MUsim Kemarau
Warga Cibeureum Kuningan Terpaksa Harus Ngantri Ambil Air di Torn Masjid Agung
Astam mengatakan, pengambilan air dari bak pendampungan air ini, karena sejumlah mata air dan sumur di kawasan tempat tinggalnya mulai mengering.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Warga Desa/Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan mulai kesulitan air bersih untuk kebutuhan hajat hidup.
Hal itu seiring terjadi musim kamarau yang mengakibatkan kekeringan di wilayah Kuningan timur tersebut.
"Kalau musim kemarau daerah kami memang sulit air," kata salah satu warga Astam saat ditemui tengah mengambil air yang di sediakan pemerintah di lingkungan Masjid Agung desa setempat, Senin (24/8/2020).
Astam mengatakan, pengambilan air dari bak pendampungan air ini, karena sejumlah mata air dan sumur di kawasan tempat tinggalnya mulai mengering.
"Disini kan belum ada jaringan PAM (perusahaan air minum) dan masih mengandalkan air dari mata air dan sumur-sumur warga saja," katanya.
Pengambilan air seperti ini, kata dia, sudah dilakukan setiap tahunnya.
"Kalau musim kemarau datang, daerah kami otomatis susah air," kata Astam lagi.
Pengambilan air, kata Astam, ini menggunakan jerigen dan galon.
"Dalam sehari ada lima balikan untuk mengambil air dari sini, untuk jarak lumayan jauh. Kemudian, kenapa saya pakai motor supaya tidak terlalu cape saja," katanya.
Sementara itu Kepala Dusun Blok 4 di desa setempat, yakni Edi mengatakan, meski belum masuk kemarau panjang, namun warga sudah mulai kesulitasn air bersih.
"Bisa dilihat langsung, bagaimana warga kami memerlukan air untuk kebutuhan keluarganya," kata Edi.
Penempatan torn atau titik pengambilan air untuk kebutuhan warga, kata dia, pemerintah desa sudah menyiapkan sebanyak enam titik di lokasi berbeda -beda.
• Sutardi Sedih Sapi Miliknya Tewas Terpanggang Api, Kandang Sapi Miliknya Ludes Rata dengan Tanah
• Langsung ke Rekening BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair Besok Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan
Pengambilan air bersih ini pun tidak dipungut biaya.
"Kami sediakan untuk warga secara cuma-cuma dan bebas berapa banyak air yang dibutuhkan warga," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/warga-desa-cibeureum-terpaksa-harus-ngantri-ambil-air-di-torn-masjid-agung.jpg)