Breaking News:

Cegah Stunting, 24 Desa di Kuningan Jadi Sasaran Program Perbaikan Gizi

masalah stunting ini meliputi asupan gizi dan status kesehatan di lingkungan mesti mendapat perhatian pemerintah

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep saat Kegiatan Program Kesehatan di Hotel Purnama 

Laporan Kobtributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis.

Demikian hal itu dikatakan Bupati Kuningan H Acep Purnama disela kegiatan pelaksanaan program kerja Dinas Kesehatan, di Hotel Purnama, Senin (2/11/2020).

Menurutnya, kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir.

"Tanda stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun," ungkap Acep.

Baca juga: Login www.prakerja.go.id, Daftar Kartu Prakerja Gelombang 11 Mulai Hari Senin Ini, Bisa ke Disnaker

Baca juga: Fix Sule Nikahi Nathalie Holscher 15 November Ini, Sudah Foto Prewedding dan Happy Family Lengkap

Melihat kondisi ini, kata Acep, masalah stunting ini meliputi asupan gizi dan status kesehatan di lingkungan mesti mendapat perhatian pemerintah.

"Oleh karena itu, penyusunan rencana aksi daerah penanganan stunting di Kabupaten kuningan, harus sinergi lintas program dan lintas sektor yang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangan perangkat daerah," katanya.

Kemudianm mengenai penyusunannya itu akan dijadikan dokumen operasional yang menyatukan perencanaan pembangunan dalam penanganan stunting dan gizi buruk dalam rangka mewujudkan SDM (Sumber Daya Manusia,red) berkualitas.

"Program kegiatan stunting antara lain itu penguatan penggerakan pelaksanaan intervensi spesifik dan sensitif, dengan jumlah sasaran sebanyak 24 desa, dan orientasi strategi komunikasi perubahan perilaku," katanya.Rencananya Bulan November ini akan mengadakan latihan kader stunting pada tanggal 11 november 2020.

"Berkenaan juga dengan hari kesehatan nasional," katanya.

Baca juga: Cegah Kerumunan Saat Pandemi, Pemkab Majalengka Terapkan E-Puskesmas, Warga Tak Perlu Repot Antre

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Susi Lusiyanti mengatakan, selama 3 tahun kedepan rencana aksi derah penanggulangan stunting.

"Akan fokuskan terhadap perubahan perilaku dengan gemar makan ikan terhadap masyarakat, sebab sampai saat ini masih mempunyai desa ODF itu baru 30% , tahun depan kita punya target 50% , dan tahun berikutnya target 70% , serta di tahun 2023 punya target 80%," kata Susi.

Mengenai teknis pelaksanaan kerja, kata dia, ini harus membuat 1 tim untuk dapat membuat desa ODF ini mencapai target.

Baca juga: Menko Marves Luhut Binsar dan Kepala BKPM Bahlil Disemprot Jokowi, Gara-gara Investasi Minus Banyak

"ODF ini salah satu target nasional untuk kabupaten dalam mewujudkan daerah sehat dan penanganan stunting sendiri yaitu intervensi gizi spesifik (berkontribusi 20%), ini ditujukan kepada anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved