Kegiatan Belajar Mengajar

Sudah Didatangi Wapres & Mendikbud Nadiem, Belajar Tatap Muka di Kota Sukabumi Tak Jelas Nasibnya

rencana belajar tatap muka sampai saat ini masih menunggu arahan selanjutnya dari Kemendikbud dan Pemprov Jabar

Editor: Machmud Mubarok
Instagram/Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil turut meninjau simulasi belajar tatap muka saat mendampingi kunjungan Wapres KH Ma'ruf Amin di SMAN 4 Kota Sukabumi, Rabu (7/7/2020). 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi belum bisa memastikan Kegiatan Bejalar Mengajar (KBM) untuk tingkat SMA/SMK dan SMP di wilayahnya akan digelar pada 13 Juli 2020. Meski wilayah Kota Sukabumi sudah ditetapkan sebagai zona hijau. Padaha

Hal tersebut langsung diungkapkan Wali Kota Sukabumi Acmad Fahmi saat ditemui diruang kerjanya, Jumat, (10/7/2020).

"Jelang tahun ajaran baru, hingga saat ini yang masih menjadi pertanyaan dari sejumlah pihak, apakah pembelajaran di masa transisi ini akan dilakukan secara tatap muka atau masih belajar di rumah atau daring," katanya Fahmi.

Saat Wakil Presiden KH. Maaruf Amin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dan ditemani Gubernur Jabar Ridwan Kamil datang ke Kota Sukabumi lanjut dia, ada beberapa kesepakatan yang dibuat bersama.

"Kesepakatan yang dibuat bersama tersebut di antaranya yaitu masih ada indikator yang  harus disingkronkan antara Pemerintah daerah, Provinsi dan Kementerian. Sehingga hingga saat ini kita melakukan proses singkronisasi indikator terlaksananya belajar tatap muka," katanya.

Selain itu dia mengatakan, pada saat kunjungan Wapres dan Kemendikbud, pihaknya diminta sebuah kepastian untuk menggelar bejalar tatap muka. Ketika itu Fahmi menawarkan beberapa alternatif bejajar tatap muka, seperti penggunaan masker, face shield dan tirai. 

"Namun pada saat kemarin Pak Menteri menyampaikan akan melaksanakan konsultasi terlebih dulu, sehingga pada saat itu kami bersepakat bahwa tanggal 13 Juli nanti, belum dilaksanakan belajar secara tatap muka. Pembelajaran nanti masih dilaksanakan di rumah atau daring, termasuk dalam proses MPLS," katanya 

Ia menjelaskan, rencana belajar tatap muka sampai saat ini masih menunggu arahan selanjutnya dari Kemendikbud dan Pemprov Jabar, khusunya terkait sejumlah indikator yang masih harus disamakan antara Pemerintah daerah, Provinsi Jabar dan Pusat. 

"Tetapi Pak menteri termasuk Pak Wapres berkeinginan kuat, bahwa Kota Sukabumi akan dijadikan pecontohan untuk pelaksaan belajar tatap muka. Oleh karena itu, kami terus melakukan simulasi belajar tatap muka," ucapnya.

Sapi Limosin Ini Berbobot 9 Kuintal Dijual dengan Harga Rp 46 Juta, Yang Beli Warga Jatibarang

Daftar Harga HP Vivo Juli 2020, Lengkap dengan Bocoran Spesifikasi Seri Terbaru Vivo X50 dan X50 Pro

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah, Beserta Niat dan Keutamaan Jelang Idul Adha

Puji SMAN 4 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengungkapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di Kota Sukabumi menjadi percontohan di tingkat nasional.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat mendampingi kunjungan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin ke SMA Negeri 4 Kota Sukabumi, Rabu (8/7/2020).

Nadiem mengatakan, kesiapan sekolah tatap muka didasarkan pada keputusan kepala sekolah dan orangtua bebas tidak menyekolahkan anaknya dan tidak ada diksrikiminasi.

''SMAN 4 Sukabumi bisa menjadi percontohan untuk nasional dan bahkan SMA lainnya, Kuncinya pola pikir kepala sekolah, guru, pengawas, dan kepala dinas seperti apa mengutamakan pendidikan dengan berbagai inovasi," katanya pada wartawan.

 Pemkab Garut Evaluasi Pembukaan Objek Wisata, Banyak Pengunjung Langgar Protokol Kesehatan

 Obat Alami untuk Atasi Gigi Berlubang, Lengkap Dengan Cara Merawatnya, Rugi Kalau Tak tahu

 Puluhan Warga Kabupaten Cirebon Terjaring Razia Masker, Petugas Gabungan Terapkan Sanksi Ini

Nadiem mengatakan, SMA 4 Sukabumi misalnya luar biasa membuat 3 sif padahal 2 sif cukup. Langkah ini karena ingin benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

"'Kemampuan kreativitas dan mindset pola pikir mereka akan mengajari kita dalam menemukan strategi terbaik, SMA 4 Sukabumi bisa menjadi percontohan untuk nasional dan bahkan tidak hanya SMA tapi lainnya," katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Kota Sukabumi, Rahmat Mulyana mengatakan, pihaknya sebagai pengelola pendidikan selalu mengacu terhadap berbagai aturan yang telah dituntukan.

Selain itu, kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas bagi pihaknya dalam menyiapkan dibukanya kembali KBM tatap muka.

"Jadi kamu tidak mau gegabah dan banyak parameter yang dilalui untuk menyiapkan ini.  Termasuk ini pun akan kami nilai dan evaluasi lagi, apa bisa diterapkan atau tidak," katanya.

Ia menambahkan, dalam memulai KBM tatap muka pihaknya telah mentiapkan berbagai fafasilitas juga sarana prasarana pendukung untuk kesehatan dan selamatan peserta didik.

"Kami sediakan 1 wastafel 1 rombel, dari seharusnya  1 westafel untuk 2 rombel. Selain itu dari 36 siswa perkelas kami membagi menjadi 3 kelas dengan jumlah 12 siswa per kelas, dari seharusnya 36 siswa ini dibagi 2 menjadi 16 siswa per kelas," katanya.

 Ada 1.102 Janda Baru di Kabupaten Bandung Selama Juni 2020, Rata-rata Masih di Bawah 30 Tahun

 Daftar Harga HP Oppo Terbaru Bulan Juli 2020: Oppo A31 Rp 2,8 Juta, Oppo F15 Rp 3,8 Juta

 Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan, Sepeda Lipat Element, United Hingga Polygon

Gubernur Jabar Ridwan Kamil di akun Instagramnya menjelaskan, proses belajar tatap muka ini hanya berlangsung 4-5 jam dan siswa langsung pulang.

"Tidak ada jam istirahat. Satu kelas dibagi 2-3 sif. Ada yang daring setengah minggu dan ada yang tatap muka setengah minggu. Setiap 2-3 hari gantian," katanya.

Menurut Kang Emil, siswa yang berdomisili di zona non hijau tetap belum boleh datang tatap muka ke sekolah yang sudah zona hijau.

Walaupun sudah zona hijau, orangtua boleh memilih anaknya untuk tetap belajar daring dari di rumah jika itu menjadi pilihannya.

"Semua dilakukan dengan kehati-hatian dan selalu perlahan bertahap," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved