Petugas Medis Alami Kekerasan Saat Melacak Pasien Covid-19, Dipukuli dan Digigit Keluarga Pasien
Mereka mengaku kesulitan menghadapi masyarakat yang masih menentang keberadaan Covid-19.
Sekarang mereka memainkan peran penting dalam memerangi virus corona di pedesaan India.
Mereka diberi tanggung jawab untuk melacak kontak dan memastikan karantina orang yang terinfeksi.
Tapi banyak yang mengalami serangan dari masyarakat yang melihat mereka ini sebagai informan pemerintah yang mengadu.
• Bacaan Niat dan Doa Setelah Shalat Tahajud, Lengkap dengan Panduan Zikir Beserta Keutamaannya
Masyarakat menganggap pasien COVID-19 sering dibawa ke fasilitas karantina berkualitas buruk dan keluarganya didiskriminasi.
Pengalaman Kiran bukanlah kejadian kekerasan satu-satunya.
Para pekerja ASHA lainnya, memiliki cerita pribadi tentang serangan dan pelecehan saat berada di lapangan.
"Sementara perdana menteri menyuruh semua orang untuk tinggal di rumah, kami diperintahkan untuk pergi ke setiap rumah."
"Mensurvei orang, mencari tahu siapa yang sakit, memaksa orang untuk tinggal di dalam rumah dan tidak berkumpul untuk kehidupan yang ada."
"Serangan yang mengancam terhadap pekerja ASHA dan keluarganya," ujar Sunita Rani kepada Sky News.

Reena, seorang pekerja ASHA dari Gohana, mengatakan sempat dipukuli oleh polisi karena pekerjaannya.
"Saya dipukuli dengan sangat parah oleh polisi dalam perjalanan ke tempat kerja."
"Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya adalah pekerja penting dan membantu layanan kesehatan. Tetapi mereka terus memukul saya," paparnya.
Setiap pekerja ASHA bertanggung jawab atas 1.000 hingga 1.500 orang di pedesaan dan daerah semi-perkotaan.
Mereka memeriksa kadar oksigen, memantau detak jantung pasien, menyaring demam, mensurvei dan melacak populasi pedesaan dan memberikan saran tentang tindakan pencegahan COVID-19.
Mandat mereka adalah menjaga agar penduduk pedesaan negara itu sehat dan bebas pandemi, tetapi kesehatan mereka sendiri terancam.

• Sebut Ada yang Sok-sokan Mau Lockdown Kota dan Provinsi, Presiden Jokowi Sindir Siapa?