Gedung Isolasi Mandiri
Ponpes Raudlatul Muta'allimin Sediakan Gedung Isolasi Mandiri, Khusus Bagi Santri yang Baru Datang
Ruang kesehatan itu ditempatkan di gedung terpisah untuk isolasi mandiri para santri yang baru datang dari luar daerah Kabupaten Indramayu.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pondok Pesantren Raudlatul Muta'allimin di Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu menyediakan ruang kesehatan khusus dalam menyambut diaktifkannya kembali kegiatan belajar mengajar para santri.
Ruang kesehatan itu ditempatkan di gedung terpisah untuk isolasi mandiri para santri yang baru datang dari luar daerah Kabupaten Indramayu.
• Koruptor Wisma Atlet, Nazaruddin Mantan Bendahara Demokrat Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin
Ketua Yayasan Raudlatul Muta'allimin, KH Syairozi Bilal mengatakan, ruang isolasi mandiri ini sengaja disediakan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.
"Bagi anak santri yang baru datang tetap sesuai protap kesehatan kita laksanakan karantina mandiri selama 14 hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (16/6/2020).
KH Syairozi Bilal menyampaikan, di pondok pesantren setempat sedikitnya ada sebanyak 15 santri yang tengah menjalani masa isolasi.
• Belasan Ribu Polisi Diterjunkan Jaga Mall dan Tempat Wisata Outdoor Saat Penerapan New Normal
Mereka ditempatkan di gedung khusus dengan sejumlah fasilitas sehingga tidak berbaur sementara waktu dengan santri lainnya.
"Yang baru datang ini ada yang sudah empat hari, ada yang dua hari jadi tujuannya untuk pemutusan penularan Covid-19," ujar dia.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Plumbon Indramayu, Dr Hesti Heriyanti Djuliana mengatakan, langkah yang dilakukan pihak yayasan sangat bagus dalam upaya pencegahan penularan virus corona.
• Khasiat Minum Air Rebusan Kulit Petai, Bisa Atasi Asam Urat Hingga Diabetes, Begini Cara Membuatnya
Ia menyebut, meski para santri itu datang tidak dalam keadaan sakit, tapi protokol kesehatan tetap harus dikedepankan.

Mengingat, orang yang menjadi carrier biasanya merupakan orang tanpa gejala (OTG) akan tetapi ia membawa virus, karena kekebalan tubuhnya baik, virus corona belum atau tidak terjangkit pada orang tersebut.
"Kita kan tidak tau siapa yang benar-benar sehat, karena orang yang lebih bahaya itu OTG," ujarnya.
Dalam hal ini, pihaknya akan rutin melakukan pemeriksaan kepada para santri yang tengah diisolasi mandiri.
Pemeriksaan itu akan dilakukan pada hari pertama, ketiga, ketujuh, dan hari keempat belas.
"Nanti diakhir isolasi mereka baru bisa bergabung dengan teman-temannya yang lain," ujar dia.