Vaksin Covid 19
100 Relawan Bandung Dapat Giliran Disuntik Vaksin Covid-19 Hari Jumat, Pendaftaran 19 Hari Lagi
hingga hari ini jumlah calon relawan yang telah mendaftarkan sudah mencapai 1.309 orang. Target relawan untuk uji vaksin ini 1.620 orang.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak 100 orang yang sudah dinyatakan memenuhi syarat menjadi relawan akan mulai mendapat suntikan vaksin Covid-19 atau placebo pada pekan ini.
Demikian dikatakan Manajer Penelitian Uji Klinis Vaksin Covid-19, Eddy Fadliana saat dihubungi, Rabu (12/8/2020). Sebelumnya, kata dia, pada Selasa 11 Agustus 2020 ada 19 orang yang telah disuntik vaksin.
"Jumat (14/8), 100 orang (target)," ujar Eddy Fadliana.
Sementara itu, hingga hari ini jumlah calon relawan yang telah mendaftarkan sudah mencapai 1.309 orang. Target relawan untuk uji vaksin ini 1.620 orang. Masih kurang 311 orang.
Ada enam lokasi dijadikan tempat uji klinis vaksin Covid-19 yaitu Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Puskesmas Dago, Puskesmas Cimbeleuit dan Puskesmas Sukapakir.
• Anda Punya Tekanan Darah Tinggi? Konsumsi Mentimun Ternyata Bisa Kendalikan Hipertensi, Bisa Dicoba
• 9 Makanan Ini Mengandung Mineral Tembaga Tinggi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
Pendaftaran relawan uji klinis vaksin Covid-19 ini masidh akan dibuka hingga 31 Agustus 2020. Relawan yang bisa mengikuti penyuntikan adalah warga berusia 18-59 tahun, sehat dan tidak terpapar Covid-19. Mereka akan mendapatkan asuransi kesehatan selama uji klinis berlangsung.
Uji klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga ini akan ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun 2020 dan pada awal 2021 ditargetkan bisa diproduksi massal dan mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Cari Alternatif Lain
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencari alternatif lain selain vaksin Sinovac dari Tiongkok untuk menangani pandemi Covid-19.
Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan, uji klinis vaksin Covid-19 tahap ketiga ini dilakukan atas kerjasama Indonesia dengan negara lain.
Namun pada saat yang sama, kata dia, berbagai penelitian vaksin juga dikembangkan dari dalam negeri oleh beberapa ahli di sejumlah Universitas di Indonesia.
"Kita kan bekerja sama dengan negara lain, tapi dalam waktu yang sama juga berbagai riset berkembang, ada di Universitas Airlangga, kemudian beberapa industri farmasi juga sudah mulai," ujar Penny di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Padjadjaran, Jalan Eyckman, Kota Bandung, kemarin.
Dengan sumber daya yang ada, kata dia, Indonesia memiliki peluang untuk memproduksi vaksin Covid-19. Sebab, seluruh dunia juga melakukan hal yang sama untuk memenuhi kebutuhan vaksin masing-masing negaranya.
"Jadi semakin banyak kesempatan kita untuk berbagai alternatif, jadi seluruh dunia, kebutuhan vaksin sangat besar, kita akan berkompetisi," katanya.