Pegawai BRI Kuningan Positif Corona
BREAKING NEWS 11 Karyawan BRI Kuningan Positif Covid-19, Unit BRI Kadugede Ditutup 5 Hari
Terkait pelayanan nasabah, kata dia, untuk sementara waktu pelayanan dialihkan menuju BRI Cigugur.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Kintributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 11 karyawan BRI Unit Kadugede terkonfirmasi positif Covid-19.
"Benar, sampai saat ini yang terpapar ada 11 pekerja dari total 537 pekerja BRI di Kuningan," ungkap Pimpinan Cabang BRI Kuningan Jeremi DS Siahaan saat menyampaikan keterangannya kepada awak media, Kamis (1/10/2020).
Klaster terjadi pada karyawan BRI itu terjadi pada unit BRI Kadugede dan Ciawi.
"Sehingga untuk pelayanan kami tutup sejak kemarin hingga hari Senin (5/10/2020)," katanya.
Terkait pelayanan nasabah, kata dia, untuk sementara waktu pelayanan dialihkan menuju BRI Cigugur.
"Selama ditutup nasabah bisa mendapat pelayanan dari BRI Cigugur," ungkapnya.
Menurut Jeremi, untuk belasan karyawan terpapar hingga saat ini.
"Mereka sudah lakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan safe house yang disediakan BRI," ujarnya.
Di samping itu, kata Jeremi, BRI telah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan koordinasi bersama dengan Dinas Kesehatan, Kepolisian, dan Satgas Covid.
Pekerja yang berstatus positif Covid-19 telah diisolasi secara mandiri.
"BRI terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif bagi pekerja yang melakukan isolasi mandiri sesuai dengan protokol kesehatan dan memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal," katanya.
Kemudian untuk di Kantor Cabang BRI Kuningan tetap beroperasi secara normal dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
• Pegawai Bank BRI Nyolong Duit 11 Nasabah Rp 2,1 Miliar untuk Judi Bola Online, Begini Modusnya
• Sebelum Mati Ditembak DN Aidit Dalang G30S/PKI Berikan Pesan Terakhir, di Tepi Sumur Ia Dihabisi
"Selain itu, dalam memudahkan akses layanan perbankan, nasabah juga dapat bertransaksi melalui internet banking BRI dan BRIMO serta jaringan e-channel, e-banking dan juga agen-agen BRILink yang tersebar di wilayah Kuningan," katanya.
BRI, kata dia, berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan pekerja dan nasabah (people first) dalam menjalankan operasional layanan perbankan.
Karyawan Bank Lain Sempat Terpapar
Selain dua anggota polisi yang terkonfirmasi positif di Kabupaten Kuningan, dua karyawan bank nasional lainnya juga positif terpapar virus Corona.
Demikian hal itu dikatakan Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kuningan Denny Mustafa, Selasa (16/9/2020).
Denny mengatakan, kedua anggota polisi memang tidak ada yang menjadi klaster.
"Semua yang terkonfirmasi baik Anggota Polri maupun karyawan sebuah bank, kini tengah menjalani isolasi mandiri," katanya.
Menyinggung soal swab tes pada Anggota Polri, kata dia, hingga saat ini jumlahnya sebanyak 28 Anggota Polri.
"Tidak tahu mereka (Anggota Polri, red) perwira atau anggota biasa, namun hingga kini mereka melakukan isolasi mandiri," kata Denny yang keukeuh tidak mau menyebutkan klaster apakah Mapolsek maupun Mapolres setempat.
• Nih Katalog Promo Superindo Periode 1-7 Oktober 2020, Ada Minyak Goreng dan Deterjen Diskon Lho
• Sebelum Mati Ditembak DN Aidit Dalang G30S/PKI Berikan Pesan Terakhir, di Tepi Sumur Ia Dihabisi
"Iya gak ada klaster Kang," ujarnya.
Mengenai adanya anggota Polri yang pergi pulang ke luar daerah, kata Denny, ini kemungkinan paparan yang terjadi di lingkungan kerja dan lingkungan domisili.
"Iya, katanya sih ada yang melakukan begitu. Apalagi daerah tetangga kita zona merah," katanya.
Sebelumnya, ada sebanyak dua anggota Polri di Kabupaten Kuningan terkonfirmasi positif Covid-19. Namun hal tidak mendapat keterangan rincian klusternya dari mana.
"Iya ada tiga," singkat Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Susi Lusiyanti saat jawab melalui pesan aplikasi Whatsappsnya.
Sementara itu, Juru Bicara Tim Crisis Centre Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid19 Kuningan, Agus Mauludin mengatakan, untuk kasus terkonfirmasi itu belum diketahui klusternya dimana.
"Kita lagi konfirmasi idenitasnya siapa dan dimana?" ujarnya.
Terpisah, Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik saat dikonfirmasi mengatakan, untuk jumlah Anggota Polri yang terkonfirmasi.
"Ada dua, keterengan resmi nanti Pak Kasubag Humas Polres," katanya.
Menyinggung soal razia wajib masker, kata dia, terus dilakukan hingga disetiap daerah.
"Ini merupakan instruksi Presiden langsung," katanya.
Sebelumnya, Tim Crisis Centre Covid19 Kuningan merilis, hingga saat sekarang ada sebanyak 182 orang terkonfirmasi positif covid 19, Rabu (16/9/2020).
Demikian hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Crisis Centre Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kuningan, Agus Maulidin kepada awak media melalui Whatsapps Group Corona Centre Kuningan.
Agus menjelaskan, untuk kasus suspek total 2123 orang dengan jumlah Discarded ada sebanyak 2084 orang dan masih dalam masa karantina ada sebanyak 39 orang. "Total Rapid Positif ada 187 orang dan masih karantina sebanyak 27 orang," kata Agus.
Disusul dengan jumlah sembuh rapid positif ada sebanyak 149 orang, dengan jumkah yang meninggal rapid positif sebanyak 11 orang.
"Dalam kasusu ini, baik rapid positif konfirmasi, kasus suspek menjadi probable, meninggal suspek jadi meninggal konfirmasi itu semua nihil. Kemudian dalam kasus ini jenis kelamin darib Laki-Laki sebanyak 1365 orang dan Perempuan ada 758 orang," ujarnya.
Rincian kasus konfirmasi itu total ada sebanyak 182 orang, dengan discarded ada sebanyak 130 orang dan jumlah karantina ada sebanyak 44 orang.
"Kemudian untuk kasus yang meninggal hingga kini tercatat ada sebanyak 8 orang. Dalam kasus terkonfirmasi jenis kelamin dari Laki-Laki ada sebanyak 101 orang dan Perempuan sebanyak 81 orang," ujarnya.
Mengenai kasus probable total kasus ada sebanyak 7 orang, dengan jumlah discarded ada 4 orang.
"Masih karantina nihil dan jumlah yang meninggal ada sebanyak 3 orang. Kasus probable jadi konfirmasi ada penambahan 1 orang dan kasus meninggal probable jadi konfirmasi tidak ada penambahan, mereka berjenis kelamin Laki-laki sebanyak 3 orang dan Perempuan ada 4 orang," ujarnya.
Kemudian untuk kasus kontak erat, kata Agus, total ada sebanyak 624 orang dengan discarded sebanyak 605 orang dan masih karantina sebanyak 19 orang.
"Mereka berjenis kelamin Laki-laki sebanyak 307 orang dan Perempuan ada 317 orang," katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Hj Susi Lusiyanti mengatakan, hingga saat ini jumlah lembaga medis yang sempat mengalami penutupan dalam melayani masyarakat.
"Seperti Rumah Sakit Umum Daerah, dan sebanyak tiga puskesmas yang tersebar di Kuningan. Namun kini, pelayanan kesehatan sudah kembali berjalan normal," ungkapnya. (*)