Penemuan Granat Nanas di Kuningan
BREAKING NEWS: Balita di Desa Sukadana Kuningan Temukan Granat Nanas, Diduga Masih Aktif
Berdasarkan data terhimpun di lokasi, balita menemukan granat itu saat sedang melakukan kegiatan seperti biasanya.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNUNGAN - Widia (5) anak dari Yayan Ruskandiana (35), Warga Blok Puhun RT 4 RW 2, Desa Sukadana Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan menemukan sebuah granat nanas di sekitar tempat tinggalnya, Kamis (11/6/2020).
Berdasarkan data terhimpun di lokasi, balita menemukan granat itu saat sedang melakukan kegiatan seperti biasanya.
"Kalau cerita detail dari anak atau keluarga yang menemukan tidak tahu. Namanya juga anak kecil mungkin sedang bermain atau apa, " kata Kepala Desa Sukadana, Uha Suhanan saat ditemui di kantor desa setempat.
• 12 Tahun Menikah, Pria Ini Tak Bisa Bercinta, Sang Istri pun Masih Perawan, Penyebabnya Tak Disangka
Uha mengatakan, dari penemuan barang tersebut, telah diserahkan ke pemdes.
"Pihak keluarga telah menyerahkan granat itu ke pemerintah desa dan kini telah diamankan," katanya.
Uha menyebutkan bahwa barang (granat nanas, red) kini sudah diamankan di kantor desa, yang sebelumnya perangkat telah memberikan foto daripada granat tersebut.
"Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke desa. Untuk memberikan pelayanan dan keamanan, melalui garis polisi," katanya.
• Begini Suasana Tes Swab Massal di Majalengka, Peserta Lewati Dua Tahap
• Pemulung di Jakarta Melahirkan Bayi Sendirian di Gubuk Beratap Kardus, Kondisinya Pucat dan Lemas
Saat dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara, Tarsono sekaligus Kepala Seksi Pembangunan Desa Sukada menyebutkan, untuk penemuan granat nanas diduga masih aktif.
"Setelah diketahui usai laporan dari petugas Babinsa Koramil Ciawigebang," katanya.
Tarsono mengatakan, granat nanas sempat dijadikan mainan para perangkat desa.
"Tadi ada teman saya masih perangkat desa, malah mengantongi granat nanas tersebut," katanya.
• Ini Jadwal Keberangkatan Kereta Api Reguler, Beroperasi Mulai Besok di Wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon
Daerah tempat tinggalnya, kata dia, merupakan wilayah yang sempat menjadi sasaran daripada OT (Organisasi Terlarang, red).
"Dulu usai kemerdekaan, daerah kami sempat menjadi lahan terjadinya pemberontakan," kata dia.
Kaitan dengan granat nanas, kata dia, menaksir bahwa umurnya itu puluhan tahun. "Orang saya saja lahir tahun 1965," ungkapnya. (*)