Balita Sering Bilang 'Maaf Om Maaf', Trauma Dianiaya Paman & Bibi, Orangtua Dipenjara, Kisahnya Pilu

seorang bocah berusia empat tahun di Medan merasakan trauma lantaran kerap dianiaya oleh paman dan bibinya.

Istimewa
Ilustrasi aniaya 

TRIBUNCIREBON.COM- Bukan hanya mengalami luka fisik, seorang bocah berusia empat tahun di Medan merasakan trauma lantaran kerap dianiaya oleh paman dan bibinya.

Balita itu kini sering mengucapkan kata maaf jika bertemu dengan seseorang. "Memang dia sedikit fobia. Dikit-dikit minta maaf.

'Minta maaf ya, Om. Minta maaf ya, Om'. Gitulah," kata Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi.

Baca juga: Ada Kabar Buruk Lagi Nih bagi Buruh, UU Cipta Kerja Sudah Sah, Tak Ada Kenaikan Upah Minimum di 2021

Baca juga: Orangtuanya Dipenjara, Balita Ini Jadi Korban Kekerasan Bibi dan Paman, Tetangga Lihat Tubuh Lebam

Ayah dan Ibu dipenjara

Balita tersebut mengalami nasib malang. Ia terpaksa harus berpisah dari ayah dan ibunya.

Sebab, mereka berada di penjara karena kasus narkoba. Bocah lelaki itu pun diasuh oleh paman dan bibinya, yakni JS (27) dan SE (24).

Namun, bukannya merawat, paman dan bibinya justru menganiaya balita tersebut

Perut mengeras, kelamin membengkak

Yasir mengatakan, akibat penganiayaan tersebut, perut balita itu mengeras dan memerah. Kemudian, alat kelamin bocah tersebut bengkak.

Hal itu disebabkan paman dan bibi korban kerap memukuli bagian tersebut. Alasannya, korban kerap buang air di celana.

Baca juga: Dinikahi Rizki DA Sang Superstar Baru, Nyatanya Nadya Mustika Cuma Tinggal Sendiri di Kontrakan

Baca juga: Banprov Jabar Tahap Ketiga Mulai Disalurkan di Indramayu, Kabar Buruknya Nominal Bantuan Berkurang

Ilustrasi aniaya
Ilustrasi aniaya (Istimewa)

"Kan bodoh kelakuan itu. Itu yang paling fatal. Ditanya kenapa harus kemaluannya? Katanya karena dia pipis, Pak, biar dia ingat. Waduh bagaimana nanti kalau tak bisa pipis gimana?" kata Yasir menceritakan ketika penyidik bertanya kepada paman dan bibi korban.

Peristiwa penganiayaan tersebut kali pertama disadari olah para tetangga korban. Semenjak tinggal dengan paman dan bibinya, balita itu memang jarang keluar dari rumah.

Betapa terkejutnya tetangga ketika melihat balita tersebut keluar rumah dalam kondisi lebam di badan. "Baru kemarin itu dia keluar, tiba-tiba ke depan halaman tetangganya.

Minta minum kehausan. Di situ tetangganya pada melihat kok lebam-lebam gitu," tutur Yasir. Luka lebam terdapat di bagian tangan, dada, dan wajah balita itu.

Baca juga: Nikita Mirzani Ngaku Tak Sudi Pacari Pria Indonesia: Kekuatan Lemah, Enggak Bisa Ngimbangi Gue

 Kehausan dan tak diberi makan Korban keluar dari rumah lantaran tak kuat menahan haus. Ia pun menghabiskan minuman yang diberikan oleh tetangga sembari berdiri di depan pintu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved