Dua Nakes di Indramayu Positif Corona
Tekan Laju Covid-19, Pemkab Indramayu Lakukan Tes Swab Massal Termasuk di Kalangan Tokoh Agama
Tes demi tes pun akan terus dilakukan sebagai langkah serius pemerintah menekan laju pertumbuhan virus corona di Kabupaten Indramayu.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Secara marathon, tes swab massal terus dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Indramayu.
Terbaru, tes swab massal dilakukan kepada sebanyak 156 tokoh agama se-Kabupaten Indramayu di Islamis Center Indramayu pada Sabtu (20/6/2020) kemarin.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat mengatakan, pemerintah daerah terus berusaha memetakan penyebaran virus corona.
• Seorang Tenaga Kesahatan di Indramayu yang Positif Covid-19 Adalah Istri dari Pasien PDP
• BREAKING NEWS Dua Orang Tenaga Kesehatan di Indramayu Kembali Positif Covid-19
Tes demi tes pun akan terus dilakukan sebagai langkah serius pemerintah menekan laju pertumbuhan virus corona di Kabupaten Indramayu.
"Swab massal akan terus dilakukan baik secara terencana dengan sasaran orang-orang yang resiko tinggi maupun swab massal secara acak dengan target lokasi kerumunan dan lainnya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (21/6/2020).
Dilakukannya tes swab massal terhadap ratusan tokoh agama seperti imam masjid, pengurus pondok pesantren, dan lain sebagainya ini karena menjadi orang yang memiliki risiko paparan tinggi.
Terlebih, kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren sekarang sudah diperbolehkan beraktivitas kembali pasca-diberlakukannnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional di Kabupaten Indramayu.
Taufik Hidayat yang sekaligus Plt Bupati Indramayu menilai, swab massal dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat deteksi terhadap penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Indramayu.
Peta sebaran kasus yang didapat nanti akan dijadikan bahan evalusi guna pengambilan kebijakan selanjutnya.
"Swab massal ini akan memperbanyak kasus yang terdekteksi. Ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan pengambil kebijakan dan yang terpenting kita bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Indramayu, KH Syatori mengapresiasi langkah tepat yang dilakukan pemerintah daerah.
• Presiden Joko Widodo Ulang Tahun ke 59 Hari Ini, Inilah Ucapan Selamat dari Pejabat dan Tokoh
• Tidak Ada Kuliah Tatap Muka Langsung di Kampus Hingga Akhir 2020, Begini Kata Nadiem Makarim
Swab massal bagi para tokoh agama ini diharapkan bisa menekan laju penyebaran Covid-19 di Indramayu.
"Mudah-mudahan yang sudah diswab semuanya sehat, sehingga para imam masjid ini bisa memimpin ibadah dengan tenang dan tidak was-was. Kami berharap semuanya negatif," ujarnya.
Seorang Nakes Merupakan Istri PDP
Satu dari tenaga kesehatan terbaru yang terkonfirmasi positif virus corona di Kabupaten Indramayu rupanya adalah istri dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (21/6/2020).
Deden Bonni Koswara mengatakan, tenaga kesehatan itu adalah perempuan berinisial K (44) warga Kecamatan Lelea sekaligus bidan di Puskesmas Tugu.
• Pemkab Indramayu Pastikan Dua Puskesmas Sudah Kembali Normal Pasca Dua Nakes Positif Covid-19
• BREAKING NEWS Dua Orang Tenaga Kesehatan di Indramayu Kembali Positif Covid-19
"Dari hasil tracing didapatkan bahwa pasien tersebut suaminya adalah PDP," ujar dia.
Kendati demikian, PDP tersebut disebutkan Deden Bonni Koswara sudah dilakukan swab dengan hasil negatif.
"Kemudian kita juga akan dilakukan tracing secara keseluruhan terhadap kontak erat pasien tersebut," ujarnya.
Pasien tersebut diduga merupakan orang tanpa gejala (OTG) atau terpapar oleh OTG.
Hal ini dipastikan setelah pihaknya melakukan tracking tidak ditemukan adanya riwayat perjalanan ke daerah episentrum.
Pasien juga tidak merasakan gejala apapun sebagaimana yang dialami pasien positif virus corona sebagaimana umumnya.
"Pasien tidak merasakan apapun padahal di dalam tubuhnya telah ada virus, hal ini karena imun yang cukup baik," ujar dia.
Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan tenaga kesehatan itu terkonfirmasi positif virus corona setelah berkontak dengan orang diluar OTG saat membuka praktik sendiri.
• VIDEO Perjuangan Driver Ojol Membeli Donat untuk Ibunya yang Ulang Tahun Viral: Ingin Menangis
• Jangan Lupa Klaim Token Listrik Gratis Bulan Juni, Login di www.pln.co.id atau Chat ke 08122123123
Misalnya, saat memeriksa pasien tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang standar.
"Bisa jadi diluar kontak OTG atau di tempat periksa sendiri yang APD-nya tidak sesuai," ujarnya.
• BREAKING NEWS Dua Orang Tenaga Kesehatan di Indramayu Kembali Positif Covid-19
• Tiga Pasien Covid-19 Terbaru di Indramayu Termasuk Orang Tanpa Gejala, Positif Setelah Tes Swab
Ketiga Pasien Merupakan Orang Tanpa Gejala
Sebanyak dua orang tenaga kesehatan dan seorang karyawan swasta di Kabupaten Indramayu terkonfirmasi positif Covid-19.
Terkonfirmasinya positif virus corona ketiga orang itu diumumkan pemerintah daerah, pada Sabtu (20/6/2020).
Mereka adalah laki-laki berinisial OTU (26) warga Kecamatan Cikedung sekaligus tenaga kesehatan di Puskesmas Lohbener, perempuan berinisial K (44) warga Kecamatan Lelea sekaligus tenaga kesehatan di Puskesmas Tugu.
• BREAKING NEWS Dua Orang Tenaga Kesehatan di Indramayu Kembali Positif Covid-19
• Dua Tenaga Medis Positif Corona, Pemkab Indramayu Lakukan Swab Pada Seluruh Karyawan di 2 Puskesmas
Pasien terkonfirmasi Covid-19 terbaru lainnya adalah laki-laki berinisial W (46) seorang karyawan swasta warga Kecamatan Karangampel.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, dari ketiga kasus tersebut dapat disimpulkan ketiganya adalah orang tanpa gejala (OTG) atau tertular oleh OTG.
"Ketiga kasus tersebut semuanya adalah OTG," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (21/6/2020).
Deden Bonni Koswara menjelaskan, setelah melakukan tracking tidak ditemukan riwayat perjalanan ke daerah episentrum dari ketiga pasien baru tersebut.
Mereka juga tidak merasakan gejala apapun sebagaimana yang dialami pasien positif virus corona sebagaimana umumnya.
"Pasien tidak merasakan apapun padahal di dalam tubuhnya telah ada virus, hal ini karena imun yang cukup baik," ujar dia.
Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan pasien khususnya tenaga kesehatan itu terkonfirmasi positif virus corona telah berkontak dengan orang diluar OTG.
• ZODIAK CINTA Minggu 21 Juni 2020: Scorpio Luangkan Waktu untuk Berduaan, Gemini Jangan Abaikan Dia
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Mega Bollywood di ANTV & Korean Movie di Trans 7
Misalnya, saat mereka membuka praktik sendiri tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang standar.
"Bisa jadi diluar kontak OTG atau di tempat periksa sendiri yang APD-nya tidak sesuai," ujarnya.
Lakukan Tes Swab Kepada Seluruh Karyawan Puskesmas
Pemkab Indramayu melakukan langkah cepat setelah dua tenaga kesehatan di lingkungan puskesmas terkonfirmasi positif Covid-19.
Mereka terkonfirmasi virus corona setelah dilakukannnya tes swab massal dalam rangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional yang dilakukan pemerintah daerah.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, kedua tenaga kesehatan itu di antaranya laki-laki berinisial OTU (26) warga Kecamatan Cikedung dan perempuan berinisial K (44) warga Kecamatan Lelea.
• BREAKING NEWS Dua Orang Tenaga Kesehatan di Indramayu Kembali Positif Covid-19
• Bersiap Senin Besok Pengumuman PPDB SMA/SMK Jakarta 2020 untuk Jalur Afirmasi
Pasien OTU diketahui merupakan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai perawat di Puskesmas Lohbener dan pasien K merupakan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai bidan di Puskesmas Tugu.
"Tindakan yang telah dilakukan adalah melakukan penyemprotan disinfeksi pada Puskesmas tersebut dan seluruh karyawan yang bekerja di situ telah dilakukan karantina," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Minggu (21/6/2020).
Disampaikan Deden Bonni Koswara, pihaknya juga sudah melakukan swab terhadap seluruh karyawan di Puskesmas Lohbener sebanyak 41 orang sebagai langkah antisipasi pada Jumat (19/6/2020).
Sampel swab tersebut sudah dikirimkan ke Labkes Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ) Cirebon.
"Alhamdulillah pada hari Jum'at 19 Juni 2020 jam 22.30 WIB hasil swab dari 41 orang karyawan Puskesmas Lohbener hasilnya negatif. Pada hari Sabtu pelayanan Puskesmas sudah berjalan seperti biasanya," ucapnya.
Hal serupa juga dilakukan pemerintah daerah di Puskesmas Tugu, setelah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan seluruh karyawan juga diminta melakukan karantina dan diambil sampel swabnya pada Sabtu (20/6/2020).
"Kami meminta agar hasilnya cepat keluar. Sedangkan 6 orang tenaga kesehatan sebelumnya diswab dengan negatif tetap bekerja seperti biasa," ujarnya.
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Mega Bollywood di ANTV & Korean Movie di Trans 7
• Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia, Hari Ini Jakarta dan Bandung Berpotensi Cerah Berawan
Deden Bonni Koswara, pihaknya juga melakukan tracing dan swab terhadap orang-orang yang diketahui berkontak erat dengan kedua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif virus corona tersebut.
Selain kedua tenaga kesehatan itu, pemerintah daerah juga mengumumkan satu pasien positif lainnya di hari yang sama pada Sabtu (20/6/2020) kemarin.
Yakni, laki-laki berinisial W (46) warga Kecamatan Karangampel sekaligus seorang karyawan swasta.
Ia terkonfirmasi positif virus corona setelah melakukan swab mandiri sebagai syarat yang diminta perusahaan sebelum dipindahkan ke daerah Sulawesi.
"Dengan penambahan 3 kasus baru ini, sampai dengan hari Sabtu (20/6/2020) pukul 14.00 WIB yang telah terkonfirmasi positif di Kabupaten Indramayu sebanyak 29 orang," ujar dia.
Dua Tenaga Kesehatan Positif Covid-19
Penambahan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu kembali melonjak.
Pemkab Indramayu pun bahkan mengumumkan sebanyak 3 penambahan kasus sekaligus dalam sehari pada Sabtu (21/6/2020).
Sebanyak 2 dari total 3 kasus baru tersebut bahkan merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, kedua tenaga kesehatan itu adalah laki-laki berinisial OTU (26) warga Kecamatan Cikedung dan perempuan berinisial K (44) warga Kecamatan Lelea.
"Satu orang lagi merupakan karyawan swasta tuan W (46) dari Kecamatan Karangampel," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Diceritakan Deden Bonni Koswara, pasien OTU adalah seorang tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Lohbener.
Ia terkonfirmasi positif virus corona setelah dilakukannya swab massal dalam rangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional.
• Kakek Ini Tewas Mendadak Sebelum Berhubungan Badan di Depan Teman Kencannya
• Bersiap Senin Besok Pengumuman PPDB SMA/SMK Jakarta 2020 untuk Jalur Afirmasi
"Ada 6 orang tenaga kesehatan yang telah dilakukan swab sehari sebelumnya, sedangkan 5 orang lainnya negatif," ujar dia.
Sedangkan pasien lainnya, yaitu pasien K adalah seorang tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Tugu.
Pasien K pun terkonfirmasi positif setelah dilakukannya tes swab massal.
Sebagaimana diketahui tenaga kesehatan masuk dalam kategori A tes swab massal yang dilakukan pemerintah daerah selama pelaksanaan PSBB proporsional guna memetakan risiko penyebaran virus corona.
"Ini merupakan hasil 7 orang tenaga kesehatan yang dilakukan sehari sebelumnya, sedangkan 6 orang lainnya negatif," ucapnya.
Lanjut Deden Bonni Koswara, pasien terkonfirmasi terakhir, yakni pasien W adalah seorang karyawan di perusahaan swasta.
Ia diketahui positif virus corona setelah melakukan tes swab mandiri sebagai syarat yang diminta perusahaan.
• Gerhana Matahari Cicin Terjadi Hari Ini, Inilah Bacaan Niat & Tata Cara Sholat Gerhana Matahari
• Manfaat dan Langkah-langkah Lari Pagi Agar Menyehatkan Tubuh, Jangan Lupa Sarapan!
"Pasien ini sebelumnya melakukan swab mandiri sebagai syarat bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta yang akan ditugaskan bersama 9 orang temannya ke Sulawesi," ucapnya.
Adanya penambahan lonjakan kasus ini membuat total pasien terkonfirmasi di Kabupaten Indramayu hingga Sabtu (20/6/2020) berjumlah 29 pasien.