Razia Gabungan Lapas Ciayumajakuning

Razia di Lapas Kelas IIA Kuningan Mendapat Acungan Jempol Anggota F-PKB DPRD Kuningan

nilai positifnya, ini memberikan keleluasaan waktu terhadap warga binaan dalam menyiapkan segala hal, yang sedang dan hendak dihadapi.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Kakanwil Kemenkumham Jabar Imam Suyudi saat rilis hasil razia gabungan di Lapas IIA Kuningan, Selasa (11/8/2020) malam. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Razia di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan, mendapat penilaian positif dari salah seorang anggota DPRD Kuningan.

"Terlepas bentuk kegiatan razia latar belakangnya bagaiamana, namun pelaksanaan itu merupakan bentuk perhatian petugas Lapas terhadap warga binaannya," ungkap Susanto, Anggota Fraksi PKB yang tergabung dalam Komisi II DPRD Kuningan saat memberikan keterangannya kepada Tribuncirebon.com, di Gedung Rakyat yang terletak di Jalan RE Martadinata, Rabu (12/8/2020).

Razia, kata Susanto, bukan merupakan bagian yang menghilangkan kebebasan begitu saja. "Ya, kita ambil sisi positifnya saja. Kenapa razia itu dilakukan, dan saat melaksanakannya itu secara tiba -tiba. Nah, di sini bentuk perhatian daripada petugas Lapas yang serius melakukan pembinaan terhadap warga binaan tersebut," katanya.

Menurut Susanto, nilai positifnya, ini memberikan keleluasaan waktu terhadap warga binaan dalam menyiapkan segala hal, yang sedang dan hendak dihadapi.

"Artinya, para penghuni akan lebih terarah terhadap materi atau praktik yang diberikan petugas Lapas dalam pembinaannya," ujarnya.

Tak Ada Lagi Zona Merah, Presiden Jokowi Apresiasi Penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar

Daftar Harga Terbaru Hp Oppo Agustus 2020, Lengkap Mulai dari Oppo A1K, A92, Find X2 hingga Reno4

Bacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Dilengkapi Kisah Pembuatan Naskah Proklamasi

Tambah nilai positif, masih kata Susanto yang juga Wakil Rakyat dari Daerah Pilihan V Kabupaten Kuningan ini sebagai motivasi dan peningkatan etos kerja petugas dalam melakukan pembinaan.

Artinya, imbuh dia, antara warga binaan dan petugas binaan ini benar terjalin nilai kekeluargaan dalam menyukseskan program kerja yang teragendakan di lingkungan Lapas itu sendiri.

"Bayangkan saja, ketika dalam satu atap nilai harmonisasi kurang klimaks dalam keseharian. Ini tentu, akan menjadi suatu keterpaksaan satu sama lain, sehingga dalam capaian program hanya gugur kewajiban semata," ujarnya.

Mengenai hasil dan buntut pencatutan nama Mentri Luar Negeri yang dilakukan oleh oknum napi Lapas Kelas IIA Kuningan, Susanto tak menanggapinya.

"Soal itu, saya tak punya penilaian apapun. Silakan yang lain, mungkin ada yang kompeten dalam menanggapinya," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, syarat pelaksanaan petugas keamanan dan ketertiban Se-Ciayumajakuning saat hendak melakukan razia di Lapas Kelas IIA Kuningan, diketahui benar - benar steril.

"Selain jangan membuat tidak nyaman bagi penghuni Lapas, tolong jangan ada yang bawa handphone ke dalam dan segera di kumpulkan," kata Kepala Divisi Lapas Jabar Abdul Haris, disela hendak melakukan kegiatan razia semalam.

Di samping itu, masih kata dia, jika usai melakukan razia di dalam Lapas.

"Semua petugas akan dilakukan pemeriksaan dan jika ada kedapatan ngambil barang dari dalam, maka pasti kena sanksi," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved