Mulai Senin 14 September, Kota Bandung Terapkan AKB yang Diperketat, Melanggar Langsung Kena Sanksi
pengawasan terhadap tempat hiburan, restoran dan sektor lain yang sudah diberikan izin operasional akan diperketat
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung resmi menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat.
Keputusan ini diambil setelah menggelar rapat terbatas bersama forum pimpinan komunikasi daerah (Forkopimda), di Ruang Tengah, Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).
Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, keputusan itu diambil karena saat ini penyebaran virus corona di Kota Bandung relatif masih terkendali, sehingga tidak perlu kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Penerapan AKB yang Diperketat ini akan dimulai dari Senin 14 September 2020, hingga dua minggu ke depan. Dalam AKB yang Diperketat nantinya tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung bakal langsung menerapkan sanksi kepada pelanggar.
Nantinya, kata Oded, pengawasan terhadap tempat hiburan, restoran dan sektor lain yang sudah diberikan izin operasional akan diperketat. Jika ditemukan pelanggaran, kata Oded, petugas bakal langsung menerapkan sanksi tegas.
"Penegakan hukum lebih maksimal, kami tidak akan ragu membubarkan secara paksa, membekukan izin, sampai mencabut izin operasional jika ada yang melebihi jam operasional," ujar Oded, saat jumpa pers, di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).
Saat ini, kata dia, reproduksi penyebaran Covid-19 di Kota Bandung berada diangka 0,81 masuk dalam zona orange dan relatif masih terkendali kasus penyebarannya.
"Kota Bandung saat ini berada di zona oranye, artinya risiko sedang. Angka reproduksi kita saat ini adalah 0,81. Masih di bawah 1, artinya kasus COVID-19 masih terkendali," katanya.
• BREAKING NEWS: Pegawai Setda Kabupaten Cirebon yang Dinyatakan Positif Covid-19 Bertambah 6 Orang
• Daftar Harga HP Vivo Awal September 2020: Harga Mulai Rp 1 Jutaan, Vivo Y11, Y17, V19 hingga X50 Pro
• Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW, Lengkap Manfaat Sholawat untuk Kemudahan Rezeki dan Kesehatan
Menurut Oded, kenaikan angka reproduksi ini disebabkan karena adanya penambahan kasus.
"Pemerintah Kota Bandung saat ini terus melakukan tes masif kepada ASN di 62 OPD, terdiri dari 32 dinas/badan dan 30 kecamatan. Dan ditemukan 189 kasus positif. (Sebelumnya diberitakan 117 orang)," ujar Oded.
Dari jumlah tersebut, 140 ber-KTP Bandung. Namun hanya 48 orang yang terkonfirmasi betul-betul tinggal di Bandung.
Para ASN yang terkonfirmasi positif sudah mengisolasi mandiri, sedangkan ASN yang lain telah diberlakukan WFH sejumlah 50%.
Oded mengatakan, temuan kasus merupakan hasil pelacakan aktif disertai kemampuan lab dalam mendiagnosa. Kami punya fasilitas BSL-2 yang bisa bekerja secara cepat.
Dinkes Kota Bandung sudah melakukan swab test sebanyak 22.928 pengetesan, atau 0,92% dari jumlah penduduk.