Pegawai dan Nakes Positif Corona

BREAKING NEWS 19 Orang Tenaga Medis dan Pegawai RSUD 45 Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dengan jumlah yang selesai pengawasan ada sebanyak 1.963 orang dan masih dalam pengawasan ada sebanyak 23 orang.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Ripai - Tribun Cirebon
Suasana RSUD 45 Kuningan persis gerbang Instalasi Gawat Darurat 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sebanyak 19 orang di lingkungan RSUD 45 Kuningan terkonfirmasi Covid-19.

Ke 19 orang itu merupakan tenaga medis dan pegawai rumah sakit.

Hal itu menyusul dengan hasil swab test yang usai dilakukan petugas Dinas Kesehatan Kuningan terhadap ratusan tenga dan karyawan di lingkungan Rumah Sakit Kuningan.

Demikian dikatakan Juru Bicara Tim Crisis Centre Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin kepada awak media melalui Whatsapps Group Media Centre Corona, Senin (3/8/2020).

Agus mengatakan, hasil positif itu terjadi sehari sebelum lebaran Idul Adha 1441 H.

“Kemudian kini, kasusnya sudah dilaporakan kepada pimpinan daerah,” ungkapnya.

Sementara untuk update data Covid-19 Kuningan, Senin tanggal 3 Agustus 2020, untuk kasus suspect total sebanyak 1.986 orang.

Dengan jumlah yang selesai pengawasan ada sebanyak 1.963 orang dan masih dalam pengawasan ada sebanyak 23 orang.

“Kemudian untuk total rapid positif ada sebanyak 97 orang dan masih dalam pengawasan ada sebanyak 17 orang. Orang yang dinyatakan sembuh rapid positif ada sebanyak 72 orang dan yang meninggal rapid positif ada sebanyak 8 orang,” katanya.

Untuk kasus terkonfirmasi positif total ada sebanyak 70 orang, dan jumlah kasus sembuh ada sebanyak 41 orang dan masih dalam pengawasan itu sebanyak 27 orang.

“Dalam kasus terkonfirmasi yang meninggal ada 2 orang dan kasus ini juga didominasi berjenis kelamin Laki-laki ada sebanyak 45 orang dan Perempuan ada sebanyak 25 orang,” ujar Agus.

Secara terpisah, Bupati Kuningan, H Acep Purnama mengakui adanya klaster baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan.

 Bupati mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan sudah menangani dengan baik seluruh pegawai RSUD yang terkonfirmasi positif. 

"Sebagian besar dari mereka diisolasi kolektif di Instalasi RSUD 45 Eks RS Citra Ibu,” kata Acep saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Senin (3/8/2020).

Acep mengatakan, untuk mereka yang diisolasi akan menunggu masa inkubasi virus 14 hari. “Rencananya satu-dua hari ini akan kita lakukan tes swab ulang pada mereka," katanya.

 Seorang Ibu Muda Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Dibantu 4 Anggota Polisi di Bali

 Tulis Tantangan untuk Warga Cijati, Sebuah Akun Medsos Diperkarakan Warga ke Polres Majalengka

 Kuasa Hukum Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Syaefudin Ungkap Fakta di Balik Skandal Kelapa Gading

Menurut Acep, seluruh pegawai RSUD 45 yang positif Covid-19 tersebut tidak menunjukkan gejala apapun dalam aktivitas sehari – harinya alias mereka semua itu masuk kategori kasus OTG (Orang Tanpa Gejala).

"Dan untuk pelayanan RSUD tidak ditutup, namun masih melakukan pelayanan dengan pembatasan-pembatasan tertentu. Ini juga tetap menggunakan standar kesehatan Covid-19)," katanya.

Setelah Tes Swab

“Jumlah 19 terpapar itu diketahui positif setelah mengikuti tes swab massal yang dilakukan pihak rumah sakit beberapa waktu lalu,” ungkap Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan, dr Deki Saifullah saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Senin (3/8/2020).

Mereka yang terpapar positif covid-19, kata Deki, terdiri dari 7 orang dokter daerah dan pusat. “Kemudian ada 11 tenaga kesehatan atau perawat dan 1 orang cleaning service,” katanya.

Klaster ini menimpa tenaga kesehatan yang bertugas di UGD. “Menerima hasil swab tes, seluruh nakes dan karyawan yang positif sudah menjalani isolasi di ruang isolasi RS Citra Ibu Kuningan,” katanya.

Mengenai pelayanan di RSUD 45 Kuningan dampak kluster positif covid-19. “Kami masih memberikan pelayanan dan tetap berjalan. Namun untuk teknik dalam penerimaan calon pasien atau pengunjung, ini akan dib uatkan tempat khusus yang mendapat pengawalam dan petugas covid-19,” katanya.

Gencar Penyemprotan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan gencar melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan rumah sakit dan sejumlah lembaga pendidikan di Kuningan.

Hal itu dilakukan menyusul munculnya klaster baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 45 Kuningan.

“Penyemprotan sejak dulu dilakukan sejak Kuningan berstatus siaga Covid-19, dan ini dilakukan berkala,” kata Agus saat dikonfirmasi Tribuncirebon.com, Senin (3/8/2020).

Kaitan dengan kasus terkonfirmasi positif, kata Agus ini tidak berdampak terhadap pelaksanaan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar, red) di setiap sekolah yang berada di daerah.

“Untuk teknis penyemprotan yang di lakukan di sejumlah sekolah, jumlah sudah banyak, dan hingga kini tetap berlangsung penyemprotan cairan disinfektan di sekolah yang berada di Kecamatan Kuningan, Cigugur, Darma, Kadugede, Kramatmulya dan daerah kawasan kuningan lainnya,” katanya.

 Daftar Harga HP Vivo Terbaru Agustus 2020: Vivo X50 Rp 6,9 Juta, Vivo Z1 Pro Rp 3,4 Juta

 INI Spesifikasi Oppo Reno 4, Lengkap Dengan Daftar Harga HP Oppo Terbaru Agustus 2020

 Kisah Pahit Cewek PL Karaoke di Bandung, Gak Punya Duit buat Makan, Anak Kelaparan, Diusir dari Kos

Agus menambahkan, untuk RSUD 45 Kuningan meniadakan jam besuk dan membatasi jumlah penunggu pasien.  “Hal itu dilakukan setelah 19 tenaga kesehatan (nakes) RSUD 45 Kuningan dinyatakan positif terpapar covid-19,” ungkapnya.

Selain meniadakan jam besuk dan membatasi jumlah penunggu pasien, pihak RSUD 45 Kuningan juga menunda melakukan operasi.

“Namun penundaan itu hanya berlaku bagi operasi yang tidak emergency,” katanya.

Makin Banyak

Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung lima bulan, tetapi hingga saat ini penularan virus corona masih terjadi di masyarakat. Masih terjadinya penularan virus corona itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kembali bertambah.

Informasi ini terlihat dari pembaruan data mengenai pasien dan kasus Covid-19 yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui situs Covid19.go.id pada Senin (3/8/2020) sore.

Berdasarkan data pemerintah hingga Senin ini pukul 12.00 WIB, ada 1.679 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan pasien baru itu menyebabkan secara akumulasi kini ada 113.134 kasus Covid-19 sejak pasien pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Sebanyak 1.679 kasus baru itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 14.728 spesimen dari 12.179 orang yang diambil sampelnya.

 INI Spesifikasi Oppo Reno 4, Lengkap Dengan Daftar Harga HP Oppo Terbaru Agustus 2020

 BREAKING NEWS 19 Orang Tenaga Medis dan Pegawai RSUD 45 Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19

 Daftar Harga HP Vivo Terbaru Agustus 2020: Vivo X50 Rp 6,9 Juta, Vivo Z1 Pro Rp 3,4 Juta

Adapun, total pemeriksaan spesimen yang telah dilakukan berjumlah 1.552.141 spesimen dari 894.531 orang yang diambil sampelnya.

Dengan catatan, satu orang bisa menjalani pemeriksaan spesimen lebih dari satu kali.

Data pasien sembuh dan meninggal Meski demikian, ada kabar baik dengan bertambahnya pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Berdasarkan data yang sama, diketahui ada penambahan 1.262 pasien yang sembuh dari Covid-19. Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total ada 70.237 pasien Covid-19 yang sudah dianggap sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona.

Jumlah pasien sembuh sekitar 62,1 persen dari total kasus Covid-19 di Tanah Air. Akan tetapi, masih ada kabar duka dengan adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Diketahui, ada 66 pasien Covid-19 yang tutup usia dalam periode 2 - 3 Agustus 2020. Dengan demikian, total pasien yang meninggal setelah mengidap Covid-19 dan terinfeksi virus corona ada 5.302 orang.

Saat ini, masih ada 37.595 orang yang masih menjalani perawatan terkait Covid-19.

Pemerintah juga mencatat ada 77.572 orang yang saat ini berstatus suspek.

Data sebaran

Kasus Covid-19 sudah tercatat di semua provinsi atau 34 provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

Secara khusus, ada 479 kabupaten/kota yang terdampak penularan virus corona. Dalam periode sehari terakhir, setidaknya ada lima provinsi yang mencatat penambahan pasien Covid-19 tertinggi.

Berikut daftarnya:

1. Jawa Timur dengan 478 kasus baru

2. DKI Jakarta dengan 472 kasus baru

3. Sulawesi Selatan dengan 97 kasus baru

4. Jawa Tengah dengan 95 kasus baru

5. Sulawesi Utara dengan 78 kasus baru

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved