Breaking News:

Ingin Cari Ibu yang Pergi Sejak Bayi, Akbar Jadi Pemulung, Dedi Mulyadi: Seorang Ibu Punya Rasa

Dalam foto ia membaca Alquran di Jalan Braga, Kota Bandung, di tengah kesibukannya menjadi pemulung.

Istimewa/Awan Rozy
Muhammad Gifari Akbar saat membaca Alquran sambil berteduh dari hujan di Jalan Braga. 

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, Dedi lalu mengajak Akbar untuk mengajar ngaji kepada anak-anak di kediamannya di Lembur Pakuan Subang.

Dedi juga akan memintanya mengurusi bank sampah yang selama ini sudah berjalan di Lembur Pakuan.

"Sembari dengan itu, saya juga akan mendatangkan seorang guru untuk mengajari Akbar kitab kuning. Saya juga akan mempersiapkan pelajaran untuk persamaan SD, SMP, hingga SMA untuk Akbar," kata Dedi.

Menurut Dedi, dengan pertumbuhan hidup yang normal seperti itu, nanti dengan sendirinya sang ibu akan mencari Akbar hingga bisa bertemu.

"Bagaimanapun seorang manusia itu memiliki rasa, apalagi seorang ibu," kata Dedi.

Dedi juga mengungkapkan sosok Unan, ayah Akbar yang dinilainya sebagai orang saleh.

Ayah Akbar adalah seorang tukang bangunan. Dan dia tidak pernah mematok tarif saat menawarkan jasanya.

"Mau dibayar Rp 100 ribu, Rp 80 ribu, atau bahkan Rp 60 ribu, dia (ayah Akbar) tetap mau bekerja. Padahal Rp 60 ribu itu bayaran untuk laden (pembantu tukang). Tukang bangunan itu kan bayarannya di atas Rp 100 ribu per hari," kata Dedi.

Wajah dan sikapnya, lanjut Dedi, menunjukkan ayah Akbar ini orang baik. Ayahnya pula yang selalu mengingatkan Akbar untuk beribadah. Mulai dari salat, membaca Alquran, hingga berbagi dengan sesama.

Setelah berbincang panjang lebar, Akbar dan ayahnya lalu pamit untuk pulang ke Garut.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved