Ular King Kobra Mirip Garaga Berbobot 11 Kg Berhasil Dievakuasi Warga, Dua Ular Sawah Habis Dilahap
Hal itu terbukti dengan jumlah ular berbeda jenis yang dirawat di sejumlah kandang ular dengan ukuran berbeda.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Rinto (34), warga Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede berhasil menangkap ular King Kobra dengan bobot 11 Kg dan memiliki panjang sekitar 4 meter.
"Iya, ini ular hasil rescue dari lingkungan warga di Blok Salahonje daerah Kelurahan Citangtu," kata Rinto kepada wartawan di lingkungan rumahnya, Desa Windujanten, Jum'at (30/10/2020).
Dia mengatakan bahwa kini ular kobra yang berhasil ditangkap atas aduan warga sebelumnya.
"Kondisinya sehat dan sudah dua ekor ular sawah dimangsa ular kobra sejak dua minggu ke belakang," katanya.
Rinto yang akrab disapa Rentul itu diketahui merupakan pawang ular di Kuningan.
Hal itu terbukti dengan jumlah ular berbeda jenis yang dirawat di sejumlah kandang ular dengan ukuran berbeda.
"Ada empat jenis ular yang ada kami rawat. Seperti ular kobra biasa, kobra jawa dan king kobra. Kemudian ada juga ular pucuk dengan warna hijau itu dan ada juga ular ring emas yang memilisedang namun membahayakan," kata Rentul seraya menunjukkan ke kandang ular tadi.
Rentul mengaku bahwa selama ini, jumlah ular sekitar 15 ekor dirumahnya.
"Semua hasil tangkapan dan atas laporan warga," katanya.
Upaya saat evakuasi, kata dia, dilakukan dengan tangan kosong.
"Jadi pas ada laporan saya ke lokasi langsung tangkap ular king kobra, kalau dilihat sepintas mirip garaga punya Panji Petualang," katanya.
Baca juga: Ular King Kobra Garaga Cegat Panji Petualang dan Alshad Ahmad di Hutan, Jadi Ganas, Body-nya Besar
Baca juga: Kepala Ular Kejutkan Sekretaris Lurah, Nongol dari Kolong Meja, Ternyata Sanca Sepanjang 2 Meter
Usia empat hari dari hasil tangkapan, kata Rentul mengaku pernah digigit di bagian tangan kiri saat hendak memandikan ular tersebut.
"Iya ini bekas gigitannya dan tidak apa-apa. Gigitan kosong sih," katanya.
Dalam menyiapkan pakan untuk kebutuhan ular kobra, Rentul terpaksa mencari ular sawah di kawasan persawahan miliki warga.
"Iya ini baru nangkap ular sawah buat pakan ular kobra. Kan karakter ular kobra itu kanibal," katanya.
Menyinggung soal serius mengurus ular, kata dia, ini sebagai bentuk tindakan sekaligus edukasi kepada lingkungan warga sekitar.
"Sebab biasanya, ketika siapa orangnya mendapati ular itu langsung dibunuh atau dimusnahkan, dari beberapa kejadian itu saya sekarang fokus rawat ular," katanya.
Rentul mengemuka bisa berdampingan dengan ular itu sejak usia 8 tahun.
"Waktu kecil ular sawah menjadi mainan dan dibawa kemana-mana bahkan dibawa juga kesekolah. Dulu ularnya dimasukin bungkus rokok dan dibawa main," ungkapnya.
Saat kecil, kata dia, mainan ular itu sempat di marahi orang tua.
"Namun sekarang tidak lagi dimarahi, mungkin karena sering dan orang tua bosen ngingetinnya juga sih," kata Rentul menambahkan bahwa fokus rawat ular itu sejak tahun 2017 kemarin.
Baca juga: Kucing Mendekati Saat Anda sedang Makan, Jangan Buru-buru Diusir apalagi Dikasari, Ini Penjelasannya
Baca juga: Nikita Mirzani Di-Smack Down Denise Cadel Sampai Jatuh ke Lantai, Tak Terima Dihina Nyai
Dalam kesempatan tadi, Rentul sempat mengeluarkan ular king kobra semata untuk pendidikan lingkungan.
"Kalau jenis ular lain, seperti piton atau sanca, hasil tangkapan suka dilepas liarkan di alam. Namun, untuk jenis kobra ini kayanya gak mungkin dilepas, karena di Kuningan tak ada lahan hutan yang bebas dari aktivitas warga," katanya.
Garaga Panji Petualang
Detik-detik ular king kobra yang sempat viral, Garaga ditemukan Panji Petualang dan Alshad Ahmad terjadi secara tidak terduga.
//
Momen tersebut kini ditayangkan dalam vlog Alshad Ahmad dan Panji Petualang yang diunggah pada 20 Juli 2020.
Pada video itu, Panji memang sedang melakukan monitoring di hutan tempat Garaga dilepaskan sebelumnya.
Di hutan tersebut lah ia bersama krunya, serta Alshad melakukan monitoring untuk mengecek kondisi Garaga.
Saat akan menaiki jalan menanjak, tiba-tiba Panji Petualang curiga melihat ada yang bergerak.
Ternyata ada ular king kobra besar yang mencegat dari arah atas.
Setelah didekati, Panji pun sadar bahwa king kobra tersebut adalah hewan yang dicarinya.
"Prih Garaga Prih," kata Panji Petualang berseru kepada seorang krunya, Alprih.
• Ular King Kobra Garaga Ditemukan Panji Petualang dan Alshad Ahmad di Hutan, Ini Foto Terbarunya
Alprih pun langsung ikut mendekat dan membenarkan bahwa ular itu adalah Garaga.
Alshad Ahmad juga langsung antusias. Ia terlihat girang dan tersenyum lebar karena bisa bertemu lagi dengan si ular viral.
"Garaga apa kabar," katanya.
Namun, Alshad Ahmad tampak terkejut melihat karakter asli Garaga di habitatnya.
Ular tersebut tampak ganas dan sangat liar.
"Liar banget, liar banget, jadi galak," kata sepupu Raffi Ahmad itu.
Kemudian, Panji Petualang pun menjelaskan soal karakter Garaga yang lebih liar. Namun, ia menyebut, Garaga masih mengenalinya.
"Sekarang jadi gini dia. Jadi sifatnya walaupun dia seliar apa pun tapi dia kenal lho ke kita. Iya bener Garaga ini. Matanya beda," ujarnya.
Tak hanya itu, penampakan Garaga kini biking pangling. Ukuran tubuhnya jauh lebih besar.
• Kini King Kobra Garaga Kembali ke Rumah Panji Petualang, tapi Ada Kabar Buruk, Sesuai Firasat Panji
Panji menyebut, kini tubuh Garaga bahkan lebih besar dari dua ular king kobra kembar alias Twins Monster yang bernama Aji dan Saka.
"Ini sama twins monster gede dia lho. Yang jelas ini sama twins monster itu sekarang lebih gede dia, jauh lebih gede dari dia. Diameter badannya gokil gede banget sekarang," kata Panji terlihat pangling melihat Garaga.
Kemudian, pecinta reptil itu melihat ada spot cacing di tubuh Garaga. Ia menyebut, Garaga memang harus dibawa ke shelter di rumahnya untuk dirawat.
"Ada spot cacing di punggungnya ada satu doang sih. Emang harus dibawa ke shelter," katanya.
Kemudian, Panji Petualang pun menjelaskan uniknya karakter ular king kobra Garaga saat ditemukan.
Panji menyebut, memang mustahil Garaga tiba-tiba mencegat, tapi itulah yang terjadi di lapangan.
Pada monitoring sebelumnya pun Garaga bahkan tiba-tiba muncul di belakang Panji Petualang.

"Kalau posisi di monitoring pertama temen-temen pasti tahu tiba-tiba dia nongol di belakang.
Nah sekarang Alshad nyaksiin sendiri dia nyegat kita di depan. Itu kan mustahil ya gimana caranya dia nungguin kita di depan,
sambil nongol-nongol ngintip gitu kan mustahil banget. Alprih sama Kava kemarin muter-muter jauh nyari enggak nemu sama sekali, emang harus Panji yang turun," katanya.
Kemudian, Panji Petualang bersama kru dan Alshad Ahmad pun membawa Garaga.
Ia mengaku akan memeriksa kesehatan raja ular itu. Tak hanya itu, ia juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Garaga.
"Jadi selain tujuannya kita bawa ke shelter untuk ngucapin makasih, kita juga emang mau sekalian periksa kesehatan dia sekarang," katanya.
• Tiga Hari Pencarian, Tim Panji Petualang Tidak Menemukan Garaga, Tanda-tandanya pun Tidak Ada
Alasan Panji Ingin Berterima Kasih
Pada vlog yang diunggah pada 18 Juli 2020, Panji mengaku, akan membawa kembali Garaga untuk sementara.
Ia ingin menunjukkan shelter yang dibangunnya untuk program pelestarian ular king kobra sudah rampung.
Panji mengaku, ingin berterima kasih kepada Garaga yang pernah dirawatnya beberapa waktu lalu.
"Kemarin itu kan si Garaga kita cari, jadi emang posisinya Aji-Saka udah tentram nih udah tinggal dirilis, tapi hutannya kita masih cari juga belum dapat.
Ini shelter kan udah beres udah enak programnya kita lanjut aja untuk pelestarian ular king kobra yang ada di sini karena kan udah menunjang semuanya, kandangnya udah aman bagus.
Inget enggak waktu zaman si Garaga dulu kan dia di shelter lama tuh. Nah yang saya sedih teh si Garaga di shelter lama, nah yang baru-baru semua udah di sini.
Nah, saya ingin bawa Garaga ke sini kaya semacam kita ngucapin terima kasih ke dia.
Dalam arti mengajak terima kasih itu, nih udah jadi, perantaranya itu dia yang bikin semuanya beres," katanya.
Sebelumnya, Panji pun menyampaikan hal ini kepada Irfan Hakim. Tak hanya itu, ia juga menceritakan merasakan firasat buruk soal Garaga.
Firasat tersebut disampaikan Panji kepada Irfan Hakim. Kala itu, Irfan berkunjung ke rumah Panji untuk melihat twins monster, dua ular king kobra bernama Aji dan Saka.
Momen itu terlihat pada vlog Panji Petualang yang diunggah pada 9 Juli 2020.
Kepada Irfan Hakim, ia mengaku, kerap bermimpi buruk soal Garaga. Mulai dari mimpi kebakaran hutan hingga Garaga mati.
Hal itulah yang membuat Panji akan kembali melalukan monitoring di hutan tempat pelepasan Garaga.
Menurutnya, jika menemukan Garaga, ia akan membawa kembali ular king kobra itu ke shelter-nya.
Berikut ini pernyataan Panji Petualang:
"Sejak Garaga dilepas Panji enggak pernah ke sana, waktu itu terakhir kita monitoring, kita sempet ketemu Garaga itu di tempat terakhir kali pelepasan.
Waktu itu kan tempat ini belum jadi dan alhamdulillah nih shelter ini udah selesai, udah semuanya finish 100 persen
dan rezekinya ini dari Allah tapi syariatnya itu dari Garaga viral kemarin. Alhamdulillah
tapi kan maksudnya Panji gunain juga buat shelter pelestarian ular king kobra liar dan ular-ular liar yang memang butuh biaya besar untuk program pelestarian ini.
Nanti kita bakal ke tempatnya Garaga. Insya Allah kalau ada kesempatan ketemu dia, Panji mau monitoring, Panji mau cek kondisinya Garaga, sekalian pengen lihat gimana kondisinya
karena beberapa minggu ini gue udah mimpi soal Garaga. Mimpinya firasatnya kayak enggak enak.
• Menegangkan, Ular King Kobra Monster Ditangkap Panji Petualang, Bermuka Jahat, Beda dengan Garaga
Garaga Kini di Rumah Panji Petualang
Ular king kobra bernama Garaga kembali ke shelter yang berada di rumah Panji Petualang.
Kabar ini disampaikan Panji Petualang terkenal itu melalui postingan di akun Instagram-nya.
Pada postingan tersebut, Panji mengunggah foto Garaga yang berada di dalam kandang.
Ia menyampaikan kondisi ular king kobra itu setelah dua hari berada di shelter-nya.
Panji Petualang menyebut, Garaga sudah diberi makan dan tubuhnya terlihat sangat gemuk.
"@kavaabdulaziz Anak gw lu kasih makan apaan ituuu,kekenyangan dia
After two days at home, Thank you for everything, Garaga
Btw @galuh_cuisine @thedahadiwijaya Thanks hari ini udah ke rmh bawa mencit buat pakan uler di shelter," tulis Panji Petualang.
Pada postingan selanjutnya, Panji Petualang juga menjelaskan soal tujuannya membawa kembali Garaga untuk sementara.
"Alhamdulilah...
Selain memang untuk berterimakasih alasan lain di bawa kembalinya Garaga adalah adanya wabah parasit cacing,
selain garaga ada juga seekor king cobra betina yang terinveksi cacing,
hanya king cobra betinanya belum kami bawa ke shelter karena sedang menjaga sarang dan telurnya," tulisnya.