Pasien Covid di Kuningan Meninggal
Stok Peti Mati RSUD Kuningan Tinggal Satu Unit, Hari Ini Ada Dua Pasien Covid-19 Meninggal
Wawan menceritakan, untuk melakukan pemulasaraan terhadap jenazah positif covid-19, memang sangat jauh berbeda dengan pengurusan jenazah pada umumnya.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Pemulasaraan jenazah Covid-19 RSUD Kuningan, mengaku seharian full dalam mengurus pasien covid-19 meninggal.
“Tadi ada dua pasien Covid-19 meninggal dan hampir mau waktu solat magrib, pengurusan jenazah hingga dilakukan pemakaman baru selesai,” kata salah seorang petugas Wawan saat dihubungi ponselnya, Kamis (10/9/2020).
Wawan menceritakan, untuk melakukan pemulasaraan terhadap jenazah positif covid-19, memang sangat jauh berbeda dengan pengurusan jenazah pada umumnya.
Menurutnya kondisi mayat langsung ditangani di tempat tidur perawatan.
“Tadi kami lakukan pembungkusan seperti biasa dengan kain kafan secukupnya dan khusus pasien Covid-19 mendapat sebanyak empat lapis (pembungkus jenazah) hingga penguburan,” ungkapnya.
Pertama mengenakan kain kafan, plastik khusus jenazah Covid-19.
“Kemudian dibungkus kantong mayat dan dimasukan ke dalam peti mati. Jadi ketika datang ke TPU mayat langsung dipendamkan,” kata Wawan yang mengaku sempat kehabisan nafas akibat gunakan seragam alat pelindung diri (APD).
Seharian ini Wawan, mengaku lebih dari satu gunakan APD saat pemulasaraan jenazah tadi.
“Saya langsung mandi di ruang khusus yang dilengkapi seperti ruangan dekontaminasi dan keluar sudah benar-benar steril,” katanya.
• Dua Warganya Meninggal Dunia karena Covid-19, Wabup Kuningan Akan Berlakukan Jam Malam
• BREAKING NEWS Dua Pasien Covid-19 di Kabupaten Kuningan Meninggal Dunia Hari Ini
Tindakan itu dilakukan saat seusai jenazah berada di kamar jenazah dan hendak bertolak ke daerah, untuk dilakukan pemakaman.
“Di sela waktu tadi, kami koordinasi dengan keluarga untuk tempat penguburan jenazahnya, jadi saat datang ke lokasi, jenazah langsung dikubur dengan syariat dan keyakinan warga beragama,” katanya.
Menyinggung soal kantong mayat dan peti mati, kata Wawan, hingga saat ini stok peti mati tinggal satu buah.
“Nah, kalau untuk kantong mayat hingga sekarang yang terpakai itu jumlahnya banyak, namun untuk jenazah terkonfirmasi itu sudah sebanyak 7 kantong mayat,” katanya.
Berlakukan Jam Malam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/peti-mati.jpg)