Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pegawai BRI Kuningan Positif Corona

27 Karyawan BRI Unit Ciawigebang Kuningan Diswab, Seluruh Karyawan BRI Bakal Ikut Swab Test

Sementara untuk Data Covid-19 Kuningan per hari Kamis (1/10/2020), Agus mengatakan otomatis ada penambahan kasus baru di klaster BRI.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai/Tribuncirebon.com
Bank BRI Kantor Cabang Ciawi Kabupaten Kuningan, Kamis (1/10/2020) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Buntut munculnya klaster BRI di Kabupaten Kuningan, tim Medis langsung lakukan swab test.
“Hingga tadi siang, tim medis lakukan swab test sebanyak 27 karyawan BRI unit Ciawigebang,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin saat di konfirmasi di Sekretariat Tim Crisis Centre Covid-19 Kuningan, Jalan Siliwangi, Kamis (1/10/2020).
Menurut Agus, pelaksanaan swab test akan dilakukan ke semua karyawan BRI.
“Ini sebagai bentuk langkah dan tindakan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di klaster tersebut,” ungkap Agus.
Sementara untuk Data Covid-19 Kuningan per hari Kamis (1/10/2020), Agus mengatakan otomatis ada penambahan kasus baru di klaster BRI.
Selain itu juga ada penambahan di klaster Ponpes Husnul Khotimah.
Untuk kategori kasus suspek total ada sebanyak 2.179 orang dengan jumlah discarded sebanyak 2.128 orang dan kasus masih dalam karantina itu sebanyak 51 orang. 
Kemudian untuk kasus terkonfirmasi total ada sebanyak 340 orang dengan jumlah discarded ada 159 orang dan masih karantina ada 170 orang.
“Dalam kasus terkonfirmasi Covid-19, dinyatakan jumlah meninggal ada 11 orang,” ungkapnya.
Kemudian untuk kasus kontak erat, kata Agus, total ada sebanyak 765 orang dengan jumlah discarded ada 765 orang.
“Dalam kasus kontak erat ini, dari laki-laki ada 379 orang dan perempuan sebanyak 386 orang,” ujarnya.
Masalahnya Ada di Pemerintah
Anggota DPRD Kuningan, yakni Susanto mengomentari munculnya klaster baru di lingkungan Kantor BRI Kadugede dan Ciawigebang.
“Idealnya pemerintah lakukan penekanan khusus dalam kebijakan tentang pembatasan social di daerah,” kata Susanto saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).
Susanto mengatakan, muncul dan bertambahnya jumlah klaster ini jelas mengundang banyak pertanyaan. 
“Sebab dalam anggaran penanganan Covid-19, tentu sangat besar daripada anggaran program pembangunan lainnya,” katanya.
Artinya, kata Susanto, bagaimana sikap pemerintah selama ini dalam menagani pademi Covid-19. 
“Kaitan dengan muncul dan bertambahnya jumlah klaster, ini jelas ada sebab akibat yang bisa dipangkas untuk penyebarannya. Hemat saya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati apalagi melakukan tracing medis,” katanya.
Selama ini, kata dia, bentuk pencegahan yang dilakukan pemerintah melalui sosialisasi dan edukasi.
“Dinilai sebatas gugur kewajiban, bagaimana masyarakat akan taat jika kegiatan pemerintah kerap dilakukan dengan menimbulkan kerumunan,” ungkapnya.
Rakyat, kata Susanto, selama ini tidak pernah melakukan kerumunan lebih dari lima orang. 
“Kemudian mengenai hajatan di lingkungan msyarakat pun nyaris tidak ada sama sekali. Tidak hanya itu, sepengetahuan saya, masyarakat lebih hati–hati dan selalu melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona,” katanya.
Di samping itu, imbuh dia, kebijakan pemerintah dalam penangan Covid-19 di daerah jauh lebih peka dari kedua lembaga.
“Terlepas karakter lingkungan dan pribadi, selama ini dua lembaga yakni TNI dan Polri aktif dalam melaksanakan pencegahan dan memutuskan matarantai penyebaran covid-19,” kata Susanto seraya menambahkan, sementara untuk kalangan Petugas Pol PP yang ikut serta demikian. 
“Apakah mereka pernah dilakukan swab test? Selama ini saya belum dengar infonya dan ada beberapa anggota Pol PP yang mengaku demikian,” imbunya. 
Mengenai teknik ampuh dalam pencegahan penyebaran virus corona di daerah, kata Susanto, pihaknya meminta lembaga pelayanan masyarakat untuk bisa membatasi jam pelayanan. 
“Namun adanya pengurangan jam pelayanan ini tidak mengurangi nilai kesejahteraan yang diberikan manajemen,” ungkap Susanto.
Sejumlah klaster covid-19, kata Susanto, seperti terjadi Di Kecamatan Cigandamekar.
“Disana ada dua desa yakni Desa Cibuntu dan Timbang, kemudian disusul klaster Ponpes Husnul Khotimah,” katanya.
Dari semua klaster di daerah, kata dia, diyakini akibat dugaan ketidakjujuran daripada petugas dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran covid-19.
“Padahal, jika melihat pengalaman beberapa bulan lalu atau Kuningan Siaga Corona, itu tidak ada klaster dan yang terkena Covid-19, didominasi dari carrier atau bawaan,” katanya.
Jadi, masih kata dia, apakah pemerintah akan tetap melaksanakan program kerja dengan mengundang dan menimbulkan kerumunan atau lebih serius jadi tauladan bagi warga. 
“Ya permasalahannya jelas ada di pemerintah, serius dan tidak dalam penanganan Covid-19 ini,” katanya.

Sterilisasi 2 Kantor Unit Bank BRI

Muncul klaster di lingkungan unit BRI di Kabupaten Kuningan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan langsung terjun ke lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu dan Kepala UPT Damkar Kuningan, Khadafi mengecek Unit BRI Kadugede.

Menurut Indra Bayu sebanyak 11 karyawan BRI di Kuningan terpapar Covid-19.

“Tercatat ada dua kantor Unit BRI, yakni BRI Unit Kadugede dan Ciawigebang yang karyawannya terpapar,” ungkap Indra.

 BREAKING NEWS 11 Karyawan BRI Kuningan Positif Covid-19, Unit BRI Kadugede Ditutup 5 Hari

 Sebelum Mati Ditembak DN Aidit Dalang G30S/PKI Berikan Pesan Terakhir, di Tepi Sumur Ia Dihabisi

Manajemen BRI, kata dia, sudah melakukan koordinasi dengan petugas Covid-19 Kuningan, baik melapor ke Dinas Kesehatan, Polisi dan sejumlah lembaga pemerintah lainnya.

"11 karyawan bank tersebut yang terkonfirmasi Covid-19, itu diidominasi oleh karyawan BRI Unit Kadugede," kata Indra lagi.

Langkah petugas Covid-19, kata dia, pihaknya melakukan pendataan yang kemudian dilanjut dengan tracing medis.

“Kita masih data, upaya pemutusan penyebaran itu akan dilakukan tracing. Karyawan yang terpapar itu sudah melakukan kontak dengan siapa saja menjadi target pendataan,” katanya.

Sementara terpantau, untuk tiga lokasi kantor BRI Unit di Kecamatan Ciawigebang, pada Kamis (01/10) belum ada penutupan pelayanan.

Terlihat masih ada aktivitas nasabah yang keluar masuk kantor untuk mendapat pelayanan.

“Yang mengalami penutupan sementara hanya BRI Cigugur,” ujarnya.

 Nih Katalog Promo Superindo Periode 1-7 Oktober 2020, Ada Minyak Goreng dan Deterjen Diskon Lho

 Minum Air Putih dengan Cara Ini Kurangi Berat Badan 4,3 KG Per Hari, Cocok untuk yang Bertubuh Gemuk

Terpisah Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi mengaku telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekitar wilayah Bank BRI Kadugede.

“Penyemprotan sudah kami lakukan dan ini sesuai dengan standar porotokol kesehatan,” ungkapnya.

Selain lingkungan, kata dia, sejumlah ruang di kantornya juga mendapat semprotan cairan disinfektan.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved