Jenazah TKI Tiba di Indramayu
PJKTI Berjanji Perjuangkan Hak TKI Indramayu yang Tewas di Messnya di Taiwan karena Berstatus Legal
Asuransi itu diberikan untuk meng-cover Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI yang meninggal dunia melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Masih menurut keterangan adik almarhum yang juga bekerja di Taiwan tersebut, ia mengaku masih sempat bertukar kabar melalui sambungan seluler dengan kakaknya itu pada malam sebelum dikabarkan meninggal dunia.
Obrolan keduanya juga tak ada yang mengarah pada kejadian tersebut
"Saya tanya ada keluhan tidak, Seperti sakit kepala, sesak dada atau bagaimana? Jawaban si adik bilang gak ada," ujarnya.
Adapun kata terakhir yang disampaikan AH kepada adiknya pada malam itu hanya pamit hendak tidur duluan.
"Ketika sudah larut si almarhum pamit, udahlah besok saya mau nguli (kerja) bahasanya tuh," ujar Saprudin Arip menirukan percakapan AH kepada adiknya.
Besok harinya saat hendak memasuki jam masuk kerja, AH justru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh rekan sesama kerjanya.
Ia meninggal dengan keadaan telungkup di lantai sebelah tempat tidur.
"Posisinya telungkup tangannya juga nyilang di dada, terus mukanya juga tampak kehitaman dan ada darah keluar dari hidung juga mulut, tapi kalau tanda-tanda kekerasan katanya tidak ada," ujarnya.
Keluarga berharap, hasil otopsi yang dilakukan polisi pada 18 Agustus 2020 kemarin segera diketahui. Polisi menyebut hasil itu baru bisa keluar 3 bulan pasca-otopsi.
• BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair Selasa Cek Namamu di sso.bpjsketenagakerjaan.go.id
• Ramalan Zodiak Minggu 23 Agustus 2020: Virgo Menjadi Agresif, Scorpio Muncul Cemas di Tempat Kerja
Kini, jenazah sudah tiba di rumah duka dan rencananya akan dimakamkan besok pagi.
"Insya Allah besok pagi di pemakaman Buyut Jati Lawang biar bersama embah-embahnya," ujar dia.
Masih Jadi Misteri
Meninggalnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Kabupaten Indramayu di kamar messnya di Taiwan masih menjadi misteri.
PMI itu berinisial AH (28) warga Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Kakak sepupu AH, Saprudin Arip (39) mengatakan, polisi setempat hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.