Warga Tolak Jenazah Yatno Karena Masa Lalunya: 'Anggap yang Mati Sapi Bukan Orang'
Warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, menolak jenazah Suyatno alias Yatno dimakamkan
Namun permintaanini ditolak karena Kapolsek menilai situasi Desa Nyawangan belum memungkinkan.

• Dua Tenaga Kesehatan Rumah Sakit di Kota Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja
“Mayoritas warga tidak menghendaki dimakamkan di Nyawangan. Kami menunggu perkembangan dari kepala desa dan warga,” ujar Sugiharjo.
Rabu malam puluhan aparat kepolisian diturunkan ke Polsek Sendang.
Namun rencana penangkapan para pelaku pengeroyokan diurungkan, karena warga sudah bersiaga.
Amuk massa ini bermula dari penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor, K (17) dan B (16).
Dua pelaku yang di bawah umur ini adalah anak kandung Yatno.
Polisi juga menangkap pelaku lain, J (26) tetangga Yatno.
Isu pun perkembang aksi K dan B mendapat dukungan Yatno.
Kondisi diperburuk karena Yatno dikenal sebagai sosok yang antagonis.
Dia dituding berada di balik kematian sapi-sapi di Desa Nyawangan dan sekitarnya, beberapa bulan lalu.
Aksi massa ini terjadi di dekat ladang tebu di Dusun Pathuk, Rabu (23/9/2020) siang.
Saat itu Yatno sedang keluar rumah mencari sinyal telepon seluler.
Polisi sempat mengevakuasi Yatno dari lokasi kejadian.
Namun dia meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD dr Iskak. (David Yohanes/day)
Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Jenazah Pria Ditolak Warga Karena Masa Lalu, Sudah Kadung Geram, 'Anggap yang Mati Sapi Bukan Orang'