp 10 juta untuk modal usaha ayahnya," kata Dedi.

Akbar diantar keluarganya pada Kamis (5/11/2020) malam ini, telah berangkat dari Garut menuju Subang untuk bertemu Dedi Mulyadi.

tribunnews
Dedi Mulyadi terharu saat berkomunikasi dengan Akbar (istimewa)

VIRAL Foto Bocah Pemulung Baca Alquran Saat Hujan di Jalan Braga

Viral foto Muhammad Gifari Akbar (16), bocah pemulung tengah berteduh sambil baca Alquran di Jalan Braga, Bandung, hingga kini masih menjadi perbincangan. Akbar pun mengisahkan fotonya yang tengah mengaji itu.

Ditemui di rumahnya di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (5/11/2020),  Akbar menyebut baru saja tiba dari Bandung.

Ia diantarkan seseorang dari pesantren usai ditemukan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

"Di foto itu saya lagi mengaji, baca Alquran di sana. Memang lagi istirahat. Daripada bosan, karena niat mau hafalin Alquran ya udah hafalin saja," ujar Akbar, Kamis (5/11/2020).

Akabr pun menceritakan, ia berada di Bandung untuk mencari rongsokan. Sejak beberapa tahun lalu, Akbar kerap berpergian ke luar kota. Ia tak tahu pasti tahun berapa ia mulai keluar dari rumah.

Setiap pergi dari rumah, Akbar mengaku selalu membawa Alquran. Ia menyebut ayahnya yang mengingatkan untuk membawa Alquran.

"Dari kecil dikasih pesan kalau mau ke mana-mana jangan lupa salat, ibadah salat lima waktu, sama ngaji dan zikir," kata Akbar.

Pekan lalu sekitar hari Sabtu atau Minggu, Akbar tengah berada di Jalan Braga. Ia tak mengetahui jika difoto saat tengah mengaji.

"Saya tidak tahu ada yang foto. Saya tahu dari polisi, ada foto saya di medsos. Saya gak sadar ada yang foto," ucapnya.

tribunnews
Foto Viral Muhammad Gifari Akbar (instagram awan_rozy)

Sehari-hari Akbar memang bekerja mencari rongsokan. Barang rongsokan itu dijual Akbar untuk kebutuhan makan. Ia tak pernah meminta uang ke ayah, nenek, atau kakeknya jika pergi dari rumah.

"Selama di jalan dapat uang dari mulung sampah. Itu sudah dari kecil. Terakhir sekolah kelas 4 SD," ujarnya.

Setelah Foto Viral Ditawari Yusuf Mansyur Mondok di Pesantrennya

Foto Muhammad Gifari Akbar (16) yang sedang baca Alquran di Jalan Braga, Bandung mengundang banyak perhatian. Dalam foto itu, Akbar sedang duduk di trotoar Jalan Braga sambil baca Alquran.

Foto itu diunggah pertama kali oleh akun @awan_rozy di instagram. Dalam keterangannya, foto itu diambil pada Selasa 27 Oktober 2020.

Akbar mengaku tak mengetahui sosok orang yang mengabadikan dirinya sedang mengaji. Namun usai fotonya viral, banyak yang mencari tahu soal Akbar.

"Setelah viral, banyak yang nyari. Dari Jakarta juga ada, perwakilan ustaz Yusuf Mansyur nawarin ke pesantren di Jakarta," ucap Akbar ditemui di rumahnya.

Warga Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut memiliki keinginan untuk belajar di pesantren. Namun ia tak mau masuk ke pesantren yang jauh.

"Kalau jauh enggak. Maunya di Garut atau Bandung saja," ujarnya.

Hasil memulung yang didapatkan per harinya tak menentu. Paling banyak ia bisa mendapat Rp 100 ribu. Hasil menjual barang rongsok itu, dipakainya untuk makan.

"Saya paling jauh pergi ke Lampung. Ke Jakarta, Jawa juga pernah. Jalan saja kalau pergi," ucapnya.

tribunnews
Muhammad Gifari Akbar (16), remaja yang bekerja sebagai pemulung tengah membaca Alquran di rumahnya di Kampung Sodong, Kelurahan Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (5/11/2020). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Akbar Bertemu Dedi Mulyadi di Subang, Begini Sosok Ayahnya yang Belum Terungkap ke Publik

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved