INI Klarifikasi Najwa Shihab 'Wawancarai' Bangku Kosong Saat Menkes Terawan Tak Datang ke Mata Najwa
Menteri kesehatan Terawan Agus Putranto dan jurnalis senior Najwa Shihab baru-baru ini menyedot perhatian publik.
Mengaku sudah dipikirkan secara matang, apa yang dilakukan Najwa Shihab untuk Menteri Terawan segera memenuhi undangan rupanya memiliki alasan yang sangat mendasar.
• Janin Bayi Ditemukan di Sungai Cidurian Kiaracondong, Awalnya Ditemukan Tiga Bocah yang Lagi main
"Sebagai pengampu Mata Najwa, tentu saya berharap ia bersedia hadir di program saya."
"Namun, sebagai bagian dari komunitas pers lebih luas dan juga seorang warga negara, saya sudah cukup senang jika Pak Menteri menjawab kegelisahan publik walau itu tidak dilakukan di #MataNajwa. "
"Sebab kerja-kerja mengawasi proses politik dan pengambilan kebijakan adalah tugas bersama, dan saya percaya @Narasi.tv tidak sendirian melakukannya," ujarnya.
• Sudah Berstatus Sebagai Tersangka, Mantan Dirut PDSMU Belum Akan Ditahan, Ini Alasannya
Ya, Najwa Shihab bahkan telah memikirkan berbagai risiko atas tindakannya melayangkan undangan secara terbuka itu.
"Saya memikirkan dengan cukup masak saat menghadirkan bangku kosong ini, termasuk risiko dituduh melakukan persekusi atau bullying."
"Saya berkeyakinan, elite pejabat, apalagi eksekutif tertinggi setelah presiden, bukanlah pihak yang less power -- aspek penting yang menjadi prasyarat sebuah tindakan bisa disebut persekusi atau bullying. Sulit menganggap pejabat elite adalah pihak yang lemah," jelasnya.
• 6 Tips dari Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Agar Tak Muncul Klaster Keluarga, Jangan Piknik Dulu
Tak mencemaskan apapun terkait undangan terbuka yang telah dilayangkan untuk Menteri Terawan.
Namun, Najwa Shihab secara blak-blakan mengaku membutuhkan suara terawan untuk menyampaikan perkembangan pandemi covid-19 yang ada di Indonesia saat ini.
Sebab, menurut mantan jurnalis Metro TV itu apa yang sudah, tengah dan akan dilakukan negara terkait pandemi covid-19 ini sangatlah penting untuk diketahui publik.
"Saya tidak cemas dengan Pak Terawan, karena seorang yang menjadi menteri pastilah sosok mumpuni dan berpengalaman."
"Yang kita cemaskan adalah perkembangan pandemi ini. Dan karena itulah Pak Terawan menjadi penting karena, betapa pun banyaknya tim ad-hoc yang dibentuk, urusan kesehatan tetaplah pengampunya adalah Menteri Kesehatan," pungkasnya.
(*)