Polisi Dihujani Batu, Massa yang Merusuh Kabur ke Dago, Lanjut Ricuh di Depan Gedung DPRD Jabar

Kericuhan kembali pecah pada unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribunnews.com/Seno
ILUSTRASI: Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/7/2020 

"Perusuh sudah dikendalikan. Ada sembilan orang yang diamankan. Ada mahasiswanya. Keterlibatanya dalam kerusuhan kemarin sedang didalami. Kami pastikan, Kota Bandung hingga detik ini aman dan kondusif," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Rabu (7/10/2020).

‎Ia mengatakan, massa tak dikenal kemarin melempari polisi dan berunjuk rasa melewati batas waktu yang ditentukan. Sehingga, polisi membubarkan mereka.

"Kemarin mereka demo melewati pukul 18.00 jadi Polrestabes Bandung diback up Polda Jabar mendorong dan membubarkan massa," ujarnya.

 Mantan Pemain Persib Ini Minta Liga 1 Bergulir Lagi: Jika Tidak, Indonesia Mundur Dua Tahun

Ia membenarkan ada mobil polisi yang dirusak massa dan fasilitas umum dan ia menyayangkan hal itu terjadi.

"Soal perusakan sedang didalami," ucap dia.

Unjuk rasa buruh sendiri akan berlangsung hingga Kamis 8 Oktober. Polisi akan menindak tegas pengunjuk rasa yang membuat kerusuhan.

"Kalau massa brutal, kami tetap laksanakan sesuai prosedur. Tapi kami mengimbau supaya demo nanti berjalan tertib," ujarnya.

Ribuan Buruh di Sumedang Ancam Bikin Rusuh

Ribuan buruh dari berbagai serikat buruh di Kabupaten Sumedang mengancam akan membuat rusuh dan swiping saat melakukan aksi lanjutan pada hari ketiga jika UU Cipta Kerja tidak dibatalkan.

Rencananya, mereka akan kembali melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (8/10/2020) di ruas Jalan Raya Bandung-Garut, setelah sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Sumedang, Rabu (7/10/2020).

Ketua KASBI Bandung Raya Slamet Prianto, mengatakan, aksi rusuh dan swiping tersebut akan dilakukan dari mulai Kawasan Industri Rancaekek hingga ke Jalan Tol Cileunyi, tetapi terkait hal ini pihaknya akan berkoordinasi dengan serikat buruh di pusat.

 RIBUAN BURUH Blokir Jalan di Perempatan Sadang Purwakarta, Orasi Tolak UU Cipta Kerja

"Ada ancaman rusuh itu karena tanggal 8 deadline (unjuk rasa). Kita akan mengajak semua buruh yang ada di Rancaekek baik Bandung maupun Sumedang, kita akan coba swiping besok," ujarnya saat unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Sumedang.

Ia mengatakan, ancaman rusuh dan swiping tersebut akan dilakukan jika aspirasi para buruh dalam penolakan pengesahaan UU Cipta Kerja tidak digubris oleh DPR RI maupun pemerintah pusat.

"Kita akan coba (swiping) di Tol Cileunyi, kemarin kan gak bisa menerobos, kalau besok kita akan menerobos ke Tol," kata Slamet.

Pihaknya juga memastikan, jumlah massa yang akan dikerahkan pada hari ketiga unjuk rasa akan diturunkan lebih banyak dari hari pertama dan hari kedua.

 TANDA CINTA Lesty Kejora dan Rizky Billar Makin Tampak, Rizky Sakit Tangan Lesty Seakan Susah Lepas

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved