Pegawai BRI Kuningan Positif Corona
Muncul Klaster BRI dan Ponpes Husnul Khotimah, DPRD Kuningan: Permasalahannya Ada di Pemerintah
Susanto mengatakan, muncul dan bertambahnya jumlah klaster ini jelas mengundang banyak pertanyaan.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
• Muncul Klaster BRI di Kuningan, BPBD dan Damkar Lakukan Sterilisasi 2 Kantor Unit Bank BRI
• BREAKING NEWS 11 Karyawan BRI Kuningan Positif Covid-19, Unit BRI Kadugede Ditutup 5 Hari
“Sebab dalam anggaran penanganan Covid-19, tentu sangat besar daripada anggaran program pembangunan lainnya,” katanya.
Artinya, kata Susanto, bagaimana sikap pemerintah selama ini dalam menangani pademi Covid-19.
“Kaitan dengan muncul dan bertambahnya jumlah klaster, ini jelas ada sebab akibat yang bisa dipangkas untuk penyebarannya. Hemat saya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati apalagi melakukan tracing medis,” katanya.
Selama ini, kata dia, bentuk pencegahan yang dilakukan pemerintah melalui sosialisasi dan edukasi.
“Dinilai sebatas gugur kewajiban, bagaimana masyarakat akan taat jika kegiatan pemerintah kerap dilakukan dengan menimbulkan kerumunan,” ungkapnya.
Rakyat, kata Susanto, selama ini tidak pernah melakukan kerumunan lebih dari lima orang.
\
“Kemudian mengenai hajatan di lingkungan msyarakat pun nyaris tidak ada sama sekali. Tidak hanya itu, sepengetahuan saya, masyarakat lebih hati–hati dan selalu melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona,” katanya.
Di samping itu, imbuh dia, kebijakan pemerintah dalam penangan Covid-19 di daerah jauh lebih peka dari kedua lembaga.
• Sebelum Mati Ditembak DN Aidit Dalang G30S/PKI Berikan Pesan Terakhir, di Tepi Sumur Ia Dihabisi
• Minum Air Putih dengan Cara Ini Kurangi Berat Badan 4,3 KG Per Hari, Cocok untuk yang Bertubuh Gemuk
Sterilisasi 2 Kantor Unit Bank BRI
Muncul klaster di lingkungan unit BRI di Kabupaten Kuningan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan langsung terjun ke lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu dan Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi mengecek Unit BRI Kadugede.
Menurut Indra Bayu sebanyak 11 karyawan BRI di Kuningan terpapar Covid-19.
“Tercatat ada dua kantor Unit BRI, yakni BRI Unit Kadugede dan Ciawigebang yang karyawannya terpapar,” ungkap Indra.
• BREAKING NEWS 11 Karyawan BRI Kuningan Positif Covid-19, Unit BRI Kadugede Ditutup 5 Hari
• Sebelum Mati Ditembak DN Aidit Dalang G30S/PKI Berikan Pesan Terakhir, di Tepi Sumur Ia Dihabisi
Manajemen BRI, kata dia, sudah melakukan koordinasi dengan petugas Covid-19 Kuningan, baik melapor ke Dinas Kesehatan, Polisi dan sejumlah lembaga pemerintah lainnya.
"11 karyawan bank tersebut yang terkonfirmasi Covid-19, itu diidominasi oleh karyawan BRI Unit Kadugede," kata Indra lagi.
Langkah petugas Covid-19, kata dia, pihaknya melakukan pendataan yang kemudian dilanjut dengan tracing medis.
“Kita masih data, upaya pemutusan penyebaran itu akan dilakukan tracing. Karyawan yang terpapar itu sudah melakukan kontak dengan siapa saja menjadi target pendataan,” katanya.
Sementara terpantau, untuk tiga lokasi kantor BRI Unit di Kecamatan Ciawigebang, pada Kamis (01/10) belum ada penutupan pelayanan.
Terlihat masih ada aktivitas nasabah yang keluar masuk kantor untuk mendapat pelayanan.
“Yang mengalami penutupan sementara hanya BRI Cigugur,” ujarnya.
• Nih Katalog Promo Superindo Periode 1-7 Oktober 2020, Ada Minyak Goreng dan Deterjen Diskon Lho
• Minum Air Putih dengan Cara Ini Kurangi Berat Badan 4,3 KG Per Hari, Cocok untuk yang Bertubuh Gemuk
Terpisah Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi mengaku telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekitar wilayah Bank BRI Kadugede.
“Penyemprotan sudah kami lakukan dan ini sesuai dengan standar porotokol kesehatan,” ungkapnya.
Selain lingkungan, kata dia, sejumlah ruang di kantornya juga mendapat semprotan cairan disinfektan.
“Cairan disinfektan disemprotkan sebanyak 13.500 liter,” katanya.
Tutup hingga 5 Hari
Sebanyak 11 karyawan BRI Unit Kadugede terkonfirmasi positif Covid-19.
"Benar, sampai saat ini yang terpapar ada 11 pekerja dari total 537 pekerja BRI di Kuningan," ungkap Pimpinan Cabang BRI Kuningan Jeremi DS Siahaan saat menyampaikan keterangannya kepada awak media, Kamis (1/10/2020).
Klaster terjadi pada karyawan BRI itu terjadi pada unit BRI Kadugede dan Ciawigebang.
"Sehingga untuk pelayanan kami tutup sejak kemarin hingga hari Senin (5/10/2020)," katanya.
Terkait pelayanan nasabah, kata dia, untuk sementara waktu pelayanan dialihkan menuju BRI Cigugur.
"Selama ditutup nasabah bisa mendapat pelayanan dari BRI Cigugur," ungkapnya.
Menurut Jeremi, untuk belasan karyawan terpapar hingga saat ini.
"Mereka sudah lakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan safe house yang disediakan BRI," ujarnya.
Di samping itu, kata Jeremi, BRI telah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan koordinasi bersama dengan Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan Satgas Covid.
Pekerja yang berstatus positif Covid-19 telah diisolasi secara mandiri.
"BRI terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif bagi pekerja yang melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan dan memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal," katanya.
Kemudian untuk di Kantor Cabang BRI Kuningan tetap beroperasi secara normal dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
• Pegawai Bank BRI Nyolong Duit 11 Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Begini Modusnya
• Sebelum Mati Ditembak DN Aidit Dalang G30S/PKI Berikan Pesan Terakhir, di Tepi Sumur Ia Dihabisi
"Selain itu, dalam memudahkan akses layanan perbankan, nasabah juga dapat bertransaksi melalui internet banking BRI dan BRIMO serta jaringan e-channel, e-banking dan juga agen-agen BRILink yang tersebar di wilayah Kuningan," katanya.
BRI, kata dia, berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan pekerja dan nasabah (people first) dalam menjalankan operasional layanan perbankan. (*)