Breaking News:

Tak Punya Ponsel, Murid SDN Cikawung Sukabumi Tak Belajar Online, Guru Pun Datangi Rumah Murid

banyak siswa yang tidak punya HP, serta susahnya jaringan internet, bahkan jaringan telekomunikasi biasa pun sulit.

Istimewa
Guru datangi rumah murid SD Negeri Cikawung karena kesulitan belajar online 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Selama belajar daring diberlakukan, masih ada sekolah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kesulitan melakukan kegiatan belajar online.

Hal itu terjadi karena beberapa faktor, di antaranya sulitnya jaringan internet hingga banyak siswa yang tidak mempunya Handphone.

Seperti di salah satu Sekolah Dasar (SD) di pelosok Kabupaten Sukabumi, yaitu SD Negeri Cikawung di Kampung Cikawung, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung.

Di SD tersebut, guru dan siswa kesulitan melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) online.

Menurut salah seorang guru SD Negeri Cikawung, Supardi, di sekolahnya kesulitan belajar online karena banyak siswa yang tidak punya HP, serta susahnya jaringan internet, bahkan jaringan telekomunikasi biasa pun sulit.

"Jelas sangat sulit, soalnya di Cikawung itu satu terhambat dengan sinyal, sinyalnya tidak ada, jelek, untuk siswa sangat-sangat kesulitan, soalnya siswa kan tidak mempunyai HP android, ya kan ada yang punya, ada juga yang tidak, tapi kebanyakan, tidak," ujar Supriadi kepada Tribunjabar.id, Jumat (14/8/2020).

Update Daftar Harga Hp Oppo Agustus 2020: Mulai dari A1K, A5, A9, F11, F15, Reno3 hingga Reno4

Yati Takut Anaknya yang sedang Kuliah Kedokteran di Unpad Gak Bisa Lanjut: Saya Takut Gak Bisa Bayar

Bacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Lengkap Beserta Kisah Pembuatan Naskah Proklamasi

Untuk menyiasati belajar saat pandemi dengan tidak tatap muka di sekolah, pihaknya membuat kelompok bagi tiap siswa.

Per kelompok telah dijadwalkan untuk didatangi oleh guru ke salah satu rumah siswa.

"Jumlah siswa dari kelas 1 sampat 6 itu 29 orang, untuk di SDN Cikawung itu tidak menggunakan daring, untuk menyiasatinya kita buat kelompok, misalkan hari Senin jadwal kelas 6 atau kelas 5, kita datangi rumah siswa dengan dibentuk satu kelompok," jelasnya.

Selain itu, Supardi mengaku para guru juga kesulitan mendatangi rumah siswwa karena jarak ke rumah siswa sangat jauh. Selain itu, kondisi jalan tidak bisa dilalui saat turun hujan.

"Kalau guru datang ke rumah itu sangat-sangat terkendala karena sangat pedalaman, soalnya kalau guru ke rumah siswa itu jalannya sangat sulit, apalagi kalau musim hujan," ucapnya.

Selain kesulitan belajar daring atau online, kondisi SD Negeri Cikawung pun terlihat memprihatinkan.

Dari pantauan Tribunjabar.id masih ada kelas yang kondisinya rusak, temboknya rusak hingga masih ada bangku atau meja belajar siswa sudah tidak layak pakai.* (M Rizal Jalaludin)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved