Human Interest Story
Jafar Sidik Panas-panasan Jualan Es Buah, Uangnya Dipakai Beli Kuota Internet Untuk Belajar Online
Di saat teman sebayanya asyik bermain sepeda, Jafar malah sibuk dan terlihat tidak malu untuk menawarkan es buah
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Di tengah panasnya terik matahari, seorang bocah bernama Jafar Sidik (11), warga Lembur Tengah, RT 3/17, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang tampak semangat berjualan es buah dengan cara berkeliling.
Di saat teman sebayanya asyik bermain sepeda, Jafar malah sibuk dan terlihat tidak malu untuk menawarkan es buah ke setiap rumah warga meskipun tak mudah untuk mendapatkan para pembeli.
Sebelum berangkat, Jafar menyiapkan sendiri barang dagangannya dibantu oleh ibunya di rumah kontrakan yang sangat sederhana.
• Rekayasa Pembunuhan Suami, Seorang Istri di Bengkulu Ngaku Suaminya Tewas Gantung Diri
Kemudian setelah semuanya selesai, dia langsung berpamitan dan meminta doa ke ibunya agar semua dagangannya bisa laku terjual.
Kemudian ia berjalan dengan menyusuri gang sempit dan area persawahan sambil menawarkan es buah dengan suara yang lantang agar warga yang sedang berada di dalam rumah mendengar apa yang ia jual.
Siswa kelas 6 SDN Panyingkiran 2 itu setiap harinya berjualan dengan membawa tas kecil, memakai masker dan sandal jepit.
• Jadwal Puasa Asyura dan Puasa Tasua di Bulan Muharram 1442 Hijriah/2020, Ini Keutamaannya
Saat berjualan, dia hanya mampu membawa es buah sebanyak 10 cup yang disimpan menggunakan wadah terbuka.
Meski tubuhnya mungil, anak pertama dari pasangan suami istri Neneng Fatimah (36) dan Ubed Junaedi (40) itu mampu berkeliling ke setiap kampung agar semua dagangannya bisa laku terjual.
"Uangnya dikumpulin di mamah, agar ada modal lagi buat usaha, bayar token listrik dan bayar kontrakan," ujar Jafar saat ditemui ketika berjualan di sekitar Jalan Mayor Abdurrahman, Kabupaten Sumedang, Rabu (12/3/2020).
• 100 Relawan Bandung Dapat Giliran Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Jumat, Pendaftaran 19 Hari Lagi
Selain itu, uang hasil penjualan es buah itu ia gunakan untuk membeli kuota internet agar bisa belajar online seperti teman-teman yang lain karena hingga saat ini belajar tatap muka di sekolah belum bisa digelar.
"Beli kuota paling banyak mampu membeli setengah giga untuk belajar online," kata Jafar.
Dalam satu kali berjualan, ia bisa membawa uang rata-rata Rp 50 ribu dari hasil penjualan 10 cup es buah yang harganya Rp 3000.
Ia bisa mendapatkan uang lebih itu karena banyak warga yang tidak menerima uang kembalian karena merasa kasihan.
• 9 Makanan Ini Mengandung Mineral Tembaga Tinggi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
"Tapi kalau habis, saya balik ke rumah untuk membawa es buah agar bisa berjualan lagi. Sehari bisa 3 sampai 4 kali berjualan dengan membawa 8 atau 10 cup es buah dalam satu kali," kata Jafar.