Awak Mobil Tangki BBM Unjuk Rasa
VIDEO - 30 Anggota TNI di Indramayu Jadi Sopir Tangki BBM Dadakan, Gara-gara Awak Tangki Mogok Kerja
Ia pun menjamin walau ratusan sopir awak mobil tangki mogok, pasokan BBM tetap berjalan lancar dan aman
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 30 anggota TNI di Kabupaten Indramayu dikerahkan menjadi sopir dadakan untuk mengangkut BBM agar pasokan bahan bakar di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) tetap berjalan lancar.
Hal tersebut dilakukan para anggota menyikapi aksi mogok kerja massal yang dilakukan ratusan buruh awak mobil tangki (AMT) selama 4 hari lamanya.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes mereka terkait Tunjangan Hari Raya (THR) yang tidak kunjung diberikan oleh manajemen vendor outsourcing transportasi angkutan BBM di Pertamina.
Section Head Communication Relations Pertamina Marketing Operation Region III, Nerisa Pitrasari mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan tindakan tersebut.
Ia pun menjamin walau ratusan sopir awak mobil tangki mogok, pasokan BBM tetap berjalan lancar dan aman.
"Mereka membantu membawa mobil tangki tersebut sampai ke SPBU hal ini dilakukan supaya penyaluran tetap berjalan dengan lancar, baik dan aman sampai ke tempat," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (6/7/2020).
• DAFTAR Lengkap Harga Sepeda Urban Merek Pasific Juli 2020, Mulai Rp 3,2 Juta Hingga Rp 35 Juta
• Daftar Harga iPhone Terbaru Bulan Juli 2020: iPhone 12 Mulai Rp 7,8 Juta, iPhone 8 Plus Rp 10,4 Juta
• Harga Mobil LSUV Bekas Bersaing, Duit Rp 95 Juta Bisa Bawa Pulang Terios, Harga Honda BR-V Stabil
Nerisa Pitrasari mengatakan, selain mendapat bantuan dari anggota TNI, pihaknya juga melakukan skenario pendistribusian.
Dalam hal ini, TBBM tetangga meliputi TBBM Ujung Berung, TBBM Tasikmalaya, TBBM Tegal, dan TBBM Cikampek ikut membantu pasokan BBM di Ciayumajakuning.
Mengingat kebutuhan BBM di Ciayumajakuning rata-rata dalam seharinya sebesar 2.600 kilo liter (KL).
Sebagian besar produk tersebut berasal dari kilang Pertamina Balongan.
"Kami sudah menjalankan skenario dari Pertamina untuk memastikan penyaluran distribusi, saat ini dari TBBM Balongan menyalurkan sebesar 25 persen kebutuhan sedangkan sisanya telah dialih supply dari TBBM lain," ujar dia.
TONTON VIDEO DI SINI