Selasa, 7 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kesehatan

Benarkah Wanita yang Bekerja Malam Hari Lebih Rentan Kena Kanker? Nih Penjelasannya

Sejumlah peneliti di Tiongkok menemukan bahwa perempuan yang bekerja pada shift malam memiliki peningkatan risiko kanker

Editor: Fauzie Pradita Abbas
The Doctors Weighs In
Ilustrasi Sakit Kepala 

TRIBUNCIREBON.COM - Kerja shift malam bukan hanya dilakukan oleh kaum pria, karena banyak juga wanita yang bekerja di malam hari.

Namun bekerja pada malam hari banyak dikaitkan dengan gangguan kesehatan, seperti obesitas dan gangguan tidur, bahkan kanker.

Dikutip TribunJabar.Id dari Kompas.Com, sejumlah peneliti di Tiongkok menemukan bahwa perempuan yang bekerja pada shift malam memiliki peningkatan risiko kanker hingga 19 persen, dibandingkan dengan perempuan yang tidak bekerja pada shift malam.

Saat para peneliti melihat lebih lanjut tipe kanker tersebut, mereka menemukan bahwa perempuan yang bekerja pada shift malam untuk periode yang lebih lama memiliki 41 persen risiko lebih tinggi terkena kanker kulit, 32 persen kanker payudara dan 18 persen risiko kanker saluran pencernaan.

Risiko tertinggi didapati pada perawat yang bekerja pada shift malam.

Risiko pertumbuhan kanker payudara yang mengancam mereka sebesar 58 persen, lebih tinggi dari para perawat yang tidak bekerja pada shift malam.

Penulis senior dan Asisten Profesor di Sichuan University, Xuelei Ma menuturkan, semakin lama perempuan bekerja pada shift malam, risiko mereka terpapar kanker akan lebih besar.

"Untuk setiap lima tahun bekerja pada shift malam, risiko terkena kanker payudara, misalnya, mencapai 3,3 persen lebih tinggi," ujarnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pekerja malam lebih berisiko terkena kanker.

Namun study sebelumnya menduga bahwa gangguan hormonal bisa menjadi salah satu pemicunya.

Hormon melatonin yang biasanya meningkat di malam hari saat gelap, akan menjadi tertekan saat seseorang tetap terjaga dalam cahaya lampu.

Hal itu bisa memicu pertumbuhan tumor mengingat melatonin adalah antioksidan yang menghambat pertumbuhan kanker.

Gangguan waktu tidur juga mempengaruhi gen yang berfungsi memperbaiki DNA, yang pada akhirnya bisa membuat pertumbuhan sel tidak normal dan menjadi kanker.

Studi ini tidak mengaitkan risiko dengan faktor lainnya, seperti diet, aktivitas fisik dan kebiasaan tidur.

Meski begitu, Ma menambahkan bahwa hasil studi tersebut memberikan hikmah positif agar orang-orang yang kerap mendapatkan shift bekerja malam bisa mengatur program pemeriksaan kanker.

Sehingga kanker bisa dicegah sejak dini.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved