Human Interest Story

Yati Takut Anaknya yang sedang Kuliah Kedokteran di Unpad Gak Bisa Lanjut: Saya Takut Gak Bisa Bayar

Putri dari pasangan Suhenda (47) dan Yati Sumiati (40) ini memiliki latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Yati Sumiati, ibunda dari Nindya Khairunisa mahasiswi Fakultas Kedokteran Unpad yang mendapatkan bantuan dari Kejaksaan Negeri Majalengka 

Yakni, terus memanjatkan doa yang terbaik untuk Nindya dan keluarganya.

Memiliki prestasi dan cita-cita yang baik dengan segala keterbatasan yang ada, membuat Kejaksaan Negeri Majalengka berinisiatif membantu segala kebutuhan Nindya.

Pemberian satu buah laptop, peralatan kuliah dan sembako menjadi wujud nyata dalam membantu orang yang kurang mampu.

Kajari Majalengka, Dede Sutisna mengatakan, awal mula mengetahui kondisi ekonomi Nindya tersebut setelah mendapat informasi dari salah seorang pegawai Kejari Majalengka yang kebetulan sesama alumni SMAN 1 Majalengka yang peduli terhadap Nindya yang membutuhkan laptop untuk kuliah daring.

"Karena, Bapak Nindya ini hanya seorang pedagang siomay di Jakarta, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Jadi mereka sudah tak sanggup lagi untuk membeli laptop. Sementara saat ini, kuliahnya secara daring," jelas dia.

Selanjutnya, kata dia, ia mengajak semua pegawai Kejari Majalengka untuk iuran membelikan laptop, perlengkapan kuliah dan lainnya.

Bantuan ini diharapkan semakin meningkatkan prestasi Nindya Khaerunisa dengan belajar dan ibadah lebih rajin lagi.

"Semoga bantuan yang kita berikan ini bermanfaat. Dan kami berharap Nindya tetap menjadi anak yang berprestasi dan dapat menggapai cita-citanya sebagai dokter," harap Kepala Kejari Majalengka.

Pemberian laptop dan peralatan kuliah tersebut sebagai bentuk perhatian keprihatinan mereka terhadap Nindya yang memiliki latar belakang keluarga yang kurang mampu.

Selain disambut oleh keluarga Nindya minus bapaknya, kedatangan Kajari dan jajarannya telah ditunggu oleh Camat Lemahsugih dan Kepala Desa Margajaya.

Gadis belia anak dari penjual siomay langsung menangis haru.

Sambil meneteskan air mata, Nindya Khairunisa mengaku senang atas bantuan yang diberikan oleh Kejari Majalengka tersebut.

Mengingat, peralatan kuliah terutama laptop sangat dibutuhkan sekali untuk kuliah daring di tengah pandemi Covid-19 ini.

Sejak kecil, ia memang dilahirkan dari keluarga kekurangan ekonomi.

Namun, berkat kejujurannya ia mampu membuktikan bahwa dirinya bisa berguna bagi masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved