Senin, 18 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Pasien Covid di Kuningan Meninggal

Hari Ini Bertambah 8 Kasus Baru Covid-19 di Kuningan, 4 di Antaranya Nakes dan 1 Guru

Susi mengatakan, jumlah kasus baru Covid-19 hari ini sebanyak 8 orang dari sebelumnya sebanyak 151 kasus.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Susi Lusiyanti 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Selain dua orang pasien Covid-19 yang meninggal, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan Susi menyebutkan bahwa jumlah warga terkonfirmasi positif covid-19 di Kuningan, mengalami peningatan.

“Jumlah total hari ini ada 159, satu di antaranya ada tenaga pendidik yang terkonfirmasi,” ungkap Susi melalui chat WA tadi, Kamis (10/9/2020).

Susi mengatakan, jumlah kasus baru Covid-19 hari ini sebanyak 8 orang dari sebelumnya sebanyak 151 kasus.

Download Lagu MP3 Los Dol Denny Caknan, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Video Klipnya

4 Keutamaan Sholat Tahajud Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa Setelah Sholat Tahajud

“Iya hari ini ada delapan kasus baru,” ujar Sri.

Menyinggung soal pasien covid-19 meninggal, kata Susi, pasien positif di RSUD Kuningan yang meninggal dunia.

”Pasien positif yang meninggal tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan usia 53 dan berasal dari Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan dan satunya itu kluster Lebakwangi,” katanya.

Saat ini, kata Susi, kedua warga yang meninggal tadi telah dimakamkan dengan protokol pemakaman covid-19.

“Semua sudah dilakukan pemakamannya,” katanya

Adanya penambahan sebanyak delapan kasus baru yang meliputi empat orang tenaga kesehatan yang bekerja di puskesmas, satu orang guru dan tiga hasil tracing kontak erat kasus sebelumnya.

“Hingga sekarang, kami komitmen melakukan tracing terhadap warga yang pernah kontak erat dengan warga terkonfirmasi tadi,” ujarnya.

Masyarakat Harus Bisa Kendalikan Virus

Dua pasien Covid-19 di Kabupaten Kuningan meninggal dunia, Kamis (10/9/2020).

Hal ini mendapat tanggapan dari Ketua Fraksi PAN DPRD Kuningan, H Udin Kusnedi melalui sambungan selulernya, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya menghadapi penyebran virus corona saat ini, memang tidak mudah.

“Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat harus bisa mengendalikan keberadaan virus tersebut,” kata Udin yang juga Ketua DPD PAN Kuningan.

Stok Peti Mati RSUD Kuningan Tinggal Satu Unit, Hari Ini Ada Dua Pasien Covid-19 Meninggal

Pasien Covid-19 Tewas Bunuh Diri, Diduga Loncat dari RSD Wisma Atlet Saat Isolasi

Dia mengatakan, pengendalian terhadap virus itu bisa dilakukan dengan cara mengikuti dan mentaati peraturan serta seruan pemerintah.

“Misal menggunakan masker dan tetap melakukan pola hidup sehat,” katanya.

Melihat jumlah peningatan yang terjadi di Kuningan dan sejumlah daerah lainnya, kata dia, memang tidak bisa dihindari begitu saja.

“Sebab di sisi lain, kita butuh ketahanan dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan di sisi lain harus tetap waspda terhadap penyebaran virus corona ini,” ujarnya.

Udin mengatakan, masyarakat terdampak virus corona sudah dilakukan pendampingan oleh pemerintah.

“Perlu diketahui bahwa sejumlah kementrian itu sudah memberikan pendampingan dan bantuan terhadap warga terdampak. Seperti di sekotr pendidikan, ekonomi, pertanian dan kesehatan serta sosial tentunya,” katanya.

Baca 11 Sholawat Nabi di Malam Jumat & Hari Jumat, Yang Paling Banyak Membaca Akan Dekat Rasulullah

Lesti Kejora Tanyakan Tanggal Pernikahan, Begini Jawaban Ayah Rizky Billar yang Bikin Gemes

Bentuk bantuan dalam waktu dekat, kata dia, pemerintah menyediakan anggaran untuk setiap pelaku usaha itu hendak mendapat bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

“Pemberian itu dilakukan pemerintah pusat secara cuma-cuma atau disebut dana hibah,” ungkapnya.

Stok Peti mAti RSUD Kuningan Tinggal Satu

Pemulasaraan jenazah Covid-19 RSUD Kuningan, mengaku seharian full dalam mengurus pasien covid-19 meninggal.

“Tadi ada dua pasien Covid-19 meninggal dan hampir mau waktu solat magrib, pengurusan jenazah hingga dilakukan pemakaman baru selesai,” kata salah seorang petugas Wawan saat dihubungi ponselnya, Kamis (10/9/2020).

Wawan menceritakan, untuk melakukan pemulasaraan terhadap jenazah positif covid-19, memang sangat jauh berbeda dengan pengurusan jenazah pada umumnya.

Menurutnya kondisi mayat langsung ditangani di tempat tidur perawatan.

“Tadi kami lakukan pembungkusan seperti biasa dengan kain kafan secukupnya dan khusus pasien Covid-19 mendapat sebanyak empat lapis (pembungkus jenazah) hingga penguburan,” ungkapnya.

Pertama mengenakan kain kafan, plastik khusus jenazah Covid-19.

“Kemudian dibungkus kantong mayat dan dimasukan ke dalam peti mati. Jadi ketika datang ke TPU mayat langsung dipendamkan,” kata Wawan yang mengaku sempat kehabisan nafas akibat gunakan seragam alat pelindung diri (APD).

Seharian ini Wawan, mengaku lebih dari satu gunakan APD saat pemulasaraan jenazah tadi.

“Saya langsung mandi di ruang khusus yang dilengkapi seperti ruangan dekontaminasi dan keluar sudah benar-benar steril,” katanya.

 Dua Warganya Meninggal Dunia karena Covid-19, Wabup Kuningan Akan Berlakukan Jam Malam

 BREAKING NEWS Dua Pasien Covid-19 di Kabupaten Kuningan Meninggal Dunia Hari Ini

Tindakan itu dilakukan saat seusai jenazah berada di kamar jenazah dan hendak bertolak ke daerah, untuk dilakukan pemakaman.

“Di sela waktu tadi, kami koordinasi dengan keluarga untuk tempat penguburan jenazahnya, jadi saat datang ke lokasi,  jenazah langsung dikubur dengan syariat dan keyakinan warga beragama,” katanya.

Menyinggung soal kantong mayat dan peti mati, kata Wawan, hingga saat ini stok peti mati tinggal satu buah.

“Nah, kalau untuk kantong mayat hingga sekarang yang terpakai itu jumlahnya banyak, namun untuk jenazah terkonfirmasi itu sudah sebanyak 7 kantong mayat,” katanya.

Berlakukan Jam Malam

Terkait peningkatan jumlah kasus Covid-19 Pemkab Kuningan akan memberlakukan jam operasional dalam waktu dekat.

“Rencana pembatasan jam malam akan dilakukan pemerintah, nanti kita tunggu surat edaran Bupati saja,” kata Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda, saat dihubungi ponselnya, Kamis (10/9/2020).

Pemkab Kuningan juga berkomitmen dalam memutusmatarantai penyebaran Covid-19 di daerah.

“Kami hingga saat ini gencar melakukan sosialisasi wajib masker dan pola hidup sehat,” katanya.

 BREAKING NEWS Dua Pasien Covid-19 di Kabupaten Kuningan Meninggal Dunia Hari Ini

 Seorang Balita dan 5 Tenaga Kesehatan di Indramayu Positif Covid-19, Setiap Hari Terus Melonjak

Mengenai pemberlakuan jam malam, kata dia, ini seperti pernah terjadi di Kabupaten Kuningan sebelumnya.

“Untuk waktunya, bisa mulai pukul 19.00 – hingga pukul 06.00 wib pagi hari,” katanya.

Edo sapaan Wakil Bupati Kuningan menambahkan, pihaknya yakin untuk pemakaman korban Covid-19 di Kuningan masih bisa diterima warga.

“Di Kabupaten Kuningan masih diterima prosesi pemakaman di TPU (Tempat Pemakaman Umum,red) yang berada di masing-masing desa,” katanya.

Mengenai peningkatan jumlah Covid-19, kata Edo, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja.

“Melainkan seluruh lapisan masyarakat pun harus ikut serta dalam gerakan protokol kesehatan,” katanya.

Dua Pasien Meninggal

Sebanyak dua pasien positif Covid-19 di RSUD Kuningan dikabarkan meninggal dunia.

Demikian hal itu katakan Direktur Utama RSUD Kuningan, Deki Syaifullah saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Kamis (10/9/2020).

Deki mengatakan, untuk korban meninggal dunia sebetulnya memiliki penyakit bawaan.

Sehingga kematian itu dugaan kuat akibat penyakit penyerta.

"Seperti penyakit paru, diabetes dan jantung," kata Deki tanpa menyebutkan berapa lama pasien mendapat perawatan di RSUD sebelumnya.

Mengenai korban, kata dia, itu atas nama AB yang sudah usia lanjut dan sebelumnya mendapat penanganan medis.

"Klusternya Kecamatan Cilebak dan kini korban sudah dimakamkan," katanya.

Menyinggung soal pasien yang meninggal lainnya, kata Deki, dirinya belum mengetahui persis idenitas dan rekam jejak pasien itu sendiri.

"Kalau laporan ke saya, memang ada dua pasien hari ini meninggal. Tapi yang satunya, kami belum ada data dan itu diketahuinya sih ber-KTP luar Kuningan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved