Video
VIDEO - Bermula dari Nonton YouTube, Iwan Bikin Bisnis Aquascape di Kuningan
Iwan sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kuningan. Kini ia memilih usaha mandiri.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Kreativitas bisa datang dari mana saja. Termasuk dari menonton YouTube.
Itu pula yang dialami oleh Iwan Qiwong, seorang warga Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan. Dari awalnya menonton di channel YouTube, ia pun kini memilih sebagai penjual properti dan pembuat aquascape.
Pasalnya, aquascape ini bisa memberikan minat kuat bagi warga yang hobi dengan dunia air.
“Ya, awalnya sih liat – liat di channel youtube dan main ke Cirebon, untuk tanya – tanya tentang aquascape. Sebab di Cirebon aquascape sudah menjamur dan kini sudah diminati banyak orang,” ungkap Iwan saat ditemui di lapak usahanya, yang terletak di desa setempat, Sabtu (1/8/2020).
Iwan sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kuningan. Kini ia memilih usaha mandiri.
“Ya, saya lebih suka seperti ini. Sebab selain hobi, ini bisa mengobati ketenangan setiap waktu. Apalagi saat melihat- lihat aquascape di waktu tertentu,” kata Iwan.
• INI Jadwal Pencairan Gaji ke-13 dan Uang Pensiunan PNS 2020, Ada 6 Tunjangan Lagi Selain Gaji Pokok
• Ini Harga dan Spesifikasi Realme C15, Punya Baterai Jumbo Bisa Jadi Power Bank Tahan 57 Hari
• Resep Membuat Tongseng Kambing dan Sapi, Lengkap Tips Agar Daging Empuk dan Mudah Masak
Jumlah penghobi, kata Iwan, di daerah Kuningan memang belum begitu gencar boming di setiap daerah.
“Namun,aquascpe ini jelas berbeda dengan akuarium. Untuk jenis ikan saja itu ada ikan khusus untuk aquascape,” katanya.
Ikan untuk aquascape itu seperti jenis ikan neon netra, cardinal dan ikan amandae. “Ikan dengan sebutan tadi, memang tidak merusak tanaman dan udang – udang kecil yang berada di aquascape,” ujarnya.
Karena, kata dia, aquascape ini perairan yang di lengkapi dengan tanaman dan property lain, yang bergantung pada tema yang di minati sebelumnya.
“Jelasnya begini, dalam aquascape itu ada tanaman yang dilengkapi properti lain dan ikannya pun harus bersahabat dengan tanaman tersebut. Nah, untuk udang yang hidup dalam peraiaran aquascape,bisa di gunakan sebagai pembersih kotoran dalam tumbuhan atau tempat lainnya,” katanya.
Usaha Iwan yang sempat berhenti akibat Pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat untuk kembali menggencarkan dan mengenalkan, bagaimana dan apa aquascape itu.
“Memang tidak sedikit yang datang untuk melihat – lihat dan banyak juga orang bertanya seputar tema atau tata cara pembuatan aquascape,” ujarnya.
Semasa usaha yang ditekuni, Iwan menjual aquascape ini dengan harga yang variatif. “Untuk harga minimal Rp 500 ribu, dan itu juga bagaimana tema yang di minatinya. Selama usaha ini, paling mahal saya pernah jual aquascape itu seharaga Rp 2,5 juta,” ungkapnya.
Tema aquascape, kata Iwan, untuk pemula itu biasanya perbukitan atau penyusunan baru – batu yang dibentuk sesuai karakter.
“Ini batunya juga banyak jenis dan namanya berbeda. Kemudian untuk harga batu, kami jual perkilo dengan harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu,” katanya.
TONTON VIDEO DI SINI