KBM Tatap Muka

KBM Tatap Muka di Majalengka Akan Digelar Serentak Pada Senin 24 Agustus 2020, Ini Teknisnya

Kadinkes Majalengka menyebut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka akan mulai digelar serentak pada 24 Agustus 2020.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Ahmad Suswanto menyebut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka akan mulai digelar serentak pada 24 Agustus 2020.

//

Hal itu terkuak saat sejumlah pengawas, penilik dan Kepala Sekolah SMP datang ke Aula Kantor Dinas Pendidikan Majalengka, Rabu (19/8/2020).

Bertambah Lima, Kasus Positif Covid-19 di Kota Sukabumi Kini Tembus 117

Ahmad mengatakan, sesuai izin Bupati Majalengka, kegiatan KBM tatap muka secara resmi akan digelar pekan depan.

Sehingga, untuk mempersiapkan hal itu, pihaknya mengundang para warga sekolah untuk mendapatkan arahan.

"Dikumpulkannya mereka terkait rencana pembelajaran tatap muka. Mereka mendapat arahan ketika belajar tatap muka kembali diberlakukan," ujar Ahmad di kantornya, Rabu (19/8/2020).

Korban PHK di Indramayu Pilih Berwirausaha, Jika Tak Bisa Bekerja Kembali Ke Luar Daerah

Mengenal Malam 1 Suro yang Dikenal Penuh Aura Mistis, Inilah Mitos dan Fakta 1 Muharram dalam Islam

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaannya nanti, tiap sekolah harus mengindahkan protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, harus selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 masing-masing kecamatan.

"Intinya kita siap akan memulai pelaksanaan tatap muka secara terbatas," ucapnya.

Masih dijelaskan dia, pelaksanaan tatap muka secara terbatas diawali dengan jumlah siswa.

LINK LIVE STREAMING Lyon vs Bayern Muenchen Semifinal Liga Champions, Serta Prediksi Susunan Pemain

Ia mencontohkan, misal jumlah siswa di suatu kelas berjumlah 32 orang, maka akan dibagi menjadi dua kelompok.

Sehingga, dalam satu sesi pembelajaran hanya berjumlah 16 orang.

"Lalu, terkait waktu juga kami atur. Semula pembelajaran 45 menit sekarang 30 menit maksimal dan bisa 20menit. Selanjutnya, tidak ada kantin, tidak ada istirahat, guru dan siswa boleh membawa makanan karena tidak ada kantin.

"Tadi sudah komitmen dengan para kepala sekolah dan para pengawas, dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan. Seperti ada tempat cuci tangan, ada sabun, ada masker dan jaga jarak dengan jumlah maksimal 1 kelas yaitu 16 orang," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved