Video
VIDEO - Gelar Simulasi Protokol Covid-19, Objek Wisata Cibulan Siap Buka Lagi dan Sambut Pengunjung
Dalam simulasi ini, seluruh karyawan dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri, red) berlatih menyambut tamu yang datang
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan,Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Memasuki adaptasi kebiasaan baru atau new normal, manajemen obyek wisata Cibulan menyiapkan peralatan pencegahan penyebaran covid-19.
//
Obyek Wisata Kolam Renang Cibulan berada di Desa Manis Kidul Kecamatan Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat.
Pengelola Objek Wisata Kolam Renang Cibulan yakni H Didi mengatakan, mereka juga sudah melakukan simulasi pengunjung saat hendak masuk, Sabtu (20/6/2020).
Didi mengatakan, simulasi ini dilakukan jelang penerapan normal baru di Kuningan yang telah membuka kembali sejumlah objek wisata.
“Manajemen dan karyawan kolam ikan dewa cibulan melakukan simulasi standar penerimaan pengunjung,” ujarnya.
TONTON VIDEO DI SINI
Didi menyebutkan, salahsatu ikon wisata kuningan yakni kolam ikan dewa Cibulan ini menunjukan keseriusan dalam menyambut pengunjung dengan melaksanakan simulasi standar pelayanan normal baru.
“Dalam simulasi ini, seluruh karyawan dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri, red) berlatih menyambut tamu yang datang,”katanya.
Seluruh karyawan tampak menggunakan masker, sarung tangan dan pelindung wajah khusus karyawan bagian frontliner.
“Melalui simulasi ini, kata Didi menegaskan bahwa tempat wisata yang dikelolanya siap mengikuti prosedur protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
“Dimulai dari sambutan petugas parkir para pengunjung diarahkan menuju tempat cuci tangan sebelum memasuki areal tiket,” katanya.
Tempat penjualan tiket dirancang sesuai protokol psikal distancing, kemudian pengunjung di cek suhu tubuh dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer.
“Manajemen berharap dengan adanya simulasi ini seluruh karyawan terbiasa dengan pola kerja normal baru, demi kenyamanan pengunjung dan karyawan supaya terhindar dari covid19,” katanya.
Kemudian untuk jumlah pengunjung, kata Didi, manajemen mengatur untuk melakukan jaga jarak atau menghindari keurmunan.
“Misal dari volume pengunjung 1.000 orang, kita batasi setengahnya,” katanya. (*)