Breaking News:

Bolehkah Memperingati Rebo Wekasan yang Dipercaya Turun Bencana? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Arba Mustakmir atau Arba Musta'mir yang dikenal dengan Rebo Wekasan 2020 jatuh pada hari Rabu (14/10/2020).

Istimewa
Ilustrasi Rebo Wekasan 

“Misalnya bertawasul dengan Wali Songo. Saat berdoa bilangnya begini: Ya Allah, berkat kemuliaan para wali-Mu ini, aku memohon kepada-Mu, dan seterusnya. Kalau ini boleh,” pungkasnya.

Baca juga: Karawang Masuk Zona Merah Covid-19,Ternyata Ada 86 Perusahaan yang Jadi Klaster Industri

Lafaz Niat, Doa & Tata Cara Shalat Tolak Bala Rebo Wekasan / Rabu Wekasan, Jatuh 14 Oktober 2020

Melansir laman makassar.tribunnews.com, Senin (12/10/2020), masyarakat Jawa menyebut Arba Mustakmir ini sebagai Rebo Wekasan di mana ada salat sunah yang bisa dilaksanakan setelah matahari terbit.

Walau menurut sejumlah ulama, Rasulullah SAW tak pernah melakukannya, konon melaksanakan salat tolak bala di rabu wekasan menjauhkan semua bala yang akan datang kepada diri sendiri, keluarga.

Pelaksanaan sholat sunat Lidaf’il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52 dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Safar, sebanyak 4 rakaat 2 kali salam.

Niatnya :

Ushalli sunnatallidafi'l bala i rak ataini lillahitaala.

Setiap rakaat ba’da fatihah membaca :

- Surat al-Kaustar 17 kali,

- Surat al-Ikhlash 5 kali,

- Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali

Apa itu Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan?

Dikutip dari Wikipedia, Rebo Wekasan, Rabu Wekasan, atau Rebo Pungkasan, adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada kalender penanggalan Jawa.

Pada Rebo Wekasan biasanya dimulainya rangkaian Upacara Adat Safaran yang nanti akan berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid (Mulud).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved