Breaking News:

Virus Corona Mewabah

KOMANDO Kejam Kim Jong Un Demi Cegah Corona, Tentara Diminta Tembak Mati Warga China di Perbatasan

Korea Utara mengeluarkan perintah atau kebijakan yang ' kejam' atau ' gila' terkait penanganan Virus Corona.

AFP/KCNA VIA KNS/STR
Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata. 

TRIBUNCIREBON.COM - Korea Utara mengeluarkan perintah atau kebijakan yang ' kejam' atau ' gila' terkait penanganan virus corona.

Pemerintah rezim komunis ini tidak akan memberi ampun kepada warga dari China yang akan masuk ke wilayah mereka.

Tentara dan polisi Korea Utara, dikutip Tribunjabar.id dari WartakotaLive.com, telah diperintahkan untuk menembak mati siapa pun yang  berada dalam jarak setengah mil dari perbatasan negara dengan China.

 Di Jawa Barat Tak Pakai Masker Hanya Didenda Rp 150 Ribu, di Korea Utara Kerja Paksa 3 Bulan

 Kim Jong Un Koma, Calon Penggantinya Ternyata Bukan Adiknya, Tapi Pamannya, Benarkah?

Langkah tegas itu dimaksudkan untuk menghindari masuknya Virus Corona pembawa penyakit Covid-19 yang bersumber dari Wuhan China tersebut.

Dailymail.co.uk memberitakan, sumber Pyongyang hanya mengetahui tentang tindakan baru yang kejam itu kurang dari sehari sebelum diberlakukan pada tengah malam pada hari Kamis lalu.

Polisi di kota Hoeryong, Korea Utara, mengatakan mereka akan membunuh siapa pun dalam jarak seperti itu 'terlepas dari alasan mereka berada di sana', lapor RFA.

Kebijakan tersebut diberlakukan di sepanjang perbatasan sepanjang 880 mil sampai akhir pandemi untuk mencoba dan mencegah penularan Covid-19 melalui kontak dengan orang-orang dari China.

Pemerintah mengirimkan amunisi ke polisi untuk membantu melaksanakan kebijakan baru yang kejam, dengan sumber mengklaim 'tidak ada yang akan bertanggung jawab atas penembakan kematian' yang terjadi dalam jarak seperti itu.

 Si Anak Sempat Khawatir Ayahnya Dipenjara karena Curi Hape, Ternyata Malah Dikunjungi Istri Menteri

Perbatasan tetap keropos meskipun kedua negara menutup perbatasan dan menangguhkan perdagangan, karena ekonomi Korea Utara bergantung pada barang yang diselundupkan masuk dan keluar dari China.

Seorang pengungsi yang sebelumnya melarikan diri dapat kembali tanpa terdeteksi, yang membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sangat marah sehingga membubarkan unit militer yang bertanggung jawab atas bagian perbatasan yang dia lintasi.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved