Ridwan Kamil Rasakan Lapar dan Ngantuk yang Tak Biasa Seusai Disuntik Vaksin Covid-19
Aksi tersebut dilakukan karena dagangan berupa hasil bumi ini tidak laku terjual akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.
Gubernur Jabar yang akrab disapa Emil ini mengatakan mereka berempat menjalani banyak prosedur, dimulai dengan pemeriksaan tekanan darah dan kondisi tubuh, rapid test, penyuntikan, kemudian menunggu reaksi penyuntikan selama 30 menit.
Ke empatnya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test dan akhirnya menjalani prosedur penyuntikan.
"Setelah disuntik, testimoni pribadi saya, agak pegal-pegal ya, agak nyut-nyutan selama lima menit. Tapi kalau beliau-beliau (Pangdam Kapolda dan Kajati) mungkin lebih kuat, ternyata tidak ada hal yang sama, tetapi yang saya berlangsung kurang lebih hanya lima menit. Setelah itu semua terlihat normal yang walaupun ada sedikit baal (kebas) sebelah kiri," kata Emil seusai penyuntikan tersebut.
Semua perkembangan selanjutnya, katanya, akan selalu dicatat dan dilaporkan kepada tim penguji vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Vaksin ini sendiri berasal dari Sinovac Biotech Tiongkok dan telah melalui pengujian vase pertama dan kedua di negara asalnya.
• Bacaan Niat Puasa Asyura 10 Muharram 1442 H Besok 29 Agustus 2020 Beserta Artinya
• BREAKING NEWS 5 Tenaga Medis Puskesmas Cipancuh Indramayu Positif Corona, Ada 7 Kasus Baru Hari Ini
"Memang ini secara umum seperti kita divaksin waktu kecil lah ya, mungkin rasanya hanya 10 sampai 30 menit pertama terasa. Berikut-berikutnya ini yang saya belum bisa prediksi.
Tapi feeling kami sih optimistis tidak banyak masalah, karena laporan dari selama ini juga yang sudah-sudah di minggu-minggu sebelumnya, tidak ada indikasi-indikasi yang mengkhawatirkan," katanya.
Emil mengatakan setelah 30 menit berlalu, semuanya kembali normal, dilakukan pengecekan fisik dan suhu kembali, dan baru dibolehkan meninggalkan puskesmas.
Selama 14 hari ke depan mereka diberi selembar kartu untuk mencatatkan kondisi fisik dan suhu secara rutin.
"Kemudian nanti bertemu lagi di 14 hari dari sekarang, dan kami akan mendapatkan penyuntikan yang kedua kali, karena memang tipe vaksin ini harus dua kali ya. Setelah itu kita akan melakukan proses pengecekan harian lagi sampai ujung-ujungnya disimpulkan imunitas kami ini naik, apa tetap saja atau bagaimana," katanya.
Dari hasil evaluasi ini, barulah disimpulkan apakah vaksin tersebut bisa diproduksi massal dan dinyatakan aman serta efektif mencegah Covid-19 untuk diberikan kepada masyarakat umum di Indonesia.
"Selama proses, kegiatan harian kami diimbau untuk tidak banyak melakukan aktivitas keluar wilayah yang pada saat nanti dibutuhkan untuk konsultasi atau dipanggil oleh tim peneliti, kita harus siap sedia.
Itulah alasan kenapa memang para relawan itu rata-rata domisilinya di Bandung Raya, bukan di tempat lain, semata-mata untuk memudahkan pengaksesan," katanya.
Emil memohon doa kepada masyarakat agar semua proses berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Mudah-mudahan nanti malam, besok, dan seterusnya, katanya, juga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Itulah kenapa kami untuk mengurangi kekhawatiran, kami datang berempat. Jadinya Empat Sekawan, jadi semua saling mendoakan. Kami mewakili militer, mewakili kepolisian, aparat hukum, dan saya dari wakil pemerintah dan ASN. Kita saling menguatkan," ujarnya. (*)