Breaking News:

Virus Corona di Kuningan

Ketua DPRD Kuningan Klaster Pontren Ditangani Serius, Masih Ada Ustaz Tinggal di Kost Setempat

Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy menanggapi munculnya klaster Ponpes Husnul Khotimah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kontributor Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Ponpes Husnul Khotimah 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Muncul klaster Ponpes Husnul Khotimah dengan jumlah terkonfirmasi postif covid-19 makin bertambah, mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy.

Menurut Nuzul hingga kini belum terjadi pemulangan atau melakukan sterilisasi terhadap lingkungan ponpes tersebut.

“Ya pemulangan bertahap, maksudnya penangan ini harus lebih serius dan kalster ini menjadi kejadian luar biasa sehingga penangannya juga harus luar biasa,” katan Nuzul saat memberikan keterangan kepada wartwan di Presroom DPRD setempat, Jalan RE Martadinata – Kuningan, Rabu (30/9/2020).

Mantan Dirut PDSMU Majalengka yang Jadi Tersangka Korupsi Bakal Dikenai Tiga Pasal

Mulai 1 Oktober Pengusaha Kena Pajak Wajib Membuat Faktur Pajak Secara Elektronik

Ketua dewan sekaligus Sekretaris DPC PDIP Kuningan ini meminta pemerintah daerah untuk lebih prioritas dalam melakukan penanganan terhadap klaster Ponpes Husnul Khotimah.

“Ya kami apreasiasi terhadap pengembangan pendidikan husnul khotimah, namun jangan samai menjadi limah terhadap masyarakat,” katanya.

Dirinya mengapresiasi tindakan Kepolisian yang menutup atau memblok jalur besar dan kecil menuju Ponpes Husnul Khotimah.

Mulai 1 Oktober Pengusaha Kena Pajak Wajib Membuat Faktur Pajak Secara Elektronik

“Kami apreasiasi terhadap pelaksanaan kerjanya, namun di perhatian itu masih ada karyawan dan ustaz yang ngekos di lingkungan warga,” katanya.

Zul sapaan Ketua Dewan ini mengatakan, pihaknya sangat prihatin kejadian ini menjadi klaster ponpes di Kuningan.

“Sejak enam bulan terakhir bahwa semua desa di Kecamatan Jalaksana itu berada di zona aman dalam paparan Covid-19, namun melihat kejadian ini, sebagai warga Desa Maniskidul merasa prihatin dan ini butuh penanganan serius,” katanya.

Zul mengatakan, melihat aktivitas klaster Ponpes Husnul Khotimah sangat mengerikan terhadap lingkungan sekitar.

INI Kronologi Oknum Mahasiswa dan Janda di Kuningan Ditangkap Polisi Karena Bisnis Sabu

“Bayangkan saja dari komunitas ponpes sekitar 4000 orang, saat melakukan cuci pakaian jasa laundry. Itu kan bisa masuk kategori diluar kontak fisik tapi ada kontak media,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved